Rabu, 30 Desember 2020

Puisi Perpisahan Untuk Guru

class="kk-star-ratings kksr-valign-top kksr-align-left "
data-id="2768"
data-slug="">





































4.5
/
5
(
17

votes

)



Terima Kasih Guru



Terima kasih guru

Berkatmu aku tau aksara

Berkatmu saya paham nalar

Berkatmu saya memahami bahasa.


Terima kasih guru

Jasamu telah mencerdaskanku

Jasamu telah membuatku paham khazanah

Jasamu telah membuatku menjadi orang yang bukan terbelakang.


Terima kasih guru

Karena keringatmu

Karena suaramu yang habis

Aku menjadi manusia.


Terima kasih guru

Kami tahu rasa lelahmu mendidik kami

Kami tahu betapa nakalnya kami

Karena itulah maafkanlah kami guru.


Terima kasih guru

Guru terima kasih untuk jasamu

Terima kasih untuk semua yang telah kau beri

Semoga yang kuasa membalas semua jasamu.




Doakan kami wahai guru


Guru doakan kami

Doakan semoga kami berhasil

Menjadi orang yang berkhasiat

Menjadi orang yang membanggakan.


Doamu kami perlukan guru

Untuk menggapai bintang di langit

Untuk merealisasikan sepotong harapan

Untuk menerima hidup yang lebih baik.


Guru doakan kami

Masa depan kami masih di ujung asa

Buram tiada warna hitam putih

Doakan kami guru.


Kami ingin menjadi orang berhasil

Kami ingin membanggakan orang renta kami dan guru kami

Kami ingin sukses

Kami ingin menjadi dongeng yang senantiasa di kenang.


Karena itu doakan kami wahai guru

Sebutkanlah nama kami di setiap cerita malammu

Mohonlah pada tuhan supaya kami menjadi bintang jelas di ufuk hitam.




Andai kata matahari tiada


Majulah Terus Siswa Indonesia


Dengar, dengar, Dengarlah isi tulisan ini

Hanya kepadamu harapanku sandarkan

Hanya kepadamu Cita-cita di pertaruhkan

Tak ada Sesuatu yang tak mungkin bagimu

Bangkitlah melawan mesti yang terus mendera

Kuasailah dirimu dengan sikap optimis

Paculah laju kudamu Sekencangg-kencangnya

Lawanlah bebuatan terjal yang mengusik di jalanan

Ingat, engkau yakni cita-cita, Engkau yakni kala depan

Masa depan ada di tangan mu

Harapan terpendam ada di bahu mu

Nasip bangsa mu yang menentukan




Pahlawan Tampa Jasa


Pahlawan tampa tanda jasa

Adalah guru

Yang mendidik ku

Yang membekali ku ilmu

Dengan ikhlas dan tabah

Denyumanmu menawarkan semangat untuk kami

Menyonsong kala depan yang lebih baik

Setitik peluh mu

Menandakan sebuah usaha yang sungguh besar

Untuk Murut-muritnya

Terimakasih Guru

Perjuangan mu sungguh berarti bagiku

Tampamu ku takkan tahu ihwal dunia ini

Akan senantiasa ku panjatkan Do’a untuk mu

Terimakasih Guru ku.




Terimakasih guru


Kaulah pembimbingku

Kaulah pengajarku

Kaulah pendidikku

Guru….

Itulah julukan mu

Yang tak pernah bosan dalam

Mengajar dan membimbing ku

Guru….

Tampa dirimu saya akan hancur

Tampa dirimu saya akan sengsara

Tampa dirimu saya akan sesat

Guru ku….

Terimakasih

Atas Segala Jasa-jasa mu.




Pahlawan Pendidikan


Jika dunia kami yang dulu kosong

Tak pernah kamu isi

Mungkin hanya ada warna hampa, gelap

Tak bisa Apa-apa, Dan tak bisa Kemana-mana

Tapi sekarang dunia kami sarat warna

Dengan goresan Garis-garis dan kata

Yang dahulu cuma mimpi

Kini mulai terlihat bukan lagi mimpi

Itu alasannya adalah yang kau mengajarkan

Tentang mana warna yang indah

Tentang garis yang mesti di lukis

Juga wacana kata yang mesti di baca

Terimakasih guru ku dari hati ku

Untuk semua pejuang pendidikan

Karena pendidikanlah kita bisa memperbaiki bangsa

Dengan pendidikanlah nasip kita bisa berubah

Apa yang tak mungkin kau jadikan mungkin

Hanya ucapan terakhir dari mulut ku

Di hari pendidikan Nasional ini

Gempitakanlah senantiasa jiwa mu

Wahai pejuang pendidikan indonesia.




Dunia akan beku dan bisu


pelangi tiada akan pernah terpancar

kehidupan tiada akan pernah terealisasi

Disaat titik kegelisahan menghampiri

Terlihat setitik cahaya yang kami cari

Yang nampak dari sudut-sudut bibirmu

Dan gerak-gerik tubuhmu

Engkau sinari jalan-jalan kami yang buntu

Yang nyaris menjerumuskan abad sepan kami

Engkau terangi kami dengan lentera ilmu mu

Yang tiada akan pernah sirna di terpa angin usia 

Guru……..

Engkau pahlawan yang tak pernah menginginkan akibat

Disaat kami tak menyimak mu

Engkau tak pernah mengeluh dan mengalah

Untuk mendidik kami

Darimu kami mengenal banyak hal

Tentang mana warna yang indah

Tentang garis yang mesti di lukis

Juga ihwal kata yang harus dibaca

Engkau membuat hidup kami bermakna 

Guru……

Tiada kata yang patut kami ucapkan

Selain terimakasih atas semua jasa-jasa mu

Maafkan kami bila sudah membuatmu kecewa

Jasa-jasa mu akan kami semat baka sepanjang hidup kami

Terimakasih guruku, engkau jagoan ku




Puisi Untuk Guru


Guru, tak pernah terpikirkan sebelumnya olehku

Bahwa engkau datang dengan tekad untuk mencerdaskan anak bangsa

Setiap kali engkau masuk kelas, engkau selalu menenteng hal-hal gres di dalam hidupku

Penuh keseriusan tetapi tak hilangkan canda 


Baru kusadari, bahwa kesalahanku sangatlah tidak terpuji

Terkadang diriku yang membangkang, menghiraukan apa yang diajarkan olehmu

Betapa bodohnya diriku, yang tidak menghargai seluruh perjuanganmu 


Engkau senantiasa menyemangatiku, dan mendorongku disaat saya tidak dapat melangkah maju

Kini, hidupku sudah sedikit berubah, aku slalu ingin mencoba tanpa keluh dan kesah

Aku harap saya mampu terus berkembang menjadi apa yang sudah guru ajarkan di dalam hidupku 


Engkau akan ada senantiasa tertanam dalam dihatiku

Mungkin saya bukan murid terbaik untukmu tetapi aku akan berusaha menjadi yang terbaik bagimu sayangmu

Sebagai ganti balas jasamu yang tak akan terganti

Seperti XL kamu yang selalu ada untukku




Kenangan Indah


Setiap masuk kelas Ia bawa hal gres

Hingga murid slalu menanti-nunggu

Tak pernah tiba telat

Aturan waktunya sungguh akurat

Pelajaranpun sarat dengan kombinasi

Dengan bermacam-macam macam aksi

Teriakan, tepuk tangan dan tawa

Yel-yel dan nyanyian bergema 


Memberi semangat pada semua

Memberi dorongan untuk mencoba

Dengannya kelas jadi bernyawa

Penuh kesungguhan namun tak hilangkan canda




Puisi Untuk Guru


Orang kata guru itu penat

Gaji tak seberapa kerja berlambak

Aku kata guru itu rehat

Mengajar tak seberapa tetapi sarat berkat 


Kerja sekerat-sekerat pahala sarat sendat

Ilmu yang dicurah tak dapat disekat

Makin dicurah kian mendekat

Orang kata guru itu sungguh bosan




Pahlawan Pendidikan


Jika dunia kami yang dahulu kosong

tak pernah kau isi

Mungkin cuma ada warna hampa, gelap

tak bisa apa-apa, tak mampu kemana-mana

Tapi kini dunia kami penuh warna

Dengan tabrakan garis-garis, juga kata

Yang dulu cuma jadi mimpi

Kini mulai terlihat bukan lagi mimpi

Itu karena kau yang mengajarkan

Tentang mana warna yang indah

Tentang garis yang harus dilukis

Juga tentang kata yang mesti dibaca

Terimakasih guruku dari hatiku

Untuk semua pejuang pendidikan

Dengan pendidikanlah kita mampu memperbaiki bangsa

Dengan pendidikanlah nasib kita mampu dirubah

Apa yang tak mungkin kamu jadikan mungkin

Hanya ucapan terakhir dari mulutku

Di hari pendidikan nasional ini

Gempitakanlah selalu jiwamu

wahai pejuang pendidikan Indonesia




Terimah kasih guru


Kaulah pembimbingku……

Kaulah pengajarku……

Kaulah pendidikku……

Guru……

Itulah julukanmu……

Yang tak pernah jenuh dalam……

Mengajar dan membimbingku

Guru……

Tanpa dirimu saya akan hancur……

Tanpa dirimu aku akan sengsara……

Tanpa dirimu saya akan sesat……

Guru……

Terima kasih……

Atas segala jasa-jasamu……




Pahlawan Tanpa Tanda Jasa 


Pahlawan tanpa tanda jasa

Ialah Guru

Yang mendidik ku

Yang membekali ku ilmu

Dengan lapang dada dan sabar

Senyummu menunjukkan semangat untuk kami

Menyongsong periode depan yang lebih baik

Setitik peluhmu

Menandakan sebuah usaha yang sungguh besar

Untuk murid-muridnya

Terima kasih Guru

Perjuanganmu sangat mempunyai arti bagiku

Tanpamu ku tak akan tahu perihal dunia ini

Akan selalu ku panjatkan doa untukmu

Terimakasih Guruku




Majulah Terus Siswa Indonesia


Dengar, dengar, dengarlah isi goresan pena ini

Hanya kepadamu cita-cita ku sandangkan

Hanya kepadamu cita- cita dipertaruhkan

Tak ada sesuatu yang tak mungkin bagimu

Bangkitlah melawan arus yang terus mendera

Kuasailah dirimu dengan perilaku optimis

Paculah laju kudamu sekencang-kencangnya

Lawanlah bebatuan terjal yang mengusik di jalanan

Ingat, Engkau adalah keinginan, engkau adalah masa depan

Masa depan ada di tanganmu

Harapan terpendam ada di pundakmu

Nasib bangsa engkau yang menentukan




Di Antara Dua


Di antara dua, aku mesti memilih

Entah satu baik atau buruk

Aku tak bisa bangun di antara keduanya

Dan aku menentukannya


Di antara dua, aku harus masuk

Entah satu mudah atau sulit

Aku tak bisa bergelut di antara keduanya

Dan aku meratapinya


Di antara dua,aku mesti berjuang

Entah satu anggun atau pahit

Aku tak berhenti menjangkau satunya

Dan aku tidak ingin kalah



Sumber yu.com


EmoticonEmoticon