data-id="4812"
data-slug="">
Pengertian Qudrat
Daftar Isi Artikel
Qudrat (Kuasa) adalah sifat pasti ada pada dzat Alllah yang mungkin dengan kekuasaan-Nya, Dia berkehendak merealisasikan atau menghapus segala sesuatu. Kekuasaan-Nya yang tidak terbatas.
Kekuasaan-Nya mencakup terhadap segala sesuatu. Dia kuasa untuk merealisasikan segala sesuatu sesuai dengan kehendak-Nya atau Dia juga kuasa untuk meniadakan segala sesuatu yang diinginkan-Nya.
Sudah menjadi hal yang pasti bahwa kekuasaan Allah berbeda dengan kekuasaan insan yang mempunyai kekurangan dan keterbatasan. Kekuasan Allah tidak ada yang mampu membatasi-Nya.
Jika Allah sudah berkehendak melakukan atau tidak melakukan sesuatu, maka tidak ada suatu pun makhluk yang bisa menangkal-Nya atau memberi rekomendasi kepada-Nya.
Jelasnya, Allah memiliki sifat Qudrat (Kuasa) ialah sifat yang mungkin dengan kekuasaan-Nya, Dia berkehendak merealisasikan atau menghapus segala sesuatu.
Baca Juga : Wahdaniyah Artinya
Dia kuasa untuk memperlihatkan hal hal yang bagus, keberhasilan, kesehatan dan sebaliknya dia juga berkuasa untuk mendiadakannya, berkuasa merobah kenikmatan menjadi bencana, kesehatan menjadi penyakit, kemudahan mejadi kesusahan, dan keberhasilan menjadi kegagalan. Dia berkuasa atas segala sesuatu yang diharapkan-Nya.
Allah berfirman dalam surat al-‘Imran ayat 26-27 yang berbunyi:
”Katakanlah: Ya Allah yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engaku cabut kerajaan dari orang yang Engkau harapkan. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau harapkan.
Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau maha kuasa atas segala sesuatau. Engkau masukkan malam kedalam siang dan Engkau masukan siang kedalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau beri rizki siapa yang Engkau inginkan tampa batas ”
Makanya tidak patut bagi manusia bersifat arogan, arogan dan bangga dengan kekuasaan yang dimilikinya, alasannya sebesar apa pun kedigdayaan kekuasaan manusia, tetap kekuasaan Allah niscaya lebih besar dan lebih jago.
Bahkan jikalau Allah berkehendak menghilangkan kekuasaan insan, maka dalam sekejap mata saja kekuasaanya bisa hilang dan beliau tidak berdaya untuk mempertahankannya.
Baca Juga : Al Waliyy Artinya
وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُعْجِزَهُ مِن شَيْءٍ فِي السَّمَاوَاتِ وَلاَ فِي الأَرْضِ إِنَّهُ كَانَ عَلِيماً قَدِيراً
”Dan tiada sesuatu pun yang dapat melemahkan Allah baik di langit maupun di bumi. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.” (al-Fatir: 44)
Adapun kebalikan dari sifat kuasa adalah sifat al-’Ajzu (tidak kuasa atau lemah), pasti Ia tidak akan kuasa meciptakan alam raya yang sangat menakjubkan ini. Karena itu, tidak mungkin bagi Allah memiliki sifat lemah.
Hikmah & Atsar
Seorang ayah yang bijaksana, berhasil dan shalih hidup bersama keluarganya dengan bahagia. Setelah usianya 65 tahun beliau terkena serangan jantung yg mengharuskannya menjalani operasi, Setelah 2 kali operasi, bukannya sembuh ia malah mesti mengalami realita pahit, ia kena virus jahat melalui tranfusi darah yg ia terima. Ia mesti mendapatkan realita yang ada. Ia akan secepatnya meninggal.
Baca Juga : Qiyamuhu Binafsihi Artinya
Melihat kondisi sang ayah yang sudah tidak berdaya, paras yang pucat dan rambutnya yang habis rontok, Anaknya yang duduk disamingnya di rumah sakit berkata: “Mengapa Allah memilih ayah untuk menderita penyakit itu?”
Ayahnya menjawab dengan lembut: Ketika saya sukses aku tidak pernah bertanya kepada Allah “mengapa aku sukses”. Begitu pula saat saya sehat aku tidak pernah mengajukan pertanyaan kepada Allah “mengapa saya sehat”. Makara ketika aku dalam kesakitan, tidak semestinya juga saya bertanya kepada Allah “Mengapa aku menderita penyakit?”.
Dalam hidup ini kadang kadang kita merasa hanya layak menerima hal hal yang baik, kesuksesan yg mulus, kesehatan dll. Ketika kita menghadapi hal yang sebaliknya, penyakit, kesulitan, kegagalan, kita menganggap Allah tidak adil. Sehingga kita merasa berhak untuk menggugat Nya.
Maka, bersyukurlah dengan apa yang telah diberikan Allah kepada kita, baik atau buruk, kesehatan atau penyakit, keberhasilan atau kegagalan. Manusia itu lemah dan memiliki keterbatasan, sedang Allah Maha Kuasa memiliki segala keinginanyang tidak terbatas.
Baca Juga : mukhalafatu lil hawaditsi artinya
Qudrat (ﻗﺪﺭﺓ) Maha Kuasa.
Artinya adalah, Allah itu Dzat yang Kuasa. Dengan sifat itulah Allah mewujudkan atau menghapus segala sesuatu yang diharapkan, begitu juga Allah kuasa melenyapkan apa saja berdasarkan kehendak- Nya. Seperti firman Allah dalam Surat Al- Baqarah, ayat: 20, yang berbunyi:
”… Jikalau Allah menghendaki, pasti Dia melenyapkan telinga dan pandangan mereka. Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu.” (Q.s. Al- Baqarah: 20)
Dalam firman Allah yang lain, yang berbunyi :
”Jika Dia inginkan, pasti Dia musnahkan kamu dan menghadirkan makhluk gres (untuk mengambil alih kau). Dan yang demikian tidak sukar bagi Allah.” (Q.s. Fathiir: 16-17)
Diantara sifat yang wajib bagi Dzat Yang Wajib Ada itu ialah “Kuasa” (Qudrat). Ia yaitu sifat yang dengannya, Dzat Yang Wajib itu menyelenggarakan dan menghapus apa yang diinginkan- Nya.
Baca Juga : Al Muhshii Artinya
Bila telah terperinci, bahwa Dzat Yang Wajib itulah yang menciptakan alam semesta berdasarkan keinginanIlmu dan Iradat- Nya, maka tidak mampu diragukan lagi bahwa “ Ia Berkuasa” dengan pasti. Dan tidak lain makna Qudrat, kecuali Kekuasaan yang sarat dan mutlak seperti ini.
Kekuasaan Allah adalah kekuasaan yang sempurna, tidak terbatas dan tidak ada kekuasaan lain yang mampu menghalangi kekuasaan Allah. Seluruh alam yang luas dan kokoh berpengaruh ini, mungkin hanya sebagian kecil dari alam yang sebetulnya. Mungkin ada berjuta- juta matahari, bumi dan bulan serta bintang- bintangnya pula, dan ilmu kita manusia belum dapat menyelidikinya
Baca Juga : Al Hamid Artinya
Sumber yu.com
EmoticonEmoticon