Sabtu, 23 Januari 2021

Dongeng Kisah Putri Duyung

class="kk-star-ratings kksr-valign-top kksr-align-left "
data-id="2868"
data-slug="">





































4.9
/
5
(
224

votes

)



Cerita Dongeng Putri Duyung – Raja Triton yaitu raja lautan yang perkasa, ia memiliki banyak anak perempuan. Mereka mengasihi dunia bawah laut dimana kawasan mereka tinggal. Tetapi Ariel adalah anak bungsunya, memimpikan dunia di atas permukaan air, dunia manusia. Meskipun ayahnya telah memperingatkannya biar tidak ke dunia insan, Ariel mengabaikannya. Dia sering berenang ke permukaan maritim untuk melihat dunia yang berada di atas permukaan air.



Ariel dan sahabatnya yang berjulukan Flounder, bahagia sekali mengunjungi Skatel si burung camar. Skatel itu memberitahu mereka perihal segala barang manusia yang didapatkan Ariel di dasar laut.


Suatu hari Raja Triton mengenali bahwa Ariel sering pergi ke permukaan laut. Mengetahui itu Raja Triton sangat marah. Dia mencemaskan keselamatan anak perempuannya, Ariel. Raja Triton meminta teman kepercayaannya, Sebastian si kepiting untuk mengawasi Ariel.



Beberapa hari lalu Ariel menyaksikan ada kapal melintas di permukaan maritim.



“Manusiaaaa!!!” seru Ariel sambil bergegas berenang mendekati kapal itu.



“Oh, tidak!” teriak Sebastian si kepiting. Sebastian dan Flounder secepatnya mengejar Ariel.



Ketika Ariel timbul di permukaan air, Ariel melihat sebuah kapal besar sarat pelaut yang bernyanyi dan menari- nari. Mata Ariel bercahaya ketika dia melihat pemuda gagah, para pelaut lain memanggilnya Pangeran Erik. Ariel jatuh cinta pada pangeran Erik di persepsi pertama itu. Tiba-tiba langit menjadi gelap dan petir menyambar-nyambar. Kapal yang dinaiki Pangeran Erik bukanlah tandingan angin ribut yang dasyat itu. Kapal itu terombang-ambing, ombak begitu besar dan saat itu juga Pangeran Erik terlempar ke bahari.


“Aku harus menyelamatkannya!” teriak Ariel.




Dengan cepat Ariel berenang ke kawasan Pangeran Erik terlempar, Pangeran Erik nyaris tenggelam, kemudian Ariel membawanya berenang ke tepi pantai. Pangeran Erik tidak bergerak saat Ariel menyentuh wajahnya dengan lembut dan menyanyikan sebuah lagu cinta yang indah untuknya. Sebuah nyanyian yang indah dengan bunyi Ariel yang merdu. Tak lama kemudian Ariel mendengar anak buah Pangeran Erik sedang mencarinya. Ariel tidak ingin dilihat insan. Diciumnya Pangeran Erik, kemudian Ariel segera menyelam kembali ke bahari.


Pangeran Erik siuman dan mendapatkan Sir Grimsby, seorang pelayannya yang setia di sisinya.


“Apa yang terjadi?” Tanya Sir Grimsby kepada Pangeran Erik.


Dia bahagia Pangeran Erik masih hidup.


“Ada seorang gadis,” kata Pangeran yang masih kelihatan galau.


“Seorang gadis sudah menyelamatkan saya kemudian menyanyi. Suaranya begitu merdu. Belum pernah aku mendengar bunyi semerdu itu. Aku ingin memperoleh gadis itu dan aku ingin menikahinya!” Rupanya Pangeran Erik juga telah jatuh cinta pada pandangan pertama.


Raja Triton mendengar bahwa Ariel jatuh cinta pada seorang insan, mengetahui hal itu Raja Triton sungguh murka. Dia segera berenang ke gua kawasan Ariel menyimpan koleksi barang-barang miliknya.


“Ayah, aku mencintainya!” kata Ariel,


“Aku ingin bersamanya!”.


“Dia itu insan, pemakan ikan!” teriak Raja Triton,


“Tidak boleh!” Diangkatlah trisula saktinya.


Sambaran-samnbaran kilat dari trisula sakti itu menghancurkan semua harta kesayangan Ariel. Lalu Raja Triton itu pergi. Ariel merasa sungguh murung dan menangis.


Sementara itu, tak jauh dari situ, kekuatan jahat sedang bekerja di kerajaan bawah laut. Seorang penyihir laut yang berjulukan Ursula, beliau dulu memerintah kerajaan bawah laut sebelum Raja Triton, penyihir itu sedang mencari cara untuk menggulingkan kepemimpinan Raja Triton. Melalui bola kristalnya, Ursula melihat Ariel yang sedang menangis. Si penyihir itu mendapat wangsit,


“Aku bisa mengalahkan Raja Triton melalui anaknya.”


Lalu si penyihir itu mengirim sepasang pramusaji belutnya yang bernama Flotsam dan Jetsam untuk pergi ke gua dimana Ariel berada. Flotsam dan Jetsam sukses meyakinkan Ariel bahwa Ursula bisa membantunya mendapatkan Pangeran Erik yang dicintainya. Saat itu Ariel sedang murung sekali, beliau mengabaikan peringatan Sebastian si kepiting dan ikut pergi bareng Flotsam dan Jetsam untuk menemui si penyihir bahari.


“Aku punya ajuan untukmu, anak elok,” kata Ursula dikala Ariel sudah memasuki tempat kediamannya.


“Tawaran?” Tanya Ariel lugu.


“Ya,” kata si Penyihir, “Aku akan membuatmu menjadi insan selama tiga hari dan kau akan menemui Pangeranmu. Jika kamu bisa menjadikannya menciummu sebelum matahari terbenam pada hari ketiga, kamu akan bareng selamanya sebagai manusia. Jika beliau tidak menciummu, kau akan berganti kembali menjadi putri duyung, dan kamu akan menjadi tawananku! Dan imbalan untuk ajuan ini ialah suaramu,” kata si penyihir.


“Suaraku?” tanya Ariel terkejut, “Aku tak akan bisa mengatakan atau menyanyi. Bagaimana aku mampu membuat Pangeran jatuh cinta padaku?”.


“Kau masih punya wajahmu yang anggun,” jawab penyihir itu.


Lalu Ariel menyetujui tawaran Ursula, si penyihir bahari itu memakai kekuatan sihirnya. Sihir itu membuat ekor Ariel lenyap. Kini Ariel mempunyai sepasang kaki dan Ariel sudah menjadi manusia. Pada ketika yang bersama-sama suaranya meninggalkan tubuhnya dan ditangkap dalam sebuah kerang oleh si penyihir laut.


Lalu Ariel ingin mencari Pangeran, Ariel dibantu sobat-sahabatnya untuk pergi ke pantai. Dia menjajal berbicara terhadap mereka, namun tak ada bunyi yang keluar dari mulutnya.


Tak usang kemudian Ariel bertemu dengan Pangeran Erik, yang sudah jatuh cinta kepadanya semenjak mendengarnya bernyanyi. Mula-mula Pangeran menduga sudah berjumpa kembali dengan gadis yang pernah menolongnya. Tetapi Ariel tak dapat berbicara, maka Pangeran Erik menerka bahwa beliau keliru. Pangeran Erik kasihan terhadap Ariel, ia perlu busana, mandi dan juga makan. Lalu dibawalah Ariel ke istananya.


Dalam dua hari berikutnya, Pangeran Erik menggemari Ariel, tetapi ia tetap merindukan si gadis yang bersuara merdu. Ketika sedang berperahu berdua, Pangeran Erik sudah nyaris mencium Ariel. Sayangnya Flotsam dan Jetsam membalikkan perahu mereka untuk mengganggu mereka.


“Hampir saja!” kata Ursula yang menyaksikan lewat bola kristalnya.


“Aku harus bertindak sendiri!” ujar Ursula. Lalu Ursula meminum ramuan sihir dan berubah menjadi seorang gadis anggun.


Lalu si penyihir laut yang sudah menjelma gadis cantik tersebut menemui Pangeran Erik, penyihir itu memakai suara merdu Ariel yang disimpannya dalam kerang dan digantungkan di lehernya. Dan saat itu juga pangeran Erik merasa sudah mendapatkan gadis cantik dengan suara merdu yang sudah menyelamatkannya.


Pada pagi hari ketiga, istana menjadi sibuk. Pangeran Erik akan menikah dengan seorang gadis cantik yang gres saja dijumpainya itu, yang tak lain adalah penyihir bahari yang menjelma gadis bagus dengan sihirnya.


Ariel pun patah hati, kasihan sekali Ariel…


Upacara akad nikah tersebut akan berjalan di atas kapal gres Pangeran Erik. Skatel kebetulan terbang melintasi kapal itu, sempurna saat si pengantin putri melalui cermin. Bayangan yang terpantul di cermin yaitu bayangan Penyihir Laut. Skatel menyadari bahwa Pangeran Erik sudah ditipu.


Lalu ia secepatnya menjelaskan hal ini kepada Ariel dan sahabat-temannya yang lain. Dengan cepat Sebastian menyusun planning. Flounder membantu Ariel untuk naik ke kapal Pangeran Erik. Skatel menertibkan sekawanan camar temannya untuk menunda akad nikah.


“Aku akan memberitahu Triton akan hal ini,” kata Sebastian.


Pernikahan Pangeran Erik dan si gadis hampir dikerjakan, dikala sekawanan burung camar yang dipimpin oleh Skatel, meluncur turun menyerang si pengantin putri. Pengantin putri berteriak. Suara yang keluar yakni suara Penyihir Laut. Ariel naik ke geladak tepat saat Skatel sukses menjatuhkan kerang yang berisi suara Ariel dari leher si gadis. Kerang itu pecah dan suara Ariel kembali kepadanya.


“Oh, Pangeran Erik, aku mencintaimu,” kata Ariel.


“Rupanya memang kau,” kata Pangeran Erik.


Matahari menghilang di ufuk barat, sempurna saat mereka akan berciuman. Waktu tiga hari yang diberikan kepada Ariel sudah habis. Dia berganti kembali menjadi Putri Duyung, sementara si gadis juga berubah menjadi Penyihir Laut. Ursula menyambar Ariel dan menggeluti ke laut.


Berkat pemberitahuan Sebastian, Raja Triton telah menanti di sarang Ursula saat mereka datang di sana.


“Kulepaskan anakmu jika kau mau menjadi gantinya,” seru Ursula.


Raja Triton setuju. Sekarang Raja Triton yang menjadi tawanan Ursula mengambil alih Ariel. Ursula memiliki trisula sakti Triton dan menguasai kerajaan bawah laut. Tiba- datang sebuah pedang menusuk pundak penyihir laut itu. Rupanya Pangeran Erik tiba untuk menyelamatkan Ariel. Ariel berenang ke permukaan maritim bersamanya. Tetapi Ursula mengikuti tepat di belakang mereka. Seiring dengan bertambahnya kemarahannya, tubuhnya pun kian besar, sampai muncul ke atas permukaan bahari.


Kemudian Pangeran Erik berenang ke arah kapalnya, kemudian secepatnya naik. Lalu Pangeran Erik secepatnya menuju ke kemudi dan diarahkan kapalnya ke tubuh Ursula. Tepat ketika Ursula akan mengantarsambaran kilat ke arah Ariel dengan trisulanya, kapal Pangeran Erik menabraknya. Si Penyihir Laut yang jahat binasa.


Karena Penyihir Laut sudah mati, Raja Triton bebas. Dia timbul ke atas permukaan maritim dan memegang trisulanya. Raja Triton melihat Ariel sedang menatap Pangeran Erik dengan tatapan cinta.


“Ariel sangat mengasihi pangeran itu,” kata si Raja Lautan kepada Sebastian yang berada di sampingnya.


Sebastian mengangguk.


“Aku akan rindu padanya,” Raja Triton menambahkan, kemudian diangkat trisula saktinya dan diarahkannya kilat ke arah ekor Ariel.



Seketika ekor si Putri Duyung lenyap dan sekali lagi dia punya kaki. Ariel sekarang menjadi manusia sungguhan. Pangeran Erik pun mencium gadis yang dicintainya itu. Tak lama kemudian mereka menikah dan berlayar bareng .



Sumber yu.com


EmoticonEmoticon