data-id="4814"
data-slug="">
5
/
5
(
1
vote
)
Pengertian Iradah
Iradah (Berkehendak) ialah Sifat Ma’ani yang artinya Allah berdiri dengan dzat-Nya dan memilih sesuatu dengan kemungkinan-Nya. Dalam arti lain bahwa Allah mungkin (boleh atau tidak boleh) berkehendak untuk bertindak atau menentukan segala sesuatu sesuai cita-cita-Nya.
Allah memiliki hasratyang sangat luas. Dia mungkin berkendak memberikan kekayaan terhadap orang yang Dia harapkan dan Dia bisa pula mencabut kekayaannya. Dia mungkin berkehendak memberi kemuliaan kepada orang yang Dia harapkan dan pula Dia mungkin mencabut kemuliaannya.
Di tangan Allah segala kehendak. Allah maha kuasa atas segala sesuatau yang Dia inginkan, tidak seorangpun yang mampu menahan kehendak-Nya. Dan segala yang terjadi di dunia berjalan sesuai dengan impian dan hasratAllah.
Baca Juga : Qudrat Artinya
إِنَّمَا قَوْلُنَا لِشَيْءٍ إِذَآ أَرَدْنَاهُ أَن نَّقُولَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ
” Sesungguhnya perkataan Kami kepada sesuatu jika Kami menghendakinya, Kami cuma menyampaikan kepadanya: “Kun (jadilah)”, maka jadilah beliau.” (an-Nahl: 40).
Adapun musuh dari sifat Iradah yakni Karahah yang mempunyai makna terpaksa, tujuannya mustahil Allah berbuat sesuatu karena dengan paksaan atau terpaksa atau tidak dengan cita-cita dan kehendak-Nya sendiri.
Allah mempunyai sifat senantiasa berminat atau berkehendak. Keinginan dan hasratAllah sesuai dengan kemauan-Nya sendiri, tak ada rasa terpaksa atau dipaksa oleh pihak lain, tidak ada tekanan atau mengharap imbalan.
Kehendak Allah juga tidak dipengaruhi oleh pihak lain, kehendak-Nya tidak terbatas, dan dapat melakukan apa saja tanpa memberi kuasa kepada yang lain. Begitu pula Allah mungkin menangkal kehendak-Nya dengan kehendak-Nya sendiri, tidak ada satu makhlukpun yang bisa mencegah kehendak-Nya.
Manusia juga berkehendak, tetapi kehendak manusia yaitu terbatas pada kemampuannya sendiri. Manusia boleh berkehendak, namun Allah juga yang memilih jadinya.
Berapa banyak seseorang berkehendak menginginkan sesuatu namun beliau tidak memperolehnya alasannya Allah berkehendak yang lain. Bercita cita adalah sebuah hal yang baik tetapi kesuksesan cita cita itu berada pada kehendak Allah. Di atas kehendak manusia masih ada keinginanAllah.
Baca Juga : Wahdaniyah Artinya
Uraian di atas memperlihatkan bahwa insan itu lemah dan mempunyai keterbatasan, sedang Allah Maha Kuasa mempunyai segala hasratyang tidak terbatas. Meskipun demikian, Allah menggemari manusia yang berupaya dan berkehendak, tetapi semua kembali kepada keinginanAllah dan kita mesti menerima apapun risikonya.
Hikmah dan Astar
Menurut kepercayaan Asy’ariyah bahwa Allah menciptakan manusia dan perbuatannya
وَٱللَّهُ خَلَقَكُمْ وَمَا تَعْمَلُونَ – الصافات ﴿٩٦
Artinya: “Padahal Allah-lah yang membuat kau dan apa-apa yang kamu perbuat itu” (As-Shaaffaat, 96)
Manusia diberikan keinginanoleh Allah dalam melaksanakan perbuatannya, karena itu manusia dimintai pertanggungjawaban dalam segala hal yang timbul dalam dirinya. Menurut mereka, pertanggungjawaban itu terkait dekat dengan perjuangan dari manusia.
Menurut faham Al-Asy’ary diartikan bahwa yang merealisasikan perbuatan dan kehendak insan ialah Allah, tetapi insan diberi opsi untuk melakukan kehendaknya atas kehendak Allah.
Ini mengandung arti Allah membuat kehendak bersifat sementara yang berhubungan tindakan pada manusia, dan kehendak itu tidak mempunyai pengaruh yang hakiki dalam mewujudkannya, hanya kehendak Allah-lah yang memberikan efek yang bergotong-royong.
Kaprikornus, mampu dipahami perihal rancangan Al-Asy’ariyah tersebut bahwa Allah yakni pengantar dari segala kehendak manusia dalam perbuatannya.
Baca Juga : Qiyamuhu Binafsihi Artinya
Dengan fasilitas kehendak yang telah Allah berikan kepada insan, insan mempunyai kemauan atau hasratuntuk melaksanakan perbuatannya. Namun semua pelaksanaan tindakan itu akan menjadi kenyataan cuma dengan keinginanAllah.
Manusia memiliki kebebasan dalam tindakan dan kehendaknya. Manusia bebas mengarahkan daya yang diciptakan Allah itu untuk merealisasikan tindakan sesuai dengan kehendak dan impian.
Manusia memiliki peranan penting dalam mengarahkan perbuatan dan kehendaknya. Namun, perbuatan dan kehendak manusia tetap ciptaan Allah. Karena pada hakekatnya insan tidak mampu berbuat apa-apa tanpa adanya keinginanAllah
Baca Juga : mukhalafatu lil hawaditsi artinya
Sumber yu.com
EmoticonEmoticon