Jumat, 22 Januari 2021

Pantun Pendek

class="kk-star-ratings kksr-valign-top kksr-align-left "
data-id="2743"
data-slug="">





































2.3
/
5
(
6

votes

)



Pantun Agama



Banyak bulan kasus bulan


Tidak semulia bulan berkat


Banyak Tuhan masalah Tuhan


Tidak semulia Tuhan Yang Esa


 


Daun terap di atas dulang


Anak udang mati dituba


Dalam kitab ada terlarang


Yang haram jangan dicoba


 


Bunga kenanga di atas kubur


Pucuk sari pandan Jawa


Apa guna angkuh dan takabur


Rusak hati badan binasa


 


Anak ayam turun sepuluh


Mati seekor tinggal sembilan


Bangun pagi sembahyang subuh


Minta ampun terhadap Tuhan


 


Asam kandis asam gelugur


Ketiga asam si riang-riang


Menangis mayit dipintu kubur


Teringat tubuh tidak sembahyang




Pantun Pendidikan


Jika pergi ke padang datar


Jangan lupa pulang berlabuh


Jika kita kepingin berilmu


Belajarlah sungguh-sungguh


 


Jika ingin mendulang cadas


Jangan lupa palu baja


Jika murid tumbuh pintar


Guru pun ikut bahagia


 


Jika kamu pergi ke dusun


Jangan lupa bawa beras


Belajarlah dengan tekun


Agar kita naik kelas


 


Jika kita makan petai


jangan lupa makan kerupuk


Jika kita ingin pintar


Ranjin-bersungguh-sungguh baca buku


 


Kehutan mencari rusa


Hendaklah menenteng tali


Wahai belum dewasa bangsa


Cepat berdiri lekas mandi


 


Andai ini hari rugi


Tentu beruntung esok lusa


Jangan lupa gosok gigi


Sebab kamu anak bangsa


 


Hendaklah melempar jangkar


Kalau ada bahtera singgah


Kalau anak bangsa cerdik


Negeri ini akan besar hati


 


Masak bebek dikuali


Bukan saja di perigi


Hendaklah kamu mengabdi


Di pangkuan ibu pertiwi


 


Pergilah ke tepi kali


Jangan lupa bawa guci


Bangkitlah anak pertiwi


Bangunlah negerimu ini


 


Jika kita pegang kuas


Melukislah pada kertas


Jika anak bangsa pandai


Bangsa pun bermutu


 


Jika hendak kau melamar


Jangan banyak tulis dihapus


Jika siswa rajin belajar


Sudah tentu pasti lulus




Pantun Jenaka


Dimana kuang hendak bertelur


Diatas lata dirongga batu


Dimana tuan hendak tidur


Diatas dada dirongga susu


 


Elok berlangsung kota bau tanah


Kiri kanan berbatang sepat


Elok berbini orang renta


Perut kenyang aliran mampu


 


Sakit kaki ditikam jeruju


Jeruju ada didalam paya


Sakit hati memandang susu


Susu ada dalam kebaya


 


Naik ke bukit membeli lada


Lada sebiji dibelah tujuh


Apanya sakit berbini janda


Anak tiri boleh disuruh


 


Orang Sasak pergi ke Bali


Membawa pelita semuanya


Berbisik pekak dengan tuli


Tertawa si buta melihatnya


 


Ada apa diseberang itu


Mentimun bacin dikonsumsi kalong


Ada apa diseberang itu


Bujang bungkuk gadis belong


 


Limau purut di tepi rawa,


buah dilanting belum masak


Sakit perut alasannya adalah tertawa,


melihat kucing duduk berbedak




Pantun Nasihat


Kayu cendana diatas kerikil


Sudah diikat dibawa pulang


Adat dunia memang begitu


Benda yang jelek memang terbuang


 


Kemuning di tengah balai


Bertumbuh terus kian tinggi


Berunding dengan orang tak terpelajar


Bagaikan alu pencungkil duri


 


Parang ditetak ke batang sena


Belah buluh taruhlah temu


Barang dikerja takkan tepat


Bila tak penuh meletakkan ilmu


 


Padang temu padang baiduri


Tempat raja membangun kota


Bijak berjumpa dengan jauhari


Bagaikan cincin dengan permata


 


Ngun Syah Betara Sakti


Panahnya bernama Nila Gandi


Bilanya emas banyak dipeti


Sembarang kerja boleh menjadi




Kumpulan Pantun Nasihat


Ke hulu menciptakan pagar


Jangan terpotong batang durian


Cari guru tempat belajar


Supaya jangan sesal lalu


 


Mari kita tanam halia


Ambil sedikit buat juadah


Usia muda jangan disia


Nanti renta sesal tak telah


 


Padi muda jangan dilurut


Kalau dilurut pecah batang


Hati muda jangan diturut


Kalau diturut salah datang


 


Cuaca gelap makin redup


Masakan boleh kembali jelas


Budi bahasa amalan hidup


Barulah kekal dihormati orang


 


Orang Daik memacu kuda


Kuda dipacu deras sekali


Buat baik berpada-pada


Buat jahat jangan sekali


 


Dayung bahtera tuju haluan


Membawa rokok bareng rempah


Kalau ilmu tidak diamalkan


Ibarat pokok tidak berbuah


 


Kalau kita menebang jati


Biar serpih tumbangnya jangan


Kalau kita mencari ganti


Biar lebih kurang jangan


 


Pinang muda dibelah dua


Anak burung mati diranggah


Dari muda sampai ke tua


Ajaran baik jangan diubah


pantun-pendek


Pantai Mersing kuala Johor


Pantainya bersih sangat mashyur


Pohonkan doa kita bersyukur


Negara kita kondusif dan sejahtera


 


Orang renta patut disegani


Boleh mendapat ajarnasihat


Ular yang mampu tidak begini


Bisa lagi pengecap yang jahat


 


Ramai orang menggali perigi


Ambil buluh lalu diikat


Ilmu dicari tak akan rugi


Buat bekalan dunia darul baka




Pantun Percintaan


Coba-coba menanam mumbang


Moga-moga berkembang kelapa


Coba-coba bertanam sayang


Moga-moga menjadi cinta


 


Limau purut lebat dipangkal


Sayang selasih cenderung uratnya


Angin ribut dapat ditangkal


Hati yang kasih apa obatnya


 


Ikan belanak hilir berenang


Burung dara membuat sarang


Makan tak yummy tidur tak hening


Hanya teringat dinda seorang


 


Anak monyet diatas bukit


Dipanah oleh Indera Sakti


Dipandang muka senyum sedikit


Karena sama meletakkan hati


 


Ikan sepat diolah berlada


Kutunggu di gulai anak seberang


Jika tak dapat dimasa muda


Kutunggu sampai beranak seorang


 


Kalau tuan pergi ke Tanjung


Kirim aku sehelai baju


Kalau tuan menjadi burung


Sahaya menjadi ranting kayu


 


Kalau tuan pergi ke Tanjung


Belikan sahaya pisau lipat


Kalau tuan menjadi burung


Sahaya menjadi benang pengikat


 


Kalau tuan mencari buah


Sahaya pun mencari pandan


Jikalau tuan menjadi nyawa


Sahaya pun menjadi badan




Kumpulan Pantun Percintaan


Dinda bagus tinggi semampai


Dada bidang rambut mengurai


Putih melepak lembut gemulai


Kakanda melihat rasa terkulai


 


Walau banyak bunga di taman


Bunga mawar masih dikenang


Walau banyak kupunya sobat


Dalam hatiku dinda seorang


 


Pohon selasih berkembang melata


Tumbuh perdu jauh di sana


Sepasang kasih mabuk bercinta


Siang merindu malam merana


 


Tinggi-tinggi burung merbuk


Terbang melayang ke tanah rata


Hati teringat verbal menyebut


Wajah terbayang di depan mata


 


Hujan berair habis pun lembap


Duduk sendiri tidak mengapa


Sudah lama kita berpisah


Baru kini kita berjumpa


 


Bunga aku bunga melati


Bunga-bungaan harum baunya


Kasih aku sepenuh hati


Kasih tuan ke mana hinggapnya


 


Pungguk melayang di atas awan


Hampir tak terlihat oleh mata


Kalau hati rindu-rinduan


Rindu di hati meronta-ronta


 


Anak itik di sambar rajawali


Dari sumur hingga ke kali


Tinggalkan adik abang kan pulang


Panjang umur jumpa kembali


 


Putri di taman menggunakan gelang


Rambut berurai bawa mahkota


Bunga idaman disambar orang


Jatuh berderai si air mata


 


Sayang-sayang mabuk kepayang


Bunga di taman disunting kumbang


Belum dapat kakak disayang


Sudah mampu abang dibuang


 


Melompat belalang di atas kapuk


Melihat orang hendak berperang


Alangkah malang si bujang lapuk


Bunga di tangan disambar orang


 


Kalau ada sumur di ladang


Mandi jangan di bulan terang


Sudah nasib celaka badan


Tunangan hilang dibawa orang


 


Ikan di maritim garam di darat


Dalam kuali berjumpa jua


Hati terpaut akad terikat


Atas pelamin bertemu jua


 


Ikan di laut asam di darat


Dalam kuali berjumpa jua


Orang jauh berkirim surat


Berkali-kali dibaca juga


 


Sayang selasih tidak berbunga


Engganlah kumbang untuk menyapa


Sayang kekasih tidak setia


Badan merana sekarang karenanya


 


Bunga yang malang jaga dirimu


Janganlah layu sebelum kembang


Pupuklah iman dalam hatimu


Kalau kau layu dibuang orang


 


Ukir-ukirlah si kayu jati


Jadikanlah suatu jambangan


Pikir-pikirlah sebelum terjadi


Jangan menyesal lalu


 


Berbaju batik mata menarik


Melirik senyuman memukau semua


Duhai bagus aku tertarik


Bolehkah tahu siapa namanya


 


Bunyi lagu membangkit suasana


Bunga mekar di depan mata


Sunyi rasa tak mampu bareng


Kekasih hati jauh di sana


 


Layang-layang terputus tali


Jatuh ke bumi melayang laju


Duhai kekasih aku berjanji


Aku tercipta hanya untukmu


 


Hujan turun laut memburu


Dingin malam mengganggu kalbu


Biar kerikil menjadi abu


Aku tetap sayang padamu


 


Ada jantung ada debaran


Ingin bertanya tetapi malu


Kumenunggu sarat cita-cita


Sudikah engkau menerimaku


 


Kelap-kelip bintang bertaburan


Cuma satu yang terlihat jelas


Sungguh banyak gadis opsi


Hanya dinda yang paling kusayang


 


Kelap-kelip bintang bertaburan


Begitu indah bagai berlian


Sungguh banyak gadis menawan


Hanya dinda yang kurindukan


 


Kelap-kelip di tengah malam


Cahaya bintang sungguh menarik


Biar cinta banyak rintangan


Akan kujaga dengan kesetiaan


 


Kelap-kelip bintang seribu


Indah menawan di tengah malam


Sungguh aku sedang merindu


Rindu di hati yang paling dalam


 


Kelap-kelip bintang menari


Indahnya bagai mata bidadari


Dinda kuharap menjaga diri


Untuk diriku hingga ku kembali




Pantun Perpisahan


Pucuk pauh delima batu


Anak sembilang ditapak tangan


Biar jauh dinegeri satu


Hilang dimata dihati jangan


 


Bagaimana tidak dikenang


Pucuknya pauh selasih Jambi


Bagaimana tidak terkenang


Dagang yang jauh kekasih hati


 


Duhai selasih janganlah tinggi


Kalaupun tinggi berdaun jangan


Duhai kekasih janganlah pergi


Kalaupun pergi bertahun jangan


 


Batang selasih mainan budak


Berdaun sehelai dimakan kuda


Bercerai kasih bertalak tidak


Seribu tahun kembali juga


 


Bunga Cina bunga karangan


Tanamlah rapat tepi perigi


Adik dimana abang gerangan


Bilalah dapat berjumpa lagi


 


Kalau ada sumur di ladang


Bolehlah kita menumpang mandi


Kalau ada umurku panjang


Bolehlah kita berjumpa lagi




Pantun Teka-teki


Kalau tuan bawa keladi


Bawakan juga si pucuk rebung


Kalau tuan bijak bestari


Binatang apa tanduk dihidung ?


 


Beras ladang sulung tahun


Malam malam mengolah masakan nasi


Dalam batang ada daun


Dalam daun ada isi


 


Terendak bentan lalu dibeli


Untuk pakaian aku turun kesawah


Kalaulah tuan bijak bestari


Apa binatang kepala dibawah ?


 


Kalau tuan muda teruna


Pakai seluar dengan gayanya


Kalau tuan bijak laksana


Biji diluar apa buahnya


 


Tugal padi jangan bertangguh


Kunyit kebun siapa galinya


Kalau tuan cerdik sangat


Langit tergantung mana talinya ?


Pergi kesawah menanam padi

Sawah dibajak dengan sapi

Jadi anak yang baik hati

Tentu tahu balas budi


Lumba-lumba ikan terpelajar

Pandai bermain bundar api

Jika telah berkembang besar

Harus taat mami papi



Burung camar di tepi pantai

Pantai indah banyak ombaknya

Jadilah kau anak yang terpelajar

Sudah niscaya banyak temannya


Ke pasar lama menunggu

Tunggu ibu beli terasi

Jadilah anak yang baik hati

Agar nanti bisa berprestasi


Si kancil mencuri timun

Timun hijau warna kulitnya

Jangan sering kamu terdiam

Nanti mampu jadi pelupa


Burung nuri di dalam kandang

Sangkar dibuat dari bambu

Tidak baik sering berantem

Kalah menang jadi bubuk



Pakai payung ketika hujan

Kena baju pastilah berair

Kalau ingin lulus ujian

rajin belajar pantang menyerah


Pergi ke pasar berbelanja gitar

Membeli gitar di toko depan

Rajin-rajinlah berguru

Agar berguna bagi abad depan


Kucing bagus berbulu legam

Lebih hitam dari jelaga

Budaya kita sunggu beragam

Mari kita bareng jaga




Pantun Suka Cita


Pergi ke Bali naik perahu

Kencang sekali laju perahunya

Tiga tahun menuntut ilmu

Alhamdulillah lulus SMA


Pergi ke pasar membeli beras

Tidak lupa pergi kedukun beranak

Pikiran sakit kepala memikir tugas

Lebih baik bermain PS sejenak


Anak katak namanya berudu

Anak lalat namanya larva

Sekian lama aku menunggumu

Akhirnya cinta ini kau terima




Pantun Duka Cita


Tuntutlah ilmu hingga ke Cina

Negeri Cina berakal berperang

Hati duka resah gulana

Melihat nilai tes yang masih kurang


Sungguh pedas rasanya cabe

Apalagi dibeli di swalayan

Tubuh ini terasa lunglai

Menahan beban derita kehidupan




PANTUN JENAKA LUCU


Pohon ceri subur tumbuhnya

Petik buahnya masukkan kantong

Saling memberi saling mendapatkan

Saling bantu tolong menolong


Jika ke kota beli kain kaca

Beli pita dua seuntai

Rajin menulis bersungguh-sungguh membaca

Itu pertanda anak yang pandai


Ke Bandung beli tahu lingkaran

Jangan lupa dengan peuyeumnya

Siapa sering makan coklat

Hati-hati rusak giginya


Di sana gunung di sini gunung

Di tengah-tengah gunung Rajabasa

Ke sana resah ke situ gundah

Lebih baik ke sekolah saja.


Jalan-jalan naik bis kota

Melewati Sungai Musi

Ibu yaitu orang




renta kita

Yang mesti kita sayangi


Masuk istana berliku-liku

Bertemu dengan sang raja

Aku bahagia baca buku

Buku antarkan kemana saja


Idulfitri Makan Ketupat

Jangan Lupa dengan Dagingnya

Siapa Sering makan Coklat

Hati-Hati Rusak Giginya


Bunga mawar bunga melati

Harum mewangi indah di taman

Orang sabar dan baik hati

Pasti diminati sobat




PANTUN PEMBUKA ACARA


Melati kuntum berkembang melata,

Sayang merbah di pohon cemara;

Assalammualaikum awalnya kata,

Saya sembah pembuka bicara.


Ingin rasa memakan kari,

Kari cendawan batang keladi;

Girang rasa tidak terperi,

Bertemu tuan yang bagus kecerdikan.


Mencari timba si anak dara,

Di bawah sarang burung tempua;

Salam sembah pembuka bicara,

Selamat tiba untuk semua.


Sayang kumbang mencari makan,

Terbang seiring di tepi kali;

Selamat datang kami ucapkan,

Moga diiring restu Ilahi.


Ke Pekan Kuala berbelanja bingka,

Sayang pesanan terlupa sudah;

Majlis bermula tirai dibuka,

Dengan alunan madah yang indah.


Indah berbalam si awan petang,

Berarak di celah pepohon ara;

Pemanis kalam selamat datang,

Awal bismillah pembuka bicara.


Mega berarak indah berbalam,

Dipuput bayu ke pohon ara;

Pemanis kalam selamat malam,

Awal bismillah pembuka bicara.




PANTUN BACAAN DOA


Kalau pergi Tanjung Keramat,

Anak manis jangan diangkat;

Bersama kita memohon rahmat,

Moga majlis mendapat berkat.


Tetak buluh kajang sepuluh,

Laksana dititing kias menyerupai;

Angkat tangan jemari sepuluh,

Doa di pohon agar selamat.


Garam ada kicap pun ada,

Sayang lada terlupa bagi;

Pantun ada ucapan ada,

Sayang tiada berdoa lagi.


Lebat kemiri pohonnya rendah,

Dahan terikat tali perkasa;

Sepuluh jari kami menadah,

Mohon berkat yang Maha Esa.


Tetak buluh kajang sepuluh,

Mari jolok sarang penyengat;

Angkat tangan jemari sepuluh,

Doa di pohon biar selamat.




PANTUN JEMPUT MAKAN


Lebat rumbia di Sungai Kedah,

Sayang senduduk di tepi muara;

Penganan mulia terletak telah,

Samalah duduk menjamu selera.


Terbang sekawan si burung merbuk,

Batang selasih di Tanjung Dara;

Padamu tuan kami persembah,

Santapan kasih juadah mesra.


Kalau tuan pikat cemara,

Buatlah bara bakar selasih;

Sudilah tuan jamu selera,

Hidangan mesra pengikat kasih.


Sungguh indah bunga kemboja,

Di bawah atap tepi halaman;

Juadah sudah letak di meja,

Sudilah santap tuan budiman.




PANTUN UCAPAN ALU-ALUAN


Bukan rumput sebarang rumpun,

Rumput penghias tepi halaman;

Bukan jemput sebarang jemput,

Jemput memohon kata aluan.


Duduk sekawan gadis jelita,

Buat suguhan untuk pendekar;

Tampillah tuan kami meminta,

Madah ucapan kata aluan.


Sudilah tuan jalan berlapan,

Jalan berlapan di malam kelam;

Sudilah tuan beri ucapan,

Kata aluan pemanis kalam.


Emas tempawan buatmu puteri,

Busana indah buat rupawan;

Sudilah tuan tampilkan diri,

Bersama madah kata aluan.




PANTUN JEMPUTAN UCAPAN


Terbang di awan burung jentayu,

Di atas papan batang selisih;

Tampillah tuan kami merayu,

Bersama ucapan pengikat kasih.


Besar langit di tepi busut,

Besar tak muat di dalam peti;

Besar hajat kami menjemput,

Besar niat di dalam hati.


Duduk sekawan si burung unta,

Tepi keramat di waktu malam;

Pada mu tuan kami meminta,

Kata azimat epilog kalam.


Terbang di awan burung jentayu,

Kerana penat gugur ke bumi;

Tampillah tuan kami merayu,

Bersama amanat bekalan kami.


Pergi ke kota beli selasih,

Sayang si dara buat halwa;

Berilah kata simpulan kasih,

Sulamkan mesra satukan jiwa.




PANTUN UCAPAN PERASMIAN


Terbang di awan burung jentayu,

Di atas papan batang jerami;

Tampillah tuan kami merayu,

Bersama ucapan kata perasmi.


Daun semulur di pekan sari,

Batang jerami rebah ke bumi;

Madah dihulur sembah diberi,

Kata perasmi hajatnya kami.


Jangan tertawan alpa duniawi,

Hanya indah serupa mimpi;

Duhai hero ksatria pertiwi,

Hulurkan madah kata perasmi.


Kalau tuan pikat kenari,

Jangan patahkan batang jerami;

Kepada tuan sembah diberi,

Mohon rasmikan majlis kami.




PANTUN DI AKHIR MAJLIS


Banyak keluk ke penarik,

Keluk berkembang pohon kuini;

Nan manis bawalah balik,

Nan tak elok tinggallah di sini.


Bunga dedap di atas para,

Anak dusun pasang pelita;

Kalau tersilap tutur bicara,

Jemari disusun maaf dipinta.


Pohon berangan tempat bertemu,

Girangnya rasa si anak dara;

Baliklah tuan membawa ilmu,

Binalah bangsa bangunkan negara.


Di atas dahan burung tempua,

Melihat rusa tepi perigi;

Salam perpisahan untuk semua,

Dilain masa bersua lagi.


Bunga seroja di atas para,

Jatuh ditimpa buah berangan;

Andai kata tersilap bicara,

Kemaafan jua kami pohonkan.


Dari Rokan ke Indragiri,

Membawa tinta ke Kuala Linggi;

Baliklah tuan rehatkan diri,

Esok kita bersua lagi.


Dari Kedah ke pekan sari,

Beli suasa di Kota Tinggi;

Selesai sudah tugas diberi,

Di lain kurun bersua lagi.


Sambil termangu makan bengkoang.

Kalau sayang coba buktikan.

Jangan hanya ngomong doang.

————————————————————————–

Anak ayam belajar berenang

Anak itik di paya bakau

Mulut menyebut hati terkenang

Rindukan adik jauh di rantau

————————————————————————–

Aku mengawasi anak beruang.

Kunang2 terbang terbang

Abang merantau mencari duit

Untuk meminang ade tercinta.

————————————————————————–

memanglah tidak lezat makan nasi,

kalau nasi tanpa ada lauknya,

kuberikan cinta buatmu setulus hati,

dengan bukti untukmu kuslalu setia…

————————————————————————–

didalam kardus ada rambutan,

disamping kardus ada nanas,

cinta nrimo telah didasari kepercayaan,

gak akan terperosok ke pergaulan bebas…

————————————————————————–

langit turunkan hujan,

terkadang gerimis terkadang deras,

sakit hatiku sudah kau pulihkan,

dengan senyum manismu yang nrimo…

————————————————————————–

buah rambutan kulitnya berbulu,

kalau merah tandanya matang,

bila emang cinta buktikan ke penghulu,

janganlah hanya dibibir doang…

————————————————————————–

jalan-jalan keliling dunia

hanya untuk beli akuarium

yg sangat membuatku bahagia,

waktu melihatmu tersenyum

————————————————————————–

makan sepiring berdua,

mirip cinta yang setia,

pusingku sembuh datang-datang,

sebab kamu obati dengan salam sapa…

————————————————————————–

mentari gak sempat keluar,

karena sedang gerimis,

alasannya watakmu sangat tabah,

menciptakan cintaku untukmu gak bisa habis…

————————————————————————–

meski hanya buah jambu

tapi ini mampu diramu

walaupun jarang ketemu

cintaku hanya untukmu

————————————————————————–

ke cimanggis berbelanja kopiah

kopiah indah kan kamu dapati

terlalu banyak gadis yang singgah

hanya dinda yang menarik hati

————————————————————————–

Nasi uduk masih anget

Beli nye di pinggir jalan

Yang lagi duduk manis banget

Boleh ga kite kenalan

————————————————————————–

Di pinggir kolam makan bubur

Jangan lupa pakai keripik

Dari semalem aye ga mampu tidur

Selalu teringat wajah mu yg anggun

————————————————————————–

Beli kain warna nya merah

Dari kediri pake nya batik

Di godain jangan murka

Salah sendiri punya muka bagus

————————————————————————–

Kalau mau menanam tebu

Tanamlah di dekat pohon jambu

Kalau kamu cinta padaku

Bilang saja I LOVE U

————————————————————————–

Makan roti minumnya susu

Susunya di campur madu

Walaupun tadi kita udah ketemu

Tapi hatiku masih terasa rindu

————————————————————————–

Pagi pagi udah sarapan

Lauknya ikan teri

Met pagi aku ucapkan

Untukmu kekasih hati

————————————————————————–

Kemanapun kaki melangkah

Aku senantiasa mengurai doa

Kemanapun cinta merambah

Aku selalu mengurai setia

————————————————————————–

Beribu-Beribu Pohon Beringin

Hanya Satu Si Pohon Randu

Saat Malam Terasa Dingin

Hanya Wajah Mu Yang Aku Rindu

————————————————————————–

kalau saya seorang pemburu

anak rusa kan kudapati

jikalau dinda merasa cemburu

tanda cinta masih sejati


darimana hadirnya lintah

dari sawah turun ke kali

darimana hadirnya cinta

dari mata turun ke hati

————————————————————————–

Pohon nangka disantap rayap

sayang buahnya penuh berduri

jika cinta sudah meresap

tahi kambing rasa strawberi

————————————————————————–

Membawa rotan pergi berburu

sambil berdendang lagu yang merdu

terkenang selalu akan wajahmu

alasannya kamu membuatku rindu

————————————————————————–

lupa sama tuhan, itu dosa

lupa sama temen, telah biasa

lupa sama kau, mana mampu..??!

————————————————————————–

hujan gerimis awannya pekat

minum kopi disamping meja

jika cinta telah melekat

abang rela lakuin apa aja

————————————————————————–

Sungguh ancaman ular berbisa,

jika tergigit akan koma,

sangat senang kurasa,

jikalau kita slalu bareng .

————————————————————————–

Jangan pernah ke selokan,

nanti kotor ditertawakan,

jangan pernah ragukan,

kesepakatan setia yg ku ikrarkan

————————————————————————–

Single bukanlah takdir

tetapi tangga menuju kedewasaan.

bukalah cinta dari semua tabir

agar hidupmu dalam lingkup kebahagiaan

————————————————————————–

Itu bukan salahmu

tetapi salah yang membantu.

takdir cintaku ialah kamu

yang hendak senantiasa menempel pada diriku

————————————————————————–

Burung gagak suka dikandangin,

kalo gajah suka dilepasin.

Katanya gak suka dibohongin,

tetapi malah suka digombalin

————————————————————————–

Baca Buku Cerita Cinta

Bacanya Sembunyi Di Goa

Kalau Kamu Cinta

Berjanjilah Untuk Setia

————————————————————————–

Layang-Layang Terbang Melayang

Jatuh Ke Laut Melayang-Layang

Siapa Bilang Abang TAk sayank

Siang Malam Terbayang-Bayang

————————————————————————–

Beli bawang diwadah plastik

beli terigu dan juga lada

Memang sayang engkau tak cantik

Tapi bagiku kau tepat

————————————————————————–

Pohon kelapa pohon kapas

Tumbuh berdampingan terlihat menyatu

Biar saja aku dikatakan malas

Karena yang bisa saya lakukan hanya mencintaimu

————————————————————————–

Ada udang di atas kerikil

ada batu dalam bahtera

jangan engkau jauh dariku

aku akan selalu sayang padamu

—————————————————————




PANTUN


Jala di tebar di Sungai Kenari,


Menjala ikan bareng Rozita,


Jalur gemilang nama diberi,


Bendera Negara Malaysia tersayang.


Ikan keli di dalam kolam,


Orang buta tangkap buaya,


Hidup kondusif siang dan malam,


Negara kita nama Malaysia.


Pergi berkebun bersama-sama,


Dengan Ali naik kereta,


Semua bangsa bersatu bareng ,


Untuk membina negara tersayang.


Pergi beraya di negeri Melaka,


Singgah sebentar di rumah bapa,


31 Ogos negara merdeka,


Jasa satria jangan dilupa.


 


Harum kemboja berseri dahlia,


Pohon cemara jauh di desa,


Belia dewasa anak Malaysia,


Pewaris Negara penyambung bangsa.


 


Sungguh merdu suara si dara,


Menyanyi bareng di tepi sumur,


14 negeri dalam negara,


Hidup bareng kondusif dan makmur.


 


Naik basikal di atas titi,


Titi dibina oleh Pak Hasan,


Muda disayangi bau tanah dihormati,


Menjadi tutorial setiap insan.


 


Buah durian di makan simpanse,


Tinggal  sebiji di atas dahan,


Tua muda kibar bendera,


Bendera dikibar lambang kemegahan.


 


Putera ayahanda berkain pelikat,


Duduk bersantai berteduh di pokok,


Hidup setuju menenteng berkat,


Bagaimana dia mampu dipupuk?


 


Terbang sekawan anak jentayu,


Singgah menginap di balik pohonan,


Rakyat Malaysia teguh bersatu,


Apa resipi menjadi adunan?


 


Makan nasi dengan pegaga,


Pegaga dipetik oleh Si Nyonya,


Keselamatan sekolah perlu dijaga,


Bagaimanakah cara untuk menjaganya?


 


Sawah padi telah dipajak,


Dipajak oleh kerbau Pak Hatan,


Jadilah seorang pengguna yang bijak,


Dengan berbelanja barangan tempatan.


 


Mari bareng mencari akar,


Mencari akar di tepi paya,


Jalan berlubang tiada berpagar,


Selamatkah kita di jalan raya?


 


Minum kopi di gerai Yahya,


Kopi diminum di pagi raya,


Pandulah berhemah di jalan raya,


Elakkan diri dari ancaman.


 


Jalan-jalan ke pasar raya


Hendak berbelanja buah rambutan


Berhati-hati di jalan raya


Jangan lupa jaga keselamatan.


 


Bantu ibu menyidai lampin,


Selesai sidai masaklah nasi,


Bila memandu, mesti berdisiplin,


Agar selamat, sampai destinasi.


 


Bunga Kebangsaan, Bunga Raya,


Rakyat bersatu penuh semangat,


Berhati-hati, di jalan raya,


Pandu cermat, jiwa selamat.


 


Nasihat dibandingkan dengan orang tempatan,


Berwaspada di atas jalan raya,


Sesal dulu, itu pendapatan,


Sesal lalu, tidak berguna.


 


Anak teruna berguru menari,


Belajar menari bersulam indah,


Pelajar lestari negar bestari,


Sudahkah ia dicanang indah?


 


Bunga ros banyak berduri,


Hendak dipetik anak cik puan,


Kokurikulum diikuti membina diri,


Kululusan akademik menjadi tumpuan?


 


Indah alam diwaktu pagi,


Mentari muncul embun terpinggir,


Ilmu pendidikan dipuji tinggi,


Kokurikulum juga sering dipinggir?




 Pantun Rakyat  Sihat


Anak merpati singgah di dahan,


Mencari makanan tidak berputus asa,


Hidangan memiliki kegunaan menjadi opsi,


Agar kita sihat sentiasa.


 


Petang hari ke kedai Mak Siti,


Ke kedai Mak Siti membeli buah Melaka,


Malaysia bebas obesiti,


Rakyatnya semua sihat belaka.


 


Pasar Tani di Kota Pekan,


Singgah mmebeli sayur maman,


Kurangkan gula dalam masakan,


Tambahkan gula pada senyuman.




Pelancongan


Mentari serlah ceria sinaran,

Nyanyi burung riang bareng ;

Cuti sekolah ambil peluang,

Bercuti rehat bersama keluarga.


Nyanyi burung riang bareng ,

Merdu suara burung kenari;

Bercuti rehat bareng keluarga,

Tempat menawan dalam negeri.


Merdu bunyi burung kenari,

Murai riuh mencari pasangan;

Tempat menawan dalam negeri,

Pulau dan pantai jadi pilihan.


Murai riuh mencari pasangan,

Terbang rendah, terbang tinggi;

Pulau dan pantai jadi pilihan,

Nikmati indah alam semulajadi.


Terbang rendah, melayang tinggi,

Burung punai hinggap di jendela;

Nikmati indah alam semulajadi,

Bukit gunung hijau Malaysia.


Burung punai hinggap di jendela,

Terbang pula ke satu arah;

Bukit gunung hijau Malaysia,

Kota besar syurga beli-belah.


Terbang pula ke satu arah,

Terbang sekawan cari rezeki;

Kota besar syurga beli-belah,

Tiada bezanya luar negeri.


Terbang sekawan cari rezeki,

Burung merpati jelajahi buana;

Tiada bezanya luar negeri,

Malaysia jadi pilihan utama.


 


Pergi tanam pokok palma,


Palma ditanam di rumah Lisa,


Jual beli keuntungan bareng ,


Si pengguna juga menjadi mangsa?


Sudah usang langsatnya cenderung

Barulah sekarang batangnya rebah

Sudah lama niat dikandung

Baru sekarang diizinkan Allah


Dari Pauh singgah Permatang

Singgah merapat papan kemudi

Dari jauh saya datang

Karena tuan yang bagus kebijaksanaan


Kalau gugur buah setandan

Sampai ke tanah gres tergolek

Kami bersyukur kepada Tuhan

Datang kami disambut baik


Berapa tinggi pucuk pisang

Tinggi lagi asap api

Berapa tinggi Gunung Ledang

Tinggi lagi harapan hati


Kabung enau tebang satu

Tebang sekali dengan sigainya

Tinggi gunung tinggi lagi harapanku

Harapan dalam tutur katanya


Besar api Teluk Gadung


Anak buaya mengonggong bangkai

Niat hati nak peluk gunung

Apakan daya tangan tak hingga


Sudah lama langsatnya condong

Dahannya rebah ke ampaian

Sudah lama niat dikandung

Baru kini disampaikan


Perahu kolek ke hilir tanjung

Sarat bermuat tali temali

Salam tersusun sirih junjung

Apa hajat sampai kemari?


Malam-malam pasang pelita

Pelita dipasang atas peti

Kalau telah bagai dikata

Sila terangkan hajat di hati


Tidak pernah rotan merentang

Kayu cendana dijilat api

Tidak pernah tuan bertandang

Tentu ada maksud di hati


Tumbuk lada di atas para

Ada kasut simpan di hati

Tepuk dada tanya selera

Apa maksud di dalam hati


Daun raya di atas bukit

Tempat raja menanam pala

Harap kami bukan sedikit

Sebanyak rambut di atas kepala


Sudah usang kami ke tasik

Tali bahtera terap belaka

Sudah lama kami merisik

Baru kini bertatap paras


Raja Hindu raja di Sailan

Singgah berenang di persiraman

Bagai pungguk rindukan bulan

Kumbang merindu bunga di taman


 Cendrawasih burung yang sakti

Singgah hinggap di atas karang

Kasih berputik di dalam hati

Dari dahulu sampai sekarang


 Singgah berenang di persiraman

Virgo terendam di dalam tasik

Kumbang merindu bunga di taman

Bintang merindu cendrawasih


 Hilir air sungai landai

Dalam pulak tampangdada

Bukan pulak menawarkan berilmu berilmu

Kerana hendak menyambut adat lembaga


 Cantik memanjat pohon ara

Nampaknya bagus berseri laman

Besar hajat kami tidak terkira

Hendak memetik bunga di taman


 Budak-budak menggunakan senglit

Pergi ke kedai berbelanja timba

Kalau tidak jalan berbelit

Tadi-tadi aku dah tiba


 Katang-katang berisi manik

Manik berisi hampas padi

Encik-encik tiba silalah naik

Inilah air pembasuh kaki


 Dari pauh ke permatang

Tetak tengar papan kemudi

Dari jauh kami datang

Mendengar tuan yang bagus hati


 Tatang puan tatang cerana

Tatang biduk Seri Rama

Datang tuan datanglah nyawa

Jemputlah duduk gotong royong


 Cerita pinang ceriti

Cerana di atas papan

Sirih kami sirih bererti

Sukat makna baharulah makan


 Saya tidak tahu berebana

Selisih telunjuk bertelekan

Saya tak tahu akan makna

Sirih diunjuk saya makan


 Rumah besar alangnya besar

Rumah Datuk Perdana Menteri

Kalau tidak hajat yang besar

Kami tidak hingga datang kemari


Raja Hindu raja di Sailan

Singgah berenang di persiraman

Bagai pungguk rindukan bulan

Kumbang merindu bunga di taman


Cendrawasih burung yang sakti

Singgah hinggap di atas karang

Kasih berputik di dalam hati

Dari dulu sampai sekarang


inggah berenang di persiraman

Kanya terendam di dalam tasik

Kumbang merindu bunga di taman

Bintang merindu cendrawasih


Hilir air sungai landai

Dalam pulak paras dada

Bukan pulak memberikan terpelajar berilmu

Kerana hendak menyambut adab forum


Cantik memanjat pohon ara

Nampaknya manis berseri laman

Besar hajat kami tidak terkira

Hendak memetik bunga di taman


Budak-budak menggunakan senglit

Pergi ke kedai berbelanja timba

Kalau tidak jalan berbelit

Tadi-tadi aku dah datang


Katang-katang berisi manik

Manik berisi hampas padi

Encik-encik datang silalah naik

Inilah air pembasuh kaki


Dari pauh ke permatang

Tetak tengar papan kemudi

Dari jauh kami datang

Mendengar tuan yang bagus hati


Tatang puan tatang cerana

Tatang biduk Seri Rama

Datang tuan datanglah nyawa

Jemputlah duduk gotong royong


Cerita pinang ceriti

Cerana di atas papan

Sirih kami sirih bererti

Sukat makna baharulah makan


Saya tidak tahu berebana

Selisih telunjuk bertelekan

Saya tak tahu akan makna

Sirih diunjuk aku makan


Rumah besar alangnya besar

Rumah Datuk Perdana Menteri

Kalau tidak hajat yang besar

Kami tidak sampai tiba kemari


Rimba dibakar menanam padi

Makan berulam buahnya petai

Jikalau telah ikhlas dan sudi

Berbantalkan bandul bertikarkan lantai


Orang mengambil siput dilubuk

Airnya dalam banyak lintah

Datang membaiki atap yang tembuk

Hendak mengganti lantai yang patah


Tinggi-tinggi si matahari

Anak kerbau mati tertambat

Sekian usang kami mencari

Baru kini kami menerima


 


Dari paya turun ke lembah

Petik pinang dipilih-pilih

Saya telah mohonkan sembah

Adat meminang bertepak sirih


Teliti buah teliti

Terletak mari di atas papan

Tepak sirih telah menunggu

Minta sudikan datuk makan


Orang meracik burung tekukur

Racik benang kait-mengait

Sudikan datuk sirih sekapur

Pinangnya mabuk tembakaunya pahit


Pohon lemba di tepi bukit

Pokok pepaya di tepi jalan

Baik makan barang sedikit

Supaya jangan kecewa badan


Orang mengaji alif

Orang membilang daripada satu

Orang memanjat daripada pangkal


Dalam air sungainya landai

Habis hanyut sarang tempua

Bukan saya memberikan berilmu

Saya khabarkan orang tua-bau tanah


Arak-arak kelapa puan


Tidak puan kelapa bali


Harap-harap terhadap tuan


Tidak tuan siapa lagi


Dah patah pokok kedondong


Ditimpa pula pokok delima

Titah datuk saya junjung

Hukum yang bagus saya terima


Orang menyungkur di Tanjung Jati

Kuala Pilah darat Melaka

Patah berkembang hilang berganti

Pusaka berpindah terhadap kita


Bersusun sirih gagang berkembar


Beratur-atur berbunga tanjung

Melintang duduk gunung Rembau

Sebagai napuh di hujung tanjung


Asam kandis mari dihiris


Manis sekali rasa isinya

Dilihat anggun dipandang anggun

Manis lagi hati budinya


Dikira telah dijumlah sudah

Tidak selisih semuanya tamam

Untuk menjalankan majlis nikah

Kami serahkan kepada Tok Imam


Nyiur gading puncak mahligai


Masak ketupat berisi inti


Buah delima di dalam cawan


Hancur daging tulang berkecai


Belum mampu belum berhenti


Hendak bareng denganmu puan


 


Kelah seekor digulai lemak


Daun selasih di bawah batang


Tanah berlumpur jalannya semak


Kerana kasih aku datang


 


Dari mana punai melayang


Dari sawah turun ke kali


Dari mana datangnya sayang


Dari mata turun ke hati


 


Harimau putih di satu simpang


Mati dipanah Raja Roka


Putih kuning kekasih kakak


Hati mana yang membenci


 


Apa guna pasang pelita


Kalau tidak dengan sumbunya


Apa guna bermain cinta


Kalau tidak dengan sungguhnya


 


Kain cindai dilipat-lipat


Lipat mari tepi perigi


Sungguh pintar dinda memikat


Sanggup kanda mengalah diri


 


Bunga tanjung kembang tak jadi


Jatuh berserak di rumpun buluh


Hancur hati kerana kecerdikan


Di dalam air tubuh berpeluh


 


Kalau roboh kota Melaka


Papan di Jawa aku dirikan


Kalau sungguh bagai dikata


Badan dan nyawa saya serahkan


 


Kapal berlayar tiga negeri


Jumpa di laut naga berjuang


Baik-baik fikirkan diri


Mandi berdua berair seorang


 


Kalau balik merendam selasih

Pantang merendam biji labuh

Kalaulah adik merendam kasih

Abangpun tenggelam menahan rindu


 


Kalaulah labu dibawa bermain

Dimanakah sempat lagi dipetik

Kalau rindu pada lainnya

Dimanakan sempat bersua adik


 


Airlah dalam bertambah dalam

Hujan di hulu berlumlah teduh

Hatilah karam bertambah tenggelam

Karam merindu orang yang jauh


 


Asap api orang berladang

Nampak dari kuala Siak

Tiap hari kutunggu abang

Sampai kini tiada nampak


 


Azan bukan sebarang pesan

Azan bilal suaranya merdu

Pesan bukan sebarang pesan

Pesan kutinggal tanda rindu


 


Dari subuh orang berburu

Banyak kijang dibawa balik

Dari jauh kakak merindu

Hendak datang langkahku pendek


 


Bila menimbang putik pauh

Banyak getahnya tinggal menempel

Bila kukenang adik nan juah

Letak anggota pegallah urat


 


 


Makan manggis dengan bijinya


Daun miana di atas loyang


Kerana bagus hati budinya


Bagaimana hati tidak disayang


 


Awan bergerak datang menerpa


Nampak bintang beribu keti


Biar tidak cantik sifat dan rupa


Asalkan cerdik mengambil hati


 


Anak beruk di tepi pantai


Masuk ke bendang memakan padi


Biarlah buruk kain digunakan


Asalkan akil mengambil hati


 


Selikur hari rejang hantu


Hantu bergulung duduk bersila


Tuan emas sepuluh kualitas


Makin kupandang makin asing


 


Gelama ikan di karang


Kail mari anak Serani


Makin lama makin sayang


Bagai air pasang perbani


 


Buah pinang dalam pagar


Mari jual anak Melayu


Air hening jangan ditawar


Makara gelombang aku tak tahu


 


Anjing Belanda di dalam kubu


Hendak menghambat rusa sekawan


Mari adinda kita berjumpa


Hendak bergurau denganmu tuan


 


Anak kijang di dalam hutan


Mati dimakan serigala


Bila terpandang wajahmu puan


Hancur hati bagai nak gila


 


Ular naga cintamani


Mari ditoreh tujuh culanya


Tuan laksana bandrek dani


Tujuh tahun rasa manisnya


 


Kelapa muda jatuh di lumpur


Pohon serentang di pinggir kali


Terlupa tuan semasa tidur


Bila terjaga ingat kembali


 


Dari Rembang ke Banyuwangi


Pakai baju sutera kerawang


Tuan kembang asalnya anyir


Sampai layu tidak kubuang


 


Kalau ada kuda di Aceh


Buah pauh di pohon putat


Kalau sangat adinda kasih


Rumah yang jauh kurasa erat


 


Selilit pulau perca

Selembang Tanah Melayu

Sealam tanah Minangkabau

Sebengkah tanah terbalik




Sehelai akar yang putus

Sejenang kuda berlari


 


Limau manis disantap bagus


Manis sekali rasa isinya


Dilihat elok dipandang bagus


Manis sekali hati budinya


 


Baik sungguh pergi berburu

Dapat pelanduk seekor dua


Adik jauh hatiku rindu

Penat duduk menunggu info


 


Baik Sungguh mencari kurai

Bulunya manis untuk hiasan


Adiklah jauh hatiku gelisah

Rindukan adik terlupa makan


 


Baiklah naik ke gunung ledang

Di sana banyak buluh perindu


Adik nan molek sanjungpun abang

Bila tak nampak hatiku rindu


 


Banyaklan itik turun ke kali

Mandi berenang jalan mendudu

Hendak kupetik bunga berduri

Matilah kakak menahan rindu


 


Banyaklah ikan mabuk terapung

Karena terminum air tuba

Letaklah badan duduk terdiam

Karena belum berjumpa adinda


 


Biji nangka jangan ditelan

Bia ditelan pasti tercekik

Hatiku sedih putus keinginan

Karena lama merindukan adik


 


Biji pauh ditanam orang

Sudah besar berbuah pula

Hati rusuh bukan kepalang

Habislah tabah menanti dinda


 


Buah kuini masak di batang

Pagi hari banyak yang jatuh

Biar ku mati dalam membujang

Karena menanti adik yang jauh


 


Buah mentimun di tepi tasik

Habis wangi dikonsumsi belalang

Sudah bertahun ku nanti adik

Hatiku remuk bukan kepalang


 


Buluh perindu dibuat suling

Bunyinya merdu mendayu-dayu

Menahan rindu badanku kering

Dinda tak ingin mengambil tahu


 


Bukan perahu sebarang perahu

Perahu kolek tidakkan tenggelam

Bukan rindu sebarang rindu

Rindu kan adik siang dan malam


 


Hari minggu orang berjalan


Membawa badik jadi senjata

Hatiku rindu bukan bikinan

Kepada adik sebiji mata


 


Hendak berburu orang dah pergi

Biarlah hamba duduk menunggu

Hendak bertemu dinda tak sudi

Biarlah hamba menanggung rindu


 


Dari pulau menjala ikan

Dapat pari dibuat pindang

Hati gundah tiada tertahan

Mabuk menanti adik seorang


 


Dapat kolek pergi kejayuh

Air pasang berhenti dulu

Mengingat adik lah pergi jauh

Matilah kakak menanggung rindu


 


Batang selasih telah meranting

Lapuklah batang dahan pun layu

Orang kukasih telah berpaling

Mabuklah dagang menahan rindu


 


Sayang balam mati tercekik

Makan putik buah mengkudu

Siang malam kunanti adik

Badanku letih menahan rindu


 


Bunga kenanga kembang sekaki

Rupanya semok kelopak mekar

Sungguhlah usang abang menanti

Mengapa adik tak beri kabar


 


Kalau tak ada sagu bertampin

Mengapa rumbia ditebang orang

Karena tak ada rindu ke lain

Mengapa usang kakak tak tiba


 


Belilah baju serta selendang

Untuk digunakan ke helat jamu

Hatiku rindu kepada abang

Hajat sampai mampu bertemu


 


Alangkah sayu hati di dalam

Mendengar guruh dayu mendayu

Abang merayu siang dan malam

Gemetar badan menahan rindu


 


Buluh kasap beruas panjang

Sembilunya tajam bagaikan pisau

Tidur tak lelap makan tak kenyang

Mengenang kakanda jauh di rantau


 


Dari pulau menjala hiu

Pulang pergi orang berlayar

Hati galau menahan rindu

Abang pergia tiada kabar


 


Buah pauh di tepi ladang

Dimakan tupai menjadi wangi

Susah sangat menanti kakak

Badan terkulai hatiku remuk


 


Batang menunggu mati ditebang

Ditebang orang untuk perahu

Abang dinanti pagi dan petang

Hatiku sangsi bercampur pilu


 


Buluh perindu buluh terkemuka

Banyak telah disebut orang

Hatiku rindu sudahlah lama

Adik juga tak ingat kakak


 


Buluh perindu diberi nama

Ditiup angin bergoyang-goyang

Hatiku rindu tiada terperi

Karena adinda lama tak datang


 


Kalaulah batangnya dihimpit kayu

Mengapa kupandang tegak lurus

Kalaulah abang sakit merayu

Mengapa kakak tak nampak kurus


 


Tentu batangnya tampak lurus

Karena kayunya telah dibuang

Tentu kakak tak nampak kurus

Kita bertemu sakitku hilang


 


Air pasang singgahlah dahulu

Dapat berhenti di pulau karang

Hatiku ragu-ragu bertambah pilu

Ingat kekasih dirantau orang


 


Air dangkal ikannya jinak

Ditangkap orang setiap hari

Hati mengkal dadapun kemak

Mengharap abang datang kemari


 


Kalau tak ada sagu bertampin

Mengapa rumbia ditebang orang

Kalau tak ada rindu ke lain

Mengapa usang kakak tak datang


 


Air keruh bertambah keruh

Musim kemarau makin panjang

Hatiku rusuh bertambah rusuh

Karena gelisah menanti abang


 


Angin ribut bertambah ribut

Banyaklah kapal patah kemudi

Ingin diikut belumlah pantas

Hendak ditinggal tak sampai hati


 


Bila lancang singgah di teluk

Sesudah timpas pasangpun datang

Apabila kakak telah menjenguk

Rindu ku lepas dadapun lapang


 


Baji kayu pembelah tiang

Ditukul orang beramai-ramai

Hatiku rindu tiada kepalang

Karena abang lama tak hingga


 


Patah pasak dalam kemudi


Patah di ruang bunga kiambang


Kalaulah tidak berjumpa lagi


Bulan yang terang sama dipandang


 


Bintang barat terbit petang


Bintang timur terbit pagi


Jika tidak melarat panjang


Ada umur ketemu lagi


 


Asap api embun berderai


Patah galah haluan perahu


Niat hati tak mahu bercerai


Kehendak ALLAH siapa yang tahu


 


Buah pauh, delima kerikil


Anak sembilang di tapak tangan


Walau jauh di negeri Satu


Hilang di mata, dihati jangan.


 


Di atas dahan burung tempua


Melihat rusa tepi perigi


Salam perpisahan untuk semua


D ilain periode bersua lagi.


 


Bunga seroja di atas para


Jatuh ditimpa buah berangan


Andai ada tersilap bicara


Kemaafan jua aku pohonkan.


 


Jambu merahdi dinding


Jangan murka just kidding


 


Kalau punya gigi ompong


cepat cepat ke dokter gigi


bila jadi anak sombong


pasti nanti jadi rugi.


 


jalan-jalan ke pinggir empang


nemu sendok di pinggir empang


hati siapa tak bimbang


saya gundul minta dikepang


 


Buah kedondong Buah atep


Dulu waria sekarang tetep


 


Buah semangka buah duren


Nggak nyangka gue keren


 


Buah semangka buah manggis


Nggak nyangka gue elok


 


Buah apel di air payau


Nggak level layauuuuuuu…..


 


Disini resah, Di sana linglung


mangnya yummy, engga nyambung….


 


Jambu merah di dinding


Jangan marah just kidding


 


Jauh di mata, bersahabat di hati


Jauh di hati, bersahabat di mata


Jauh-dekat tujuh ratus perak


 


Men sana in corpore sano


Gue maen ke sana, Elo maen ke sono!


 


Di sana gunung, di sini gunung,


Di tengah-tengah bunga melati


Saya resah kamu pun resah


Kenapa ada bunga melati


 


Mancing ikan di kolam tetangga


Manjat jambu di pohon tetangga


Sungguh lezat punya tetangga


Maen-maen ke rumah tetangga yok !!!


 


buah kedondong, buah tomat


elu bodong memang amat


 


 


Anak-anak main gansing


Gansing yang dibuat dari kayu


Sekarang saya pangling


Wajah kamu makin ayu


 


Sore-sore jalan-jalan


Mampir ke toko beli buku


Engkau bagai seorang nelayan


Mampu sekali menjaring hatiku


 


Bunga melati jangan dipetik


Kalau dipetik akan layu


Senyum kamu bagaikan listrik


Yang mampu menyetrum hatiku


 


Anisa pergi ke pasar


Ditemani Ibu Rahayu


Hatiku makin berdebar


Memandang wajahmu yang ayu


 


Ada kuda makan rumput


Monyetpun makan pisang


Hatiku telah terpaut


Pada dirimu seorang


 


Penari kuda lumping makan kaca


Kalau telah jadi kesurupan


Engkau memang tiada saing


Wajahmu betul-betul rupawan


 


Pergi ke Solo beli batik


Kain batik bergambar bulan sabit


Wajahmu memang bagus


Bagai bidadari turun dari langit


 


Mawar jangan dipetik


Kalau dipetik tertusuk duri


Hatiku kian kepincut


Dirimu bagaikan sang peri


 


Pergi ke toko beli busana


Busana wanita warnanya biru


Wajahmu memang mempesona


Membuat rontok hatiku


 


Pekalongan kota batik


Batik indah dilihat mata


Beribu-ribu gadis bagus


Hanya engkau yang saya cinta


 


Pergi ke warung beli petasan


Petasan meledak dipintu gerbang


Aku merasa tak bosan


Bila wajahmu kupandang


 


Pergi ke pasar beli terasi


Terasi yummy dari Maluku


Engkau bagaikan polisi


Mampu memborgol hatiku


 


Burung nuri burung gelatik


Bila dipandang tak akan jemu


Monalisa memang anggun


Tetapi lebih anggun dirimu


 


Pagi-pagi ada tamu


Tamu jauh dari Samarinda


Bila kutatap bola matamu


Terasa ada kesejukan disana


 


Pagi-pagi kita mandi


Jangan lupa pakai sabun amis


Dirimu mirip Srikandi


Mampu memanah hati ini


 


Kembang gula di perigi

Untuk saya minum jamu

Kemana pun kamu pergi

Aku selalu rindu kau


Di hutan banyak lebah madu


Rasanya bagus, disuka pemburu

Kamu saja adalah cintaku

Dan aku amat sayang padamu


Kelap kelip bintang bertaburan

Begitu indah bagai berlian

Sungguh banyak pria menawan

Hanya kakak yang ku rindukan


Lama berpisah dengan si Rita

Teringat dia di dalam angan

Indahnya cerita antara Kita

Kini cuma tinggal kenangan


Beli paku sama si Ratu

Beli jamu sama si Anya

Cintaku cukup satu

Untuk kau selamanya


Kelap kelip bintang menari

indah bagai mata bidadari

kanda kuharap menjaga diri

untuk diriku sampei ku kembali


Menulis Buku di selesai tahun

Bersandarkan suatu kayu

Cintaku mirip daun

Yang tak akan pernah layu


Naik Onta lihat Pemandangan

Makan Bubur ditambah Cuka

Biarlah Cinta dan Kenangan

Kan Terkubur bareng Luka


Di sana sini bunga pun kembang

Senanglah kumbang tinggal sendiri

Putuslah sudah kasih dan sayang

Jangan di harap beliau kembali


Sungguh malangnya hidupmu bunga

Janganlah layu sebelum kembang

Tentulah diri akan merana

Karena bunga tiada berdaya


Dinda manis tinggi semampai

Dada bidang rambut mengurai

Putih melepak lembut gemulai

Kekanda menyaksikan rasa terkulai


Walau banyak bunga di taman

Bunga mawar masih diingat

Walau banyak ku punya sahabat

Dalam hatiku dinda seorang


Taman hati tak akan hilang

Karena disiram air setia

Kekasih hati tak akan terbang

Karena selalu saling percaya


Kemanapun kaki melangkah

Aku selalu mengurai doa

Kemanapun cinta merambah

Aku selalu mengurai setia


Baju putih dikira kunti

Lagi nunggu di pohon jambu

Seribu jalan kunanti

Bila melangkah bersamamu


Ikan gurita panjang tangannya

Ikan gurame banyak durinya

Kalaulah cinta mana buktinya

Sumpah dan janji tiada artinya


Waktu TK dibantu guru

Waktu Sekolah Dasar belajar baca

Waktu saya ketemu kau

Langsung aib dan tertarik


Buat apa naik unta

Kalau enggak hingga ke Mekkah

Buat apa main cinta

Kalau enggak hingga menikah


Di sana gunung di sini gunung

Di tengah tengahnya bunga melati

Aku ini sedang merenung

Menunggu sang pujaan hati


Beli buku sama ani

Lebih murah beli margarin

Bagiku malam ini

Tak seindah malam kemarin


Di pinggir bak makan bubur.

Jangan lupa pakai keripik

Dari semalem aye ga bisa tidur

Selalu teringat wajahmu yang elok


Kelap kelip di tengah malam

Ku lihat bintang sungguh menawan

semoga cinta banyak rintangan

ku jaga cinta dengan kesetiaan,,,


Kelap kelip bintang seribu

Indah mempesona di tengah malam

Sungguh aku sedang merindu

Rindu di hati yang terdalam,,,


Ada udang di balik kerikil

Ada ular di balik bambu

Hartaku hanyalah satu,


yaitu senyumanmu, eeeeaaaa




KUMPULAN PANTUN HUMOR


Ada padi, Ada jagung

Ada singkong, Ada pepaya

Panen ni yeeeeeeeeeeeee!


Disini bingung, Disana linglung

mangnya enak, engga nyambung….


Buah semangka berdaun sirih

Buah ajaib kali yah?????????


Jalan kaki ke pasar gres

Jauh boooooooooooo….


Disana gunung, disini gunung,

Ditengah-tengah bunga melati

Saya resah kau pun resah

Kenapa ada bunga melati ???!?


banyak-banyak menabung

kagak nyambung


buah manggis buah pepaya

cewek elok siapa yg punya


Makan Jengkol Perut Melilit

Doyan Miscall pulsa dikit..!!


dahulu delman sekarang dokar

dulu sahabat sekarang pacar


daganges depan sekolah

sms, laah……….!!!


makan kue, minum sekoteng

gue emang tampan


buah kedong-dong buah tomat

Elu bodong amat


buah duren di pohon beringin

rese’ banget tuch duren….


ayam kurus bulunya banyak

rugi banget yang beli………


kakak monyonk adik memble

keturunan jelek kali ye…


Pergi ke pasar, nyari obat gatal

Dasar, Gak modal!!


buah mangga buah manggis

ternyata ada cewek maniez


PANTUN HUMOR TERBARU


 



  1. Anak ayam nelan kedondong

    kenalan dong …

  2. Kepangkalan naik ojek ,

    Kenalan dong jack….

  3. Ada parasit di atas stupa

    Emang loe siapa …

  4. Beli batik ke Surabaya

    Adik manis siapa yang punya

  5. Makan acar dikulum-kulum

    Udah punya pacar belum

  6. Makan acar di Rawalo

    Boleh dong jadi pacar loe …

  7. Ngangkut pasir pake andong

    Naksir gue, antri dong….

  8. Ikan teri naik andong

    Antri Dong ….

  9. Ikan hiu surfing di google

    I love U girl

  10. Ikan hiu main layang-layang

    I love u sayang

  11. Ikan hiu pergi ke Sidney

    I love u honey

  12. Ikan hiu kesandung watu

    I love U too

  13. Abang kumis digigit hiu

    I miss U

  14. Abang kumis kesandung kerikil

    I Miss U too….

  15. Ikan Hiu makan kurma

    I love U mama

  16. Ikan Hiu di atas stupa

    I love U papa

  17. Ada kepiting makan krupuk

    Kita chating yuk

  18. Ada semut ketimpa tangga

    kamu imut juga

  19. Kue Lapis disantap semut

    Emang gue elok and imut

  20. Ian Kasela Makan kedondong

    Jangan Suka nyela dong

  21. Kuping dijewer Pake jari

    Swuer Gue masih sendiri

  22. Kuping dijewer mata jadi belo

    Swuer Gue masih jomblo

  23. Pake Pakaian Nggak Pake Handuk

    Kita Jadian yuk ….

  24. Buah labu Buah kedondong

    Mau Dong ….

  25. Ada Pertapa kena sikut

    Siapa takuut…

  26. Ada Semut Di atas Stupa

    Loe Imut Juga

  27. Ada Semut Pake Helm

    Gue imut Dan juga kalem ….

  28. Ikan hiu minum sekuteng

    Kamu emang ganteng

  29. Ada kuman Maling Loyang

    Cuman Kamu Yang paling saya sayang

  30. Kuman Mati Kecebur tinta

    Cuman Kamu yang kucinta

  31. Kuman mati kena Temiti

    Cuman Kamu yang saya nanti

  32. Main gundu main layang-layang

    Aku rindu sama kau sayang

  33. Makan Sambal Mata Makara belo

    Emang Gombal Loe

  34. Sibuta Jadi Tukang Parkir

    Kalo sudah cinta kenapa mikir

  35. Tukul Arwana makan krupuk

    Kita kemana yuk…

  36. Gita Gutawa Jalan ke priuk

    Kita Jalan yuk ….

  37. Doraemon Makan Krupuk

    Kita Kemon yuk….

  38. Bareng Katon Makan Krupuk

    Kita nonton yuk …

  39. Anak Kembar makan duren

    Apa kabar Friend

  40. Sikat gigi pake odol

    Selamat Pagi Dodol….

  41. Sikat gigi Diatas loyang

    Selamat pagi sayang…

  42. Pak camat abis sikat gigi minum sekuteng

    Selamat Pagi Juga Ganteng ….

  43. Pak camat nabrak tiang listrik

    Selamat siang Cantik …

  44. Pak camat nabarak tiang Peyangga

    Selamat siang juga

  45. Pak camat Makan kare

    Selamat sore …

  46. Pak camat beli meja pualam dan baju batik

    Selamat malam anggun…

  47. Pak camat makan bubur kacang

    Selamat Tidur sayang….

  48. kudapan manis lapis di makan semut

    gue manis n juga imut

  49. Mulan jamilah makan kedondong

    ya iyalah masak ya iya dong …

  50. Ada petir nyambar Andong

    Traktir Gue dong

  51. Bang jampang main catur

    Gampang mampu dikontrol

  52. Pohon Pinang Di sambar petir

    Tenang…nggak usah kuatir ….

  53. Ada Buaya kena palu

    Kebanyakan gaya loe

  54. Ikan Cucut makan kedondong

    Jangan Cemberut Dong

  55. Lampu Merah Diterjang Andong

    Jangan Marah dong ….

  56. Pake Helm Naik Ojek

    Kalem Jack ….

  57. Kue klepon Di atas loyang

    Telpon Gue dong Yank…

  58. Kue klepon di makan anjing

    Telpon gue dong cing….

  59. Kue klepon disantap buaya

    Gue tunggu telponnya yach….

  60. Marimin nari salsa di atas andong

    Kirimin Pulsa Dong ….

  61. Pake sandal Kaki Kesleo

    Dasar nggak modal Loe

  62. Ada Duit Beli Permen

    Just Do It Men

  63. Ke Pantai Naik Ojeng

    Santai aja jack…

  64. Gatot Kaca di hajar supermen

    Ngaca dong men..

  65. Beli ketumbar bersamaojek

    Yang tabah ya jack …

  66. Kalender di pangkalan ojek

    Jangan Minder Jack

  67. Mata merah perut Kenyang

    Jangan marah dan cemberut dong sayang …

  68. Kucing Garong Lagu yang riang

    Jangan Bengong dong sayang …

  69. Buah timun buah kedondong

    Jangan bengong dong

  70. Pak dukuh beli Andong

    Jangan menduakan dong

  71. Gorila makan kedondong

    Jangan Gila… dong…

  72. Kepersia naik andong

    Rahasia..dong…

  73. Dewi Persik Pake rok mini

    Lebih asyik kalo kamu di sini

  74. Dewi Persik makan Timlo

    Nggak Asyik loe

  75. Dewi Persik Naik ojek

    Nggak asyik loe Jack

  76. Dewi Persik naik andong

    Jangan berisik dong

  77. Pak Camat makan bihun kuah

    Selamat ulang tahun yach…

  78. Bang jampang naik ojek

    Gampang jack …

  79. Bang mamat kecemplung sumur

    Selamat panjang umur …

  80. Pak Camat makan mangga

    Selamat Berbahagia

  81. Bang mamat makan mie kuah campur kacang

    Met ultah ya sayang …..

  82. Lagi sembelit makan kedondong

    Jadi Orang Jangan pelit dong

  83. Makan sambel Campur kedondong

    Jangan Bikin Sebel dong

  84. Ada Gerbong ngangkut Kedondong

    Jadi orang Jangan Sombong dong

  85. Changcuter makan krupuk

    Muter-muter yuk ….

  86. Nganter cucian Ke Honolulu

    Kasian Deh loe ….

  87. Anak gadis Nyolong Permen

    Jangan sadis dong men

  88. Zarah Azhari naik Andong

    Jangan nyerah gitu dong

  89. Calo pake Helm cakil

    Loe Emang Gokil

  90. Bunga Kamboja Di Samping kubur

    Jangan lupa berdo’a ya sebelum tidur

  91. Melati Untuk marvel

    Makara orang jangan Bawel

  92. Indah kalalo Pake Sabuk Pengamnan

    Walo sibuk jangan lupa makan

  93. Bawa Parafin pake Andong

    Maafin gue dong

  94. Masak lodeh pake Kompor Parafin

    Iya…deh Gue maafin ….

  95. Ananda Mikola ikut balap Andong,

    Jangan Suka Kalap dong

  96. Sutan Jorgi Buka bengkel andong ,

    jangan suka membuatjengkel dong

  97. Sikembar makan permen ,

    Sabar dong man

  98. Ada Kepiting Naik Ojek,

    Positive Thingking dong Jack

  99. Spong Bob makan krupuk

    Bobo yuk….

  100. Ke Bali bareng Si Boss,

    Beliiii….Bosss……


 


 


Pergi ke kedai buru-buru

Hendak berbelanja gula Melaka

Malaysia maju rakyat sentosa

Negara aman bebas merdeka


 


Sesak sangat di kaki lima

Penat berjalan sakitlah peha

Malaysia Boleh slogan bersama

Asalkan ada daya perjuangan


 


Terketar-ketar si pedagang roti

Hendak seberang sebatang titi

Berbudi bahasa hormat menghormati

Jadilah warga bagus pekerti


 


Dapur kotor mahu disental

Habis tertumpah kuah laksa

Jatidiri hendaklah kental

Semangat waja membangunkan bangsa


 


BURUNG PUYUH TERBANG KE HULU,


HINGGAP MERPATI DI DAHAN SAGA,


SEMASA BELAJAR JANGANLAH JEMU,


APABILA TUA TIDAK KECEWA.


 


PADI SERENDAH DIMAKAN ANGSA,


ORANG MENJAJA UBI KELADI,


JIKA MUDAH BERPUTUS ASA,


SEGALA KERJA TIDAK MENJADI.


 


IKAN KELI DAN IKAN HARUAN,


DITANGKAP ORANG DENGAN JALA,


WAJAH CANTIK BUKAN UKURAN,


BUDI BAHASA PALING UTAMA.


 


PETIK BUAH TERUNG,


SIMPAN DALAM PETI,


JANGAN CAKAP BOHONG,


NANTI ORANG BENCI.


 


MAIN PUSING-PUSING,


MUKA JADI MERAH,


JANGAN BUAT BISING,


NANTI CIKGU MARAH.


 


EMAK PERGI KE PASAR,


MEMBELI BUAH KELAPA,


APABILA SAYA BESAR,


MEMBANTU IBUBAPA




PANTUN SATU MALAYSIA


Jika adik pergi ke pasar,


Bawa bareng bakul sayur,


Konsep utama satu Malaysia,


Mengutamakan rakyat merentasi semuanya.


 


Setelah penat jalan di taman,


Menghirup udara terasa nyaman,


Tujuan utama satu Malaysia,


Perkongsian lezat secara bareng .


 


Persekitaran yang indahnya suasana,


Menjadi opsi semua hidupan,


Tidak mengenepikan pembangunan bumiputera,


Rakyat dan negara meraih kejayaan.


 


Matahari terbit terjadinya siang,


Buat kerja jangan khilaf,


Kejayaan Malaysia namanya terbilang,


Mencapai kejayaan yang diiktiraf.


 


Rajin sangat anak dara,


Tangan berkerja sangat tangkas,


Rahsia menjadi pemajmukkan negara,


Rukun Negara menjadi teras.


 


Bunga mawar untuk si gadis,


Menjadi pengikat bujang dara,


Rukun Negara menjadi teras,


Begitu juga Perlembagaan Negara.


 


Bendera naik bangun tegak,


Memberi hormat pada bendera,


Rakyat Malaysia mempunyai hak,


Tanggungjawab terhadap pertumbuhan negara.


 


Banyak sangat kambing-kambing,


Berkumpul bareng di pohon rending,


Terdapat lapan nilai utama,


Yang utama hidupkan budaya.


 


Pasar malam gerai dibuka,


Menjadi acuan gerai laksa,


Nilai yang perlu satu Malaysia,


Ketabahan, rendah hati adalah nilainya.


 


Rajin sangat menanam bunga,


Bunga ditanam bunga kekwa,


Nilai yang pasti satu Malaysia,


Kesetiaan terhadap raja dan negara.


 


 


 


Berjalan bertatih tepian dulang,


Semasa meniti berhati-hati,


Pegangan utama rakyat cemerlang,


Pentingkan pendidikan dan intergriti.


 


Indah sangat situasi malam,


Senyap sunyi kondusif terasa,


Transformasi pengurusan Hal Ehwal Islam,


Meneraju ide satu Malaysia.


 


Anak kecil berteriak suka,


Riang bermain jongkang kongket,


Pegerakan utama satu Malaysia,


Menstruktur semula perpaduan rakyat.


 


Orang takut hari akhir zaman,


Jika takut taubat secepatnya,


Meningkatkan nilai kesejahteraan rakyat,


Pegangan konsep satu Malaysia.


 


Puteri Jawa sudah datang,


Menghadap sembah raja berdaulat,


Semua kita harus bersedia,


Menghadapi segala anasir jahat.


 


Air kelapa telah habis,


Menjadi menu terhadap khalifah,


Anasir jahat mesti dibanteras,


Agar negara tidak pecah belah.


 


Air pasang mudik ke hulu,


Balik nanti airnya surut,


Untuk membentuk negara maju,


Mengambil kira kebutuhan rakyat.


 


Hari telah bertukar ganti,


Tidak terasa berlalu abad,


Perlu ditiup semangat generasi,


Untuk berkhidmat terhadap Malaysia.


 


Gembala kambing pergi ke padang,


Ingin menjenguk rumput-rumput,


Mencapai impian yang cemerlang,


Faedahnya terhadap seluruh rakyat.


 


Harimau dikandang sedang mengaum,


Monyet disangkar leka makan,


Utamakan rakyat tidak mengira kaum,


Semua tidak tercicir dari pembangunan.


 


Elok-manis bergurau senda,


Jagalah santun dan tindakan,


Semasa kerja jangan leka,


Bertanggungjawab dan berintegriti jadi pegangan.


 


Pulau Langkawi sungguh damai,


Asal Mahsuri berdarah putih,


Kita janganlah terlalu lalai,


Jadikan pekerajaan sebagai akidah.


 


Pasangan ombak yakni pantai,


Pantai kawasan singgah perahu,


Semua harapan akan tercapai,


Jika kita bersatu padu.


 


Gagak terbang pulang ke benua,


Singgah sebentar tempat Kalimantan,


Strategi utama penyatuan Malaysia,


Rakyat didahulukan pencapaian diutamakan.


 


Niat hati kahwin putera,


Putera kahwin puteri sahaja,


Ikut arus perkembangan dunia,


Harus ada satu bangsa.


 


Sunyi sepi situasi hutan,


Burung kedengaran bersiul-siul,


Negara maju, selamat dan kondusif,


Dapat berkompetisi negara luar.


 


Anak Cina main tanglung,


Anak Melayu turut menumpang,


Cita rasa rakyat Malaysia,


Sejajar Perlembagaan Persekutuan dan Rukun Negara.


 


Meliuk lentok bunga lalang,


Ditiup angin sepoi-sepoi bahasa,


Malaysia menuju segenap bidang,


Disegani oleh seluruh dunia.


 


Jalan-jalan ke Kuala Lumpur,


ambil gambar Tugu Negara,


Kita bangkit kita berfikir,


Bertindak sebagai bangsa Malaysia.


 


Pergi berdua naik sampan,


Sampan di kayuh menuju muara,


Layani dan penuhi segala kebutuhan,


Tanpa menerka kaum dan agama.


 


Daun keladi di timpa hujan,


Air jatuh ke tanah senang,


Pemimpin melayani kehendak dan keperluan,


Setiap etnik masing-masing.


 


Burung merak menari-nari,


Sebagai tanda menyambut tiba,


Wakil rakyat bertindak melepasi,


Sempadan kaum masing-masing.


 


Pipit di dahan meloncat-loncat,


Melihat perahu sudah tenggelam,


Satu Malaysia harmonikan rakyat,


Tanpa mengubah identity kaum.


 


Masak lepat dikemas kukus,


Makara hidangan tetamu kita,


Pemimpin kerajaan mengerjakan peran,


Demi kepentingan rakyat jelata.


 


Waktu senja masuk hutan,


Ingin mencari banyak buluh,


Sikap penerimaan antara kaum,


Membawa perpaduan yang utuh.


 


Masak Lombok mesti bersatu,


Agar nampak lebih berseri,


Satu Malaysia amat perlu,


Pemimpin dan rakyat berintergriti tinggi.


 


Kalau batu campur beras,


Asingkan ea dengan tangan,


Komitmen kita kepada peran,


Menjadi senjata ampuh kejayaan.


 


Bangun pagi terasa malas,


Rezeki masuk jua lambat,


Pemimpin sarat pengabdian dan nrimo,


Dapat dukungan dan dihormati rakyat.


 


Ikan kembung digaul kunyit,


Kunyit sebagai penambah rasa,


Negara bangsa lahirkan rakyat,


Punya sikap kesamaan dan kekitaan.


 


Tsunami tiba bawa peristiwa,


Itulah praduga bukan sial,


Tiga prinsip satu Malaysia,


Penerimaa, kenegaraan dan keadilan sosial.


 


Rumah kuat kerana sendi,


Tetapi jangan dibina tepi laut,


Sistem isyarat utama prestasi,


Pengukur pencapaian perkhidmatan rakyat.


 


Mari kita tanam halia,


Ambil sedikit buat juadah,


Rahsia untuk kita berjaya,


Kikis sikap mudah menyerah.


 


Pak Imam perlu disegani,


Menjadi tanduk kebanggaan kita,


Sifat berhemah dan berbudi,


Menjadi amalan hidup kita.


 


Apalah tanda batang kulim,


Batang kulim rending pokoknya,


Perkara terbaik setiap kaum,


Mendapat penerimaan penduduk Malaysia.


 


Berhati-hati merendam kain,


Supaya kain kekal anggun,


Kesetiaan akan membina akidah,


Menjalin ikatan dua pihak.


 


 


 


Kalau habuk ada serbuk,


Kalau campak ada tompoknya,


Meritokrasi pastikan mereka patut,


Menjadi pemacu pembangunan negara.


 


Adik ke sungai leka berenang,


Masuk  waktu berhenti main,


Pendidikan dan wawasan prasyarat penting,


Mana-mana negara mencapai kejayaan.


 


Jika adik ke pasar,


Bawa bareng bakul sayur,


Wahai semua rakyat Malaysia,


Berkorbanlah untuk Malaysia kita.


 


Buku-buku tersusun berbaris,


Tersusun manis satu para,


Negeri Malaysia ada empat belas,


Bersatu di bawah satu Malaysia.


 


Buah saga warnanya merah,


Musimnya tiba bulan November,


Janganlah kita cepat terpengaruh,


Dengan hasutan orang luar.




Demikianlah artiekel dari dosenmipa.com mengenai Pantun Pendek : Lucu, Buat Temen, Pendidikan, Nasihat, Anak, 2 Baris, Cinta, Teka teki, Agama, Tua, Sekolah, Sahabat, Nembak Cewe, Gombalan Maut, Jomlo Bahagia, biar artiekl ini bermafnaat bagi anda semuanya.



Sumber yu.com


EmoticonEmoticon