Senin, 18 Januari 2021

Ilmun Artinya

class="kk-star-ratings kksr-valign-top kksr-align-left "
data-id="4817"
data-slug="">





































1.4
/
5
(
326

votes

)



Pengertian Ilmun



‘Ilmun Sifat wajib Allah ke-9 yakni, Ilmun artinya mengetahui atas segala sesuatu baik yang terlihat maupun tidak tampak oleh umat insan.


Allah SWT berfirman:


وَمَا تَكُوْنُ فِيْ شَأْنٍ وَّمَا تَتْلُوْا مِنْهُ مِنْ قُرْاٰنٍ وَّلَا تَعْمَلُوْنَ مِنْ عَمَلٍ اِلَّا كُنَّا عَلَيْكُمْ شُهُوْدًا اِذْ تُفِيْضُوْنَ فِيْهِۗ وَمَا يَعْزُبُ عَنْ رَّبِّكَ مِنْ مِّثْقَالِ ذَرَّةٍ فِى الْاَرْضِ وَلَا فِى السَّمَاۤءِ وَلَآ اَصْغَرَ مِنْ ذٰلِكَ وَلَآ اَكْبَرَ اِلَّا فِيْ كِتٰبٍ مُّبِيْنٍ


Artinya: Kamu tidak berada dalam suatu keadaan dan tidak membaca suatu ayat dari al-Quran dan kamu tidak melakukan sebuah pekerjaan, melainkan Kami menjadi saksi atasmu di waktu kau melakukannya. Tidak luput dari wawasan Rabbmu biarpun sebesar zarrah (atom) di bumi ataupun di langit. Tidak ada yang lebih kecil dan tidak (pula) yang lebih”. (QS. Yunus: 61)


Baca Juga : Iradat Artinya


Ilmu ( ﻋﻠﻢ ) Maha Mengetahui.


Artinya, Allah itu Dzat yang Mengetahui. Allah mengetahui segala hal dan kejadian, dengan tidak didahului oleh keraguan atau kesamaran. 


Allah Maha Mengetahui alasannya Dialah yang membuat segala sesuatu. Sedangkan insan tahu bukan karena membuat, tetapi sekedar menyaksikan, mendengar, dan memperhatikan. Itu pun terbatas pengetahuannya sehingga insan tetap saja tidak mampu membuat meski cuma seekor lalat. Firman Allah:


“ Dan Allah memiliki kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia, dan Dia mengenali apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya, dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu basah atau kering, melainkan tertulis dalam kitab yang faktual (Lauh Mahfudz)” (Q.s. Al- An’aam: 59)

Diantara sifat yang wajib bagi Dzat Yang Wajib Ada, adalah sifat “Ilmu”(Maha Mengetahui).


Yang dimaksud, ialah terbukanya tabir sesuatu bagi Dzat yang telah tetap sifat itu bagi- Nya, ialah yang menjadi sumber, pokok pangkal dari terbukanya tabir sesuatu itu.karena sifat ilmu, termasuk sifat- sifat wujudiah yang menjadi sifat bagi Yang Wajib Ada.


Baca Juga : Qudrat Artinya


Segala sifat yang dipandang menjadi kesempurnaan bagi wujud, wajiblah ada pada dirinya. Maka alasannya adalah itu teranglah, bahwa Dzat yang wajib Ada itu cerdik (‘Alim, Maha Mengetahui).


Kenyataan mengambarkan, bahwa ilmu menjadi kesempurnaan bagi segala sesuatu yang mungkin wujud (ada). Dan diantara yang termasuk mungkin wujid itu adalah Dzat yang Memiliki Ilmu (‘Alim).


Maka sekiranya Yang Wajib Ada itu tidak ‘Alim (tidak cerdik), pasti akan terdapat dalam sesuatu yang mungkin ada itu, Dzat (substansi) yang lebih tepat keadaannya dari pada Dzat Yang Wajib Ada. Sedang itu tidak mungkin, sebagaimana yang telah kami terangkan.


Kemudian Dzat Yang Wajib Ada itulah yang menjadi pemberi ilmu dalam alam yang mungkin ini. Tenti tidak masuk nalar sama sekali, bahwa Yang menjadi Sumber Ilmu tidak mempunyai ilmu.Firman Allah:


“ Katakanlah: Sekiranya lautan jadi tinta untuk menulis kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis ditulis kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan embel-embel sebanyak itu.” (Q.s. Al- Kahfi: 109)


Allah ber- Ilmu dengan arti mengetahui segalanya. Tidak ada satu kejadian atau persoalan yang bagaimana kecil atau besarnya yang tidak dikenali oleh Allah. Allah tidak boleh dikatakan tidak tahu, bodoh dan lain- lain sebagainya.


Baca Juga : Wahdaniyah Artinya


Mari kita sama menengok sejurus ke alam semesta. Demikian andal dan kokohnya, demikian anggun dan teraturnya ala mini dibuat oleh Allah.


Berlangit dan bermatahari, berbumi dan berbintang, masing- masing berjalan beredar dengan terstruktur, tidak pernah bearntuk dan bertabrakan satu dengan yang lainnya. Sungguh membuktikan hebatnay Ilmu Allah yang mengadakan dan mengatur itu semua.


Dengan ilmu yang setinggi dan sesempurna itulah Allah membuat segala benda dan alam ini semuanya.


Dan dengan ilmu yang tepat dan setinggi itu pula lah Allah menyelenggarakan peraturan bagi setiap alam yang diciptakan Allah itu. Dengan pengetahuan dan ilmu yang begitu tinggi dan sempurna, begitu pula lah Allah membuat aturan yang berbentukperintah dan larangan bagi manusia.


Aturan atau perintah dan larangan Allah itu yaitu agama, yang diturunkan Allah dengan perantara Nabi dan para Rasul- Nya, yang dari dahulu hingga kini bernama Agama Islam.


Sadarlah kita hendaknya sesadar- sadarnya bahwa segala perintah dan larangan Allah yang tercantum dalam kitab- kitab Suci- Nya itu niscaya baik untuk dipatuhi dan dilakukan oleh manusia. 


Firman Allah:

“Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (Q.s. An- Nisaa’: 176)


Berilmunya Allah itu ialah termasuk diantara hal- hal yang umum bagi wujud- Nya, sebagaimana sudah dikenali. Ilmu- Nya mengatasi segala jenis ilmu, sebab tinggi martabat wujud- Nya diatas segala yang maujud (ada). Maka teranglah pula, bahwa Ilmu- Nya itu meliputi segala sesuatu yang dapat dicapai oleh ilmu wawasan.


Baca Juga : Qiyamuhu Binafsihi Artinya


Berilmunya Allah ialah satu dari suatu kelaziman bagi wujud- Nya. Maka dari itu Ia tidak berkehendak kepada sesuatu selain terhadap Dzat- Nya sendiri.


Ia ialah“azali”. Dzat yang wujudnya tidak berawal dan tidak juga selsai (abadi), bebas tidak bisa dicapai dengan alat- alat (media- media) dan oleh ketajaman- ketajaman anggapan dan acara- kegiatan otak. Jadi Ia berbeda dengan segala yang cerdik dari sesuatu alam yang mungkin.


Diantara dalil- dalil yang pertanda wacana tetap adanya Ilmu Allah, adalah apa yang kita saksikan sendiri pada struktur (susunan) alam yang mungkin ini, berbentukhokum- hokum dan kerapiannya, terletak segala sesuatu pada tempat yang semestinya, tetapnya masing- masing pada bidang yang dibutuhkan dalam wujud dan kekalnya.


Ini nyata terang bagi mata orang yang suka mengamati apa yang ditunjukan oleh benda- benda alam, baik besar (makro), maupun yang kecil (mikro), tinggi maupun yang rendah.


Ilmu Allah Tidak Terbatas.


Allah SWT memiliki ilmu yang tidak terbatas. Dia mengetahuai apa saja yang ada di langit dan di bumi, baik yang gaib maupun yang nyata. Firman Allah:


“ Apakah kamu tidak mengetahui bahwa bantu-membantu Allah mengenali apa saja yang ada di langit dan di bumi..” (Q.s. Al- Hajj: 70)


“Dialah Allah, Yang tiada Tuhan selain Dia. Yang mengetahui yang gaib dan yang aktual. Dialah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.” (Q.s. Al- Hasyr: 22)


Baca Juga : mukhalafatu lil hawaditsi artinya


 Tidak ada satu pun yang tersembunyi bagi Allah SWT. Sebutir biji dalam gelap gulita bumi yang berlapis- lapis tetap dimengerti oleh Allah SWT. Seperti Firman Allah dalam surat Al- An’aam, ayat 59.

Ilmu Allah memang maha luas, tiada terbatas. Dia mengenali apa yang sudah dan akan terjadi.


Manusia, malaikat dan makhluk mana pun tidak akan bias menyelami lautan ilmu Allah SWT. Bahkan untuk mengenali ciptaan Allah saja insan tidak akan mampu. Seperti yang digambarkan dalam Firman Allah dalam surat Al- Kahfi ayat 109


Baca Juga : Al Muhshii Artinya



Sumber yu.com


EmoticonEmoticon