data-id="2631"
data-slug="">
5
/
5
(
4
votes
)
Pengertian Pantun
Daftar Isi Artikel
Pantun yaitu puisi Melayu orisinil yang cukup mengakar dan membudaya dalam penduduk . Pantun merupakan salah satu jenis puisi lama. Lazimnya pantun terdiri atas empat larik(atau empat baris jikalau dituliskan), bersajak ab-ab ataupun aa-aa. Pantun pada awalnya merupakan sastra verbal namun kini ditemui juga pantun yang tertulis.
Semua bentuk pantun terdiri atas dua bab: sampiran dan isi. Sampiran yakni dua baris pertama, kadang kala tentang alam (tanaman dan fauna), dan biasanya tidak mempunyai kekerabatan dengan bab kedua yang memberikan maksud. Dua baris terakhir ialah isi, yang merupakan tujuan dari pantun tersebut.
Karmina dan Talibun merupakan bentuk puisi lain yang mirip dengan pantun, dalam artian memiliki bagian sampiran dan isi (dijelaskan tersendiri).
Struktur Pantun
Menurut Sutan Takdir Alisjahbana fungsi sampiran terutama mempersiapkan rima dan irama untuk memudahkan pendengar mengerti isi pantun. Ini mampu dipahami sebab pantun ialah sastra ekspresi.
Meskipun kebanyakan sampiran tak bekerjasama dengan isi seringkali bentuk sampiran membayangkan isi. Sebagai contoh dalam pantun ini:
Air dalam bertambah dalam
Hujan di hulu belum lagi teduh
Hati dendam bertambah dendam
Dendam dulu belum lagi sembuh
Beberapa sarjana Eropa berusaha mencari aturan dalam pantun maupun puisi usang lainnya. Misalnya satu larik pantun biasanya terdiri atas 4-5 kata dan 8-12 suku kata. Namun aturan ini tak senantiasa berlaku.
Ciri-Ciri Pantun
1. Setiap bait terdiri 4 baris
2. Baris 1 dan 2 selaku sampiran
3. Baris 3 dan 4 ialah isi
4. Bersajak a – b – a – b
5. Setiap baris terdiri dari 8 – 12 suku kata
6. Berasal dari Melayu (Indonesia)
Contoh :
Ada pepaya ada mentimun (a)
Ada mangga ada salak (b)
Daripada duduk melongo (a)
Mari kita membaca sajak (b)
Macam-Macam Pantun
PANTUN BIASA
Pantun umumsering juga disebut pantun saja.
Contoh :
Kalau ada jarum patah
Jangan dimasukkan ke dalam peti
Kalau ada kataku yang salah
Jangan dimasukan ke dalam hati
SELOKA (PANTUN BERKAIT)
Seloka yakni pantun berkait yang tidak cukup dengan satu bait saja alasannya adalah pantun berkait merupakan jalinan atas beberapa bait.
CIRI-CIRI SELOKA:
a. Baris kedua dan keempat pada bait pertama dipakai sebagai baris pertama dan ketiga bait kedua.
b. Baris kedua dan keempat pada bait kedua dipakai sebagai baris pertama dan ketiga bait ketiga
c. Dan seterusnya
Contoh :
Lurus jalan ke Payakumbuh,
Kayu jati bertimbal jalan
Di mana hati tak kan rusuh,
Ibu mati bapak berjalan
Kayu jati bertimbal jalan,
Turun angin patahlah dahan
Ibu mati bapak berlangsung,
Ke mana untung diserahkan
TALIBUN
Talibun ialah pantun jumlah barisnya lebih dari empat baris, namun harus genap contohnya 6, 8, 10 dan seterusnya.
Jika satu bait berisi enam baris, susunannya tiga sampiran dan tiga isi.
Jika satiu bait berisi delapan baris, susunannya empat sampiran dan empat isi.
Jadi :
Apabila enam baris sajaknya a – b – c – a – b – c.
Bila terdiri dari delapan baris, sajaknya a – b – c – d – a – b – c – d
Contoh :
sampiran:
Kalau anak pergi ke pekan
Yu beli belanak pun beli
Ikan panjang beli dahulu
isi
Kalau anak pergi berlangsung
Ibu cari sanak pun cari
Induk semang cari dulu
PANTUN KILAT ( KARMINA )
CIRI-CIRINYA :
a. Setiap bait terdiri dari 2 baris
b. Baris pertama merupakan sampiran
c. Baris kedua merupakan isi
d. Bersajak a – a
e. Setiap baris terdiri dari 8 – 12 suku kata
Contoh :
Dahulu bendo, sekarang besi (a)
Dahulu sayang sekarang benci (a)
PANTUN ANAK-ANAK
Contoh :
Elok rupanya si kumbang jati
Dibawa itik pulang petang
Tidak terkata gembira
Melihat ibu telah datang
PANTUN ORANG MUDA
Contoh :
Tanam melati di rama-rama
Ubur-ubur sampingan dua
Sehidup semati kita bersama
Satu kubur kelak berdua
PANTUN ORANG TUA
Contoh :
Asam kandis asam gelugur
Kedua asam riang-riang
Menangis jenazah di pintu kubur
Teringat tubuh tidak sembahyang
PANTUN JENAKA
Contoh :
Elok rupanya pohon belimbing
Tumbuh dekat pohon mangga
Elok rupanya berbini sumbing
Biar murka tertawa juga
PANTUN TEKA-TEKI
Contoh :
Kalau puan, puan cemara
Ambil gelas di dalam peti
Kalau tuan bijak laksana
Binatang apa tanduk di kaki
Jalan-jalan ke kota paris.,
Banyak rumah berbaris-baris.,
Biar mati diujung keris.,
Asal mampu dinda yang manis….
Gagang golok,,gagang cangkul..,
Gagang cangkul juga gagang celurit..,
Ga mampu nyolok katanya tumpul..,
Biarpun tumpul tetep hasilnya buncit.?
Pohon ara dibuat gubuk..,
Pasang pasak biar tegak..,
Resiko asmara dunia facebook.. ,
Cinta ditolak blokir bertindak..
Beli kentang dibentuk rujak.. ,
Biar mantap ditambah sambal..,
Tidur terlentang tiada nyenyak..,
Tidur tengkurap ada yang mengganjal..
Rintik rintik turun hujan..,
Masuk kamar sama sahabat..,
Gadis elok jadi pujaan..,
Mau dilamar kok hamil duluan…
Makan bubur diatas meja…,
Minumnya jus diatas rak…,
Hari libur tetap melakukan pekerjaan ..,
Dapat bonus ambilnya di irak…
Ke jakarta naiklah pesawat..,
Pesawat melayang, landingnya susah..,
Kalau cinta sudah melekat..,
Siang terbayang, malam mimpi basah..
Kalau ada sumur diladang..,
Bolehlah kita menggosok gigi..,
Kalau anda diwarung padang..,
Bolehkah kita ditraktir lagi..
Langit mendung diatas lautan…
Lebat hujannya tiada terbendung…
Gadis berkerudung elok mempesona…
Kedip matanya rontokan bulu hidung…
Hari minggu sudahlah siang..
Setelah siang menuju petang…
Ditunggu tunggu gak jua datang…
Sekali tiba kok nagih utang…
Petik kecapi bunyi bening..
Satu satu dawai di harpa..
Cium dipipi cium di kening..
Setelah itu yang dicium apa ? ?
Masak tongkol didalam loyang…
Semur jengkol bumbunya pala…
Geal geol pantat bergoyang…
Sekali senggol pening kepala..
Kota bintan banyak perunggu..
Kota ciamis membangun tugu..
Janji kencan dimalam ahad..
Tapi gerimis telah menanti..
Kue rangin rasanya manis..
Kue tar bukanlah lapis..
Malam hambar hujan gerimis..
Sebentar bentar kebelet pipis..
Stasiun tugu stasiun kereta api..
Tempat dagangsi tukang lapis..
Hari ahad hanya nonton tipi..
Mau jalan dompet dah menipis..
Ini animo masih penghujan…
Kata simbok jangan badung..
yang muslim silahkan Jumatan..
Bawa gembok amankan sendal..
Hujan gerimis deraslah amat..
Ada kilat bertabrakan..
Hari kamis malam jumat..
Yang mau kumat dipersilahkan..
Beli berlian dikota belawan..
Hujan gerimis dikota mekah..
Cantik nan itu perawan..
Wajahnya anggun senyum merekah..
Masak ayam masak tumis..
Iris tipis hingga habis..
Selasa malam hujan gerimis..
Dompet tipis smakin kritis..
Kumpulan Pantun Nasehat
Diposting oleh whandie .
Kategori: Koleksi Pantun
Banyak sayur dijual di pasar
Banyak juga memasarkan ikan
Kalau kamu sudah lapar
cepat cepatlah pergi makan
Kalau harimau sedang mengaum
Bunyinya sangat berirama
Kalau ada ulangan umum
Marilah kita berguru bareng
Hati-hati menyeberang
Jangan sampai titian patah
Hati-hati di rantau orang
Jangan sampai berbuat salah
Manis jangan lekas ditelan
Pahit jangan lekas dimuntahkan
Mati semut alasannya manisan
Manis itu ancaman kuliner.
Buah berangan dari Jawa
Kain terjemur disampaian
Jangan diri mampu kecewa
Lihat pola kiri dan kanan
Di tepi kali aku menyinggah
Menghilang penat menahan jerat
Orang bau tanah jangan dibantah
Agar selamat dunia alam baka
Tumbuh merata pohon tebu
Pergi ke pasar membeli daging
Banyak harta miskin ilmu
Bagai rumah tidak berdinding
Pinang muda dibelah dua
Anak burung mati diranggah
Dari muda hingga ke bau tanah
Ajaran baik jangan diubah
Anak ayam turun sepuluh
Mati satu tinggal sembilan
Tuntutlah ilmu dengan sungguh-sungguh
Supaya engkau tidak ketinggalan
Anak ayam turun sembilan
Mati satu tinggal delapan
Ilmu boleh sedikit ketinggalan
Tapi jangan sampai putus keinginan
Anak ayam turun delapan
Mati satu tinggal lah tujuh
Hidup mesti penuh impian
Jadikan itu jalan yang dituju
Ada ubi ada talas
Ada budi ada balas
Sebab pulut santan binasa
Sebab mulut tubuh merana
Jalan kelam disangka terang
Hati kelam disangka suci
Akal pendek banyak dipandang
Janganlah hati kita dikunci
Bunga mawar bunga melati
Kala dicium harum baunya
Banyak cara sembuhkan hati
Baca Quran paham maknanya
Ilmu manusia setitik embun
Tiada umat sepandai Nabi
Kala nyawa tinggal diubun
Turutlah ilmu manusia nan mati
Ke hulu membuat pagar,
Jangan terpotong batang durian;
Cari guru daerah berguru,
Supaya jangan sesal kemudian.
Tiap nafas tiadalah kekal
Siapkan bekal menjelang wafat
Turutlah Nabi siapkan bekal
Dengan sebar ilmu manfaat
Tingkap papan kayu bersegi,
Sampan sakat di Pulau Angsa;
Indah tampan kerana akal,
Tinggi bangsa kerana bahasa.
===========================
Buah berangan masaknya merah,
Kelekati dalam bahtera;
Luka di tangan nampak berdarah,
Luka di hati siapa yang tahu.
=============================
Dari mana punai terbang,
Dari paya turun ke padi;
Dari mana hadirnya sayang,
Dari mata turun ke hati.
============================
Pucuk pauh delima batu,
Anak sembilang di tapak tangan;
Tuan jauh di negeri satu,
Hilang di mata di hati jangan.
==================================
Kalau tuan jalan ke hulu,
Carikan saya bunga kemboja;
Kalau tuan mati dahulu,
Nantikan aku di pintu syurga.
=========================
Halia ini tanam-tanaman,
Ke barat juga akan condongnya;
Dunia ini pinjam-santunan,
Akhirat juga akan sungguhnya.
==========================
Malam ini merendang jagung,
Malam esok merendang serai;
Malam ini kita berkampung,
Malam esok kita bercerai.
========================
jalan-jalan ke kota paris
banyak rumah berbaris-baris
agar mati diujung keris
asal dapat dinda yang cantik…
ke cimanggis berbelanja kopiah
kopiah indah kan kamu dapati
terlalu banyak gadis yang singgah
cuma dinda yang memikat hati
kalau aku seorang pemburu
anak rusa kan kudapati
jika dinda merasa cemburu
tanda cinta masih sejati
darimana hadirnya sawah
dari sawah turun ke kali
darimana datangnya cinta
dari mata turun ke hati
============================
Bau-anyir jembatan tujuh,,
tempat memungut sebuah lolah,,
kalau adinda udah setujuh,,
tunggulah saya simpulan sekolah,,
Pisang nangka buat kolak
Jambu biji diblendrin
Kalo nona tetep galak,
Lebaran depan ga dimaapin
menaiki kereta merknya honda
pergi selayang kerumah hanapi
jikalau cinta mekar di dada
siang terkenang malam termimpi
anak unta siapa yg punya
menangis iba kehilangan ibu
jikalau cinta telah menyapa
rindu mulai membara dikalbu
mulanya duka sekarang menjadi lara
teman tiada hanyalah sendu
jika rindu mulai membara
itulah tanda cinta berpadu
hati berdetik dalam cahaya,
seperti belati menikam dada
Cinta infinit awet selamanya
Musim berganti tetapi paras takkan lupa
cinta datang tak berwaktu
perasaan senang,duka dan pilu tak menentu
semua hadir tanpa permisi
untuk mencoba mengisi hati
hati-hati minum digelas
kalau terlepas pecahlah nanti
cinta hati selalunya ikhlas
cinta buta yang makan hati
cinta tak memandang bulu
cinta juga tak mengenal waktu
rasakan cinta dihatimu
betapa indah mengikis kalbu
jikalau terluka berkata begitu
hingga terlupa cinta yang suci
cinta manusia memanglah begitu
cinta padaNYA cinta yang sejati
terluka hati karna kata udah biasa
namun terluka karna usia sungguh asa
bila kata dianggap tak memiliki arti
tetapi usia yakni segalanya
Untuk menjadi seorang perwira
Harus bertapa di dalam gua
Kalau cinta kukuh di jiwa
Biar melayang kembali jua
papua tanah keinginan jiwa
kubermimpi terbang terbang kesana
sobat sehati selalu bersua
karena tak bisa terpisahkan begitu saja
panah cinta tlah menancap…
kedua hati pun menyatu…
asmara semakin mendekap…
cinta takkan berlalu…
anak ayam turun ke kali
bermain air riang bangga
betapa senangnya bisa ngejunk lagi
memburu kata mengejar-ngejar tawa
minum arak pahit rasanya…
tidak sesuai untuk anak kuliah…
apalah daya telah usaha…
belum apa-apa telah binasah…
sunggulah indah si burung pipit
melayang yang hening si burung dara
bila ku tahu bercinta sakit
takkan ku mulai dari semula
orang palembang menanam padi
negeri malaka negeri seberang
putus cinta jangan bersedih
dunia ini masih panjang
burung kakatua
hinggap dijendela
siapa yang jatuh cinta
niscaya cemburu buta
Burung abang bau tanah udah tak berdaya
Burung adik muda melayang ke angkasa
Makasi kakek telah berjuang bela negara
Sekarang adek bahagia di hari MERDEKA
kucing kurus mandi dipapan
papan nya sikayu jati
saya kurus bukan karena kurang makan
tetapi mikirin sijantung hati
disana gunung disini gunung
ditengah tengah gunung berapi
kesana bingung kesini gundah
itulah namanya jatuh hati
=====================================
cinta ialah buta…
buta adalah cinta…
ketik C spasi D…
cape D…
(Ket: pantun gaya baru,teladan AABB)
===================================
Banyak bunga di taman hanya satu kupetik
Banyak anak perawan hanya Adik yang elok
=======================
Pria:
Banyak bunga di taman cuma satu kupetik
Banyak anak perawan cuma Adik yang elok
Wanita:
Banyak buah semangka dibawa dalam sampan
Banyak anak jejaka cuma Abang yang tampan
Pria:
Berjuta bintang di langit
Satu yang bercahaya
Berjuta gadis yang manis
Adiklah yang kucinta
Wanita:
Pandai Abang merayu, hatiku rasa aib
Pria:
Rumah atapnya tinggi terbuat dari bambu
Cuma Adik kupilih dan yang senantiasa kurindu
Wanita:
Gunung puncaknya tinggi tertutup oleh salju
Memang Abang kupilih dan yang selalu kurindu
=============================
Jika tuan mudik ke hulu
Carikan saya bunga kemboja.
Jika tuan mati dahulu
Nantikan aku di pintu surga.
===============================
Batang buluh berisi santan,
Bunga mawar seri pengantin,
Untung sungguh nasib badan,
Ada penawar zahir batin.
=============================
rancak gagah silat hero
bertahan di kanan menyerang di kiri
tatkala bulan dilindung awan
mengapa pungguk berdiam diri?
Demikianlah artikel dari dosenmipa.com perihal Kumpulan Pantun Jenaka Pendidikan : Nasehat, Teka-Teki, maknayanya, Lucu Banget, Berbalas, Agama, Muda mudi, Bersajak abab, Sekolah Dasar, SMP, Sekolah Menengan Atas, SMK, Remaja, Pembuka, 2 Baris, supaya postingan ini berguna bagi anda semuanya.
Sumber yu.com

EmoticonEmoticon