Tampilkan postingan dengan label SIG. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SIG. Tampilkan semua postingan

Jumat, 12 Maret 2021

Pemahaman, Fungsi, Dan Jenis Perangkat Lunak Pada Tata Cara Isu Geografis

Sistem Informasi Geografis atau SIG ( geographic information system / GIS ) secara sederhana dapat diartikan selaku tata cara manual atau digital (dengan menggunakan komputer selaku alat pengolahan dan analisis) yang digunakan untuk mengumpulkan, menyimpan, mengurus, dan menghasilkan gosip yang mempunyai tumpuan spasial atau geografis (Projo Danoedoro : 1996; 173).

Pengertian tata cara isu geografis di atas mengandung cakupan yang luas, alasannya adalah SIG ialah suatu tata cara info mirip sistem berita lainnya, contohnya sistem isu administrasi (SIM). Perbedaan mendasar diantara keduanya adalah bahwa SIG mempunyai referensi spasial (keruangan) yang dapat berwujud lokasi (titik, garis, area), distribusi, serta terintegrasikan dengan data atribut yang berhubungan dengan tiga unsur penting geografis tersebut secara keruangan.


Keunggulan SIG dengan menggunakan tata cara digital / komputer yakni : (1) memperkecil kesalahan manusia; (2) kemampuan mengundang kembali dan menyimpan data SIG secara cepat; (3) memadukan tumpang susun; (4) memperbaharui data dengan mengamati perubahan lingkungan, data statistik dan area yang nampak. SIG dalam pemahaman metode terdiri dari dari 3 sub-sistem utama : yakni sub-sistem masukan (input), proses (process), dan keluaran (output).

SIG ialah tata cara info yang berbasis data spasial geografis. Sistem isu ini mempunyai perbedaan fundamental dari metode isu yang lainnya, ialah kemampuannya untuk mengintegrasikan setiap data yang berhubungan secara spasial dan data atributnya. Perlu diketahui bahwa data spasial yakni data keruangan (georeferensi) yang merepresentasikan sebuah objek, yang didalamnya berisi banyak data atribut. Kemampuan mengintegrasi 2 jenis data inilah yang tidak dimiliki oleh metode berita lain.

 secara sederhana dapat diartikan sebagai sistem manual atau digital  Pengertian, Fungsi, dan Jenis Perangkat Lunak pada Sistem Informasi Geografis
Gambar1. Ilustrasi metode berita geografis dan jenis perangkat lunaknya.

Aplikasi Sistem Informasi Geografis yang terutama untuk analisis dalam bidang kebumian, perencanaan dan pengembangan sumberdaya alam, aplikasi bidang ekonomi dan untuk analisis-analisis keruangan yang terkait dengan kegiatan perencanaan dan pengembangan kawasan. Akan tetapi, semua kelebihan yang dimiliki oleh SIG ini sungguh tergantung kepada kemampuan pengguna SIG sendiri, alasannya bagaimanapun canggihnya SIG tetap merupakan alat bantu dalam menuntaskan pekerjaan-pekerjaan kita.


Beberapa argumentasi kenapa SIG banyak diseleksi sebagai teknologi info spasial yang paling meningkat , ialah:
  1. Data spasial dan non-spasial dapat digabungkan dan dimanipulasi secara terintegrasi dan simultan
  2. Kemampuan menimbulkan kekerabatan-kekerabatan antara banyak sekali acara menjadi mendasarkan pada pendekatan geografis
  3. Perantara untuk mengerti pengetahuan kebumian secara lebih jauh
  4. Manipulasi dan display ilmu pengetahuan kebumian
  5. Pintu memasuki catatan administrasi
  6. Merupakan alat untuk pengerjaan kebijakan secara detail

Secara Umum fungsi Sistem Informasi Geografis ialah sebagai selaku berikut :
  1. Melakukan sejumlah operasi/perhitungan dapat dijalankan melalui SIG
  2. Display (layer peta - warna, ukuran, bentuk dan lain-lain)
  3. Kompilasi database non-spasial
  4. Overlay
  5. Buffering (membuat zona buffer (radius objek) pada jarak tertentu di sekitar / sekelilingnya
  6. Memperbaiki / memperbaharui data atau tayangan tabel (SQL)
  7. Memuat korelasi-korelasi keruangan (spatial)
  8. Membuat peta-peta tematik dan peta aba-aba yang berkhasiat untuk perencanaan pembangunan daerah

Perangkat lunak SIG yang memiliki kemampuan untuk mendukung proses integrasi data keruangan ini sangat banyak bentuknya, diantaranya yaitu : MapInfo, ArcInfo, ArcView, ArcCAD, ArcGIS, ArcMap, Ilwis, Erdas, Immager, ER Mapper, ENVI, R2V, Surfer, Idrisi, SPAN, River Tools AutoCAD dan lain-lain. Perangkat lunak-perangkat lunak tersebut diketahui selaku software khusus yang dikembangkan untuk SIG atau selaku software penunjang.

Dukungan acara MAP INFO, ARCINFO, ARCVIEW, dan R2V, dalam pekerjaan dekstop mapping tidak diragukan lagi. Masing-masing dari acara ini memiliki keunggulan dan kekurangan tersendiri, sehingga adanya integrasi dari paket akan dapat menutupi kekurangan dari masing-masing software pendukung SIG ini.

Mengerti dan mengetahui kelemahan dan keunggulan dari masing acara menjadi pokok dan prinsip-prinsip dasar dalam suatu aplikasi tata cara info geografis, sehingga pengguna acara SIG mampu memiliki kemampuan teknis yang cukup untuk memakai, berbagi dan mengerti metode berita geografis secara teknis. Keterkaitan teknis dari program-acara tersebut dapat diilustrasikan secara sederhana mirip pada gambar berikut:

 secara sederhana dapat diartikan sebagai sistem manual atau digital  Pengertian, Fungsi, dan Jenis Perangkat Lunak pada Sistem Informasi Geografis
Gambar 2. Hubungan jenis perangkat lunak pada metode info geografis.

Referensi:
Danoedoro, Prodjo., 1996. Pengolahan Citra DIGITAL. Fakultas Geografi UGM, Yogyakarta. ESRI, 1994. PC ARC/INFO User Guides. Environmental Systems Research Inc., New York-USA.
Sumber https://www.geologinesia.com/

Selasa, 02 Maret 2021

Jenis-Jenis Data Spasial Sig (Tata Cara Informasi Geografi)

Pengertian Data Spasial

Data spasial SIG mempunyai dua bab penting yang membuatnya berlawanan dari data lain, yaitu gosip lokasi dan gosip atribut. Data spasial tata cara isu geografis yang berisi isu lokasi (informasi spasial) misalnya ialah isu lintang dan bujur, tergolong diantaranya berita datum dan proyeksi. Contoh lain dari info spasial yang mampu dipakai untuk mengidentifikasikan lokasi contohnya adalah Kode Pos.

Sedangkan Informasi Atribut (deskriptif) umumdisebut juga dengan info non-spasial. Suatu lokalitas bisa mempunyai beberapa atribut atau properti yang berhubungan dengannya; misalnya jenis vegetasi, populasi, pemasukan per tahun, dan lain-lain.


Informasi lokasi (spasial) diputuskan menurut sistem koordinat, yang di antaranya mencakup datum dan proyeksi peta. Datum yaitu kumpulan parameter dan titik kontrol yang korelasi geometriknya diketahui, baik lewat pengukuran atau penghitungan. Sedangkan tata cara proyeksi peta yakni metode yang dirancang untuk merepresentasikan permukaan dari suatu bidang lengkung atau spheroid (contohnya bumi) pada suatu bidang datar.

(Baca juga perihal Perangkat Keras SIG)

Proses representasi ini mengakibatkan distorsi yang perlu diperhitungkan untuk mendapatkan ketelitian berbagai jenis properti, mirip jarak, sudut, atau luasan. Jenis data Spasial SIG direpresentasikan dalam dua format, adalah data vektor dan data raster.

Data spasial SIG mempunyai dua bagian penting yang membuatnya berbeda dari data lain Jenis-jenis Data Spasial SIG (Sistem Informasi Geografi)
Contoh data vektor (kiri) dan data raster (kanan).

Data Vektor

Data vektor adalah data yang direpresentasikan selaku suatu mosaik berbentukgaris (arc/line), polygon (tempat yang dibatasi oleh garis yang berawal dan rampung pada titik yang sama), titik/point (node yang memiliki label), dan nodes (ialah titik perpotongan antara dua buah garis). Keuntungan utama dari format data vektor ialah ketepatan dalam merepresentasikan fitur titik, batasan dan garis lurus.

(Lihat juga ihwal keunggulan sistem berita geografis)


Kegunaan Data Vektor untuk evaluasi yang membutuhkan ketepatan posisi, misalnya pada basis data batasan kadaster. Contoh penggunaan yang lain yakni untuk mendefinisikan hubungan spasial dari beberapa fitur. Kelemahan data vektor yang utama yakni ketidakmampuannya dalam mengakomodasi pergeseran gradual.

Data Raster

Data raster ialah data yang sering dihasilkan dari penginderaan jauh. Data Raster sering disebut juga dengan sel grid. Pada data raster, obyek geografis direpresentasikan sebagai struktur sel grid yang disebut dengan pixel (picture element). Pada data raster, resolusi (definisi visual) tergantung pada ukuran pixel-nya. Dengan kata lain, resolusi pixel menggambarkan ukuran bantu-membantu di permukaan bumi yang diwakili oleh setiap pixel pada gambaran.

Semakin kecil ukuran permukaan bumi yang direpresentasikan oleh satu sel, semakin tinggi resolusinya. Data raster sangat baik untuk merepresentasikan batasan yang berubah secara gradual, seperti jenis tanah, kelembaban tanah, vegetasi, suhu tanah, dan sebagainya. Kelemahan utama dari data raster ialah besarnya ukuran file; semakin tinggi resolusi grid-nya kian besar pula ukuran filenya.

Masing-masing format data mempunyai keunggulan dan kekurangan. Pemilihan format data yang dipakai sangat tergantung pada tujuan penggunaan, data yang tersedia, volume data yang dihasilkan, ketelitian yang diharapkan, serta akomodasi dalam evaluasi.

Data vektor relatif lebih irit dalam hal ukuran file dan presisi dalam lokasi, tetapi sangat sukar untuk digunakan dalam komputasi matematik. Sebaliknya, data raster umumnya membutuhkan ruang penyimpanan file yang lebih besar dan presisi lokasinya lebih rendah, tetapi lebih mudah dipakai secara matematis.

(Referensi: Atie Puntodewo,dkk,. 2003. Sistem Informasi Geografis Untuk Pengelolaan Sumberdaya Alam, Bogor, Indonesia).
Sumber https://www.geologinesia.com/

Senin, 01 Maret 2021

Jenis-Jenis Sumber Data Spasial Sig

Sistem isu Geografis (SIG/GIS) ialah sebuah tata cara yang berisikan berbagai komponen yang tidak mampu bangkit sendiri. SIG memiliki perangkat keras komputer beserta dengan perangkat lunaknya yang sudah niscaya memerlukan sumber data. Sebagaimana sistem komputer pada umumnya, fungsi SIG hanyalah sebuah "alat" yang memiliki kemampuan khusus. Kemampuan sumberdaya manusia untuk mengolah sumber data, memformulasikan masalah, dan menganalisa hasil akhir sangat berperan dalam keberhasilan sebuah metode isu geografis.

Sebagaimana sudah kita pahami, SIG memerlukan masukan data yang bersifat spasial maupun deskriptif. Jenis-jenis sumber data spasial SIG antara lain adalah data sistem penginderaan jauh, peta analog, GPS dan hasil pengukuran lapangan.

 adalah suatu sistem yang terdiri dari berbagai komponen yang tidak dapat berdiri sendiri Jenis-jenis Sumber Data Spasial SIG
Gambar gambaran satelit sebagai salah satu jenis data

Sumber Data dari Sistem Penginderaan Jauh

Data dari penginderaan jauh antara lain yaitu citra satelit, foto-udara, dan sebagainya. Data Pengindraan Jauh mampu dibilang selaku sumber data yang paling penting bagi SIG alasannya ketersediaanya secara terencana.

Dengan adanya bermacam-macam satelit di ruang angkasa dengan spesifikasinya masing-masing, kita mampu mendapatkan aneka macam jenis gambaran satelit untuk beragam tujuan pemakaian. Data ini lazimnya direpresentasikan dalam format raster.

Lihat juga : Unsur-Unsur Interpretasi Citra Penginderaan Jauh

Sumber Data dari Peta Analog

Data dari peta analog antara lain peta topografi, peta tanah, dan sebagainya. Peta analog yakni peta dalam bentuk cetakan. Pada umumnya peta analog dibuat dengan teknik kartografi, sehingga sudah mempunyai tumpuan data spasial seperti koordinat, skala, arah mata angin, dan lainnya.

Peta analog dikonversi menjadi peta digital dengan berbagai cara yang akan dibahas pada postingan selanjutnya. Referensi spasial dari peta analog menawarkan koordinat sebenarnya di permukaan bumi pada peta digital yang dihasilkan. Biasanya peta analog direpresentasikan dalam format vektor.

Sumber Data Dari GPS dan Hasil Pengukuran Lapangan

Teknologi GPS memberikan terobosan penting dalam menawarkan data bagi SIG. Keakuratan pengukuran GPS makin tinggi dengan berkembangnya teknologi. Data ini biasanya direpresentasikan dalam format vektor.

Sedangkan contoh data hasil pengukuran lapang yaitu data batas manajemen, batas kepemilikan lahan, batas persil, batas hak pengusahaan hutan, dan sebagainya, yang dihasilkan berdasarkan teknik perkiraan tersendiri. Pada biasanya data ini merupakan sumber data atribut.

Referensi: Atie Puntodewo,dkk,. 2003. Sistem Informasi Geografis Untuk Pengelolaan Sumberdaya Alam, Bogor, Indonesia.
Sumber https://www.geologinesia.com/

Rabu, 16 Desember 2020

7 Faedah Penginderaan Jauh

Apa saja Manfaat Penginderaan Jauh? - Tujuan utama dari suatu tata cara penginderaan jauh adalah untuk mengumpulkan data pada obyek tertarget. Data dari penginderaan jauh (inderaja) dapat diimplementasikan dalam bentuk data numerik (digital) dan data visual (manual) yang diaplikasikan dalam sebuah fungsi tata cara isu geografis.

Data visual dapat dibedakan lagi menjadi data citra ialah ialah citra planimetriknya dan data non-gambaran adalah dalam bentuk grafik yang merefleksikan beda suku yang direkam disepanjang tempat penginderaan. Data-data diatas selanjutnya akan digabungkan menjadi sebuah data yang terintegrasi atau sering disebut juga selaku data SIG.

Daftar isi


Alasan Memanfaatkan Penginderaan Jauh

Secara biasa , penginderaan jauh mampu sangat berfaedah secara signifikan dalam meminimalkan aktivitas survey terestrial dikala melakukan inventarisasi dan monitoring sumberdaya alam dan lingkungan. Penginderaan jauh semakin banyak dimanfaatkan sebab banyak sekali macam alasan, diantaranya ialah alasannya adalah:
  1. Dapat dibentuk secara cepat meskipun pada daerah yang sulit ditempuh melalui daratan, misalnya hutan, rawa dan pegunungan.
  2. Dapat menawarkan gambar tiga dimensi bila dilihat dengan memakai stereoskop. Gambar tiga dimensi itu sungguh menguntungkan sebab menghidangkan model obyek yang jelas, pengukuran lereng dan pengukuran volume, memungkinkan pengukuran beda tinggi, dan relief lebih jelas.
  3. Dapat menggambarkan obyek di permukaan bumi dengan wujud dan letak objek yang seperti dengan aktualnya, mencakupan daerah yang luas, gambar relatif lengkap, dan sifat gambar yang permanen.
  4. Dapat memvisualisasikan benda yang tidak tampak sehingga dimungkinkan pengenalan obyeknya.

Penginderaan jauh (Inderaja) memiliki manfaat yang sungguh besar dalam tata cara gosip data dan pengelolaannya, antara lain untuk mendeteksi pergeseran data dan pengembangan model di berbagai kepentingan. Di bawah ini disajikan 7 faedah penginderaan jauh yang mampu kita dapatkan di banyak sekali bidang.

Bidang Meteorologi dan Klimatologi

Pemanfaatan aplikasi penginderaan jauh untuk bidang meteorologi dan klimatologi mempunyai teladan yang sungguh luas. Output data dari inderaja sungguh penting diaplikasikan untuk mengenali keadaan lingkungan atmosfer. Untuk mendapatkan data lingkungan tentang atmosfer melalui inderaja, wahana yang dibutuhkan yakni satelit.


Diantara satelit-satelit yang dipakai untuk gosip lingkungan atmosfer contohnya Synchronous Meteoroligical Satellite (SMS). Generasi ke-tiga dari satelit tersebut diganti namanya menjadi Geosyncronous Operational Environment Satellite (GOES). Aplikasi penginderaan jauh untuk bidang meteorologi dan klimatologi antara lain selaku berikut :
  • Melakukan perekaman terhadap pola awan guna mengetahui bidang pergerakan tekanan udara.
  • Mengamati iklim sebuah daerah melalui observasi tingkat perawanan dan kandungan air dalam udara.
  • Membantu analisis cuaca dan peramalan/prediksi dengan cara memilih kawasan tekanan tinggi dan tekanan rendah serta kawasan hujan angin ribut dan siklon.
  • Mengamati sistem/teladan angin permukaan.
  • Melakukan pemodelan meteorologi dan set data klimatologi.

Bidang Pemetaan

Pemanfaatan foto udara/citra hasil penginderaan untuk kegiatan pemetaan ialah kegiatan yang biasa dilakukan pada saat sekarang. Informasi spasial yang disuguhkan dalam peta gambaran ialah data raster yang bersumber dari hasil perekaman gambaran satelit secara kontinu.

Tahapan dalam pemetaan memakai hasil inderaja ini dengan membuat teladan dengan memakai data inderaja yang diawali dengan penggabungan foto udara dalam bentuk mozaik guna membatasi kawasan yang hendak dipetakan.

Salah satu pola pemanfaatan teknologi inderaja untuk acara di bidang pemetaan contohnya untuk pemetaan daerah beresiko banjir. Beberapa kelebihan pemetaan memakai teknologi inderaja antara lain :
  • Hasil inderaja dapat dipakai untuk memetakan tempat yang sungguh luas dengan cepat, pemetaan manual biasanya hanya digunakan untuk memetakan tempat yang sangat sempit.
  • Berbiaya lebih hemat biaya.
  • Dapat memetakan beragam peta tematik sekaligus.
  • Proses pengerjaan lebih singkat.

Bidang Kependudukan dan Perencanaan Wilayah

Pengeinderaan jauh menciptakan data yang ringkas ihwal lingkungan yan berkenaan dengan bumi. Salah satu aplikasi yang positif dari pemanfaatan hasil pengeinderaan jauh dalam bidang kependudukan adalah untuk memetakan distribusi spasial penduduk. Selain pemetaan distribusi spasial kependudukan, data inderaja juga mampu dimanfaatkan untuk meneliti efek eksistensi insan dalam lingkungan hidup.

Oleh karena ukuran penduduk terlalu kecil, contoh distribusinya cuma mampu diinterpretasi secara tidak langsung, adalah berdasarkan contoh permukiman masyarakatatau bukti lain yang terlihat . Pola permukiman penduduk itu sendiri dapat dimengerti dengan menginterpretasikan bentuk lahan dan penggunaanya.

Bidang Kehutanan

Bidang kehutanan berkenaan dengan pengelolaan hutan untuk kayu termasuk penyusunan rencana pengambilan hasil kayu, pemantauan penebangan dan penghutanan kembali, pengelolaa dan pencacahan margasatwa, inventarisasi dan pemantauan sumber daya hutan, rekreasi, dan pengawasan kebakaran.

Kondisi fisik hutan sungguh rentan kepada ancaman kebakaran maka penggunaan citra inframerah akan sungguh menolong dalam penyediaan data dan berita dalam rangka monitoring pergantian temperatur secara kontinu dengan faktor geografis yang cukup mencukupi sehingga implementasi di lapangan mampu dijalankan dengan sangat gampang dan cepat.

Bidang Kelautan (Oseanografi)

Oseanografi merupakan salah satu bidang keilmuan yang banyak mempelajari ihwal laut dan interaksi di dalamnya. Bidang ini sungguh sering mempergunakan data penginderaan jauh untuk mendukung evaluasi terhadap aneka macam fitur kelautan yang ada di bumi. Beberapa pola manfaat penginderaan jauh di bidang oseanografi (kelautan) adalah selaku berikut:
  • Mengamati sifat fisis laut, mirip suhu permukaan, arus permukaan, dan salinitas sinar tampak (0-200 m).
  • Mengamati pasang surut dan gelombang maritim (tinggi, arah, dan frekuensi).
  • Mencari lokasi upwelling, singking dan distribusi suhu permukaan.
  • Melakukan studi perubahan pantai, erosi, dan sedimentasi (LANDSAT dan SPOT).

 Tujuan utama dari sebuah sistem penginderaan jauh adalah untuk mengumpulkan data pada oby 7 MANFAAT PENGINDERAAN JAUH
Gambar Citra hasil penerapan teknologi penginderaan jauh.

Bidang Ilmu Bumi dan Lingkungan

Ilmu bumi dan lingkungan sangat sering menggunakan data hasil penginderaan jauh dalam memeriksa hal-hal yang menyangkut dimensi, teladan penyebaran, dan sikap objek yang terkait bumi dan lingkungannya. Manfaat penginderaan jauh di bidang ilmu bumi (geofisika, geologi, dan geodesi) diantaranya ialah selaku berikut:
  • Melakukan pemetaan permukaan, disamping pemotretan dengan pesawat terbang dan memakai aplikasi atau software SIG.
  • Menentukan struktur geologi dan macam-macam batuan.
  • Melakukan pemantauan kawasan bencana (kebakaran), pemantauan acara gunung berapi, dan pemantauan persebaran bubuk vulkanik.
  • Melakukan pemantauan distribusi sumber daya alam, seperti hutan (lokasi, macam, kepadatan, dan perusakan), materi tambang (uranium, emas, minyak bumi, dan batubara).
  • Melakukan pemantauan pencemaran maritim dan lapisan minyak di maritim.
  • Melakukan pemantauan pencemaran udara dan pencemaran bahari.

Bidang Penggunaan Lahan

Inventarisasi penggunaan lahan penting dijalankan untuk mengetahui apakah pemetaan lahan yang dilakukan oleh aktivitas insan sesuai dengan potensi ataupun daya dukungnya. Penggunaan lahan yang sesuai menemukan hasil yang baik, tetapi lambat laun hasil yang diperoleh akan menurun sejalan dengan menurunnya peluangdan daya dukung lahan tersebut.

Integrasi teknologi penginderaan jauh ialah salah satu bentuk yang berpeluang dalam penyusunan aba-aba fungsi penggunaan lahan. Dasar penggunaan lahan dapat dikembangkan untuk banyak sekali kepentingan observasi, penyusunan rencana, dan pengembangan daerah. Contohnya penggunaan lahan untuk usaha pertanian atau budidaya dan permukiman.
Sumber https://www.geologinesia.com/

Rabu, 18 November 2020

Inilah Pemahaman Sig Berdasarkan Para Jago

Definisi SIG - Sistem Informasi Geografis ( SIG ) atau dalam istilah luarnya Geographic Information System (GIS) pada dasarnya merupakan singkatan dari 3 rangkaian kata ialah metode, informasi, serta geografi. Istilah "sistem" disini mengandung pengertian selaku kumpulan bagian-bagian yang saling berintegrasi dan berinterdependensi dalam lingkungan dinamis untuk mencapai tujuan tertentu. Sedangkan "gosip" bermakna berasal dari pembuatan sejumlah data. Selanjutnya, kata "geografi" dipakai sebab Sistem Informasi Geografi (SIG) dibangun berdasarkan pada 'geografi' atau 'spasial' yang mempunyai arti ruang.

Pada Sistem Informasi Geografis atau GIS, info mempunyai volume terbesar. Setiap objek geografi mempunyai setting data tersendiri sebab tidak sepenuhnya data yang ada dapat terwakili dalam peta (lihat Pengertian Peta).

Ketika data tersebut diasosiasikan dengan permukaan geografis yang representatif, data tersebut mampu menunjukkan info dengan hanya mengklik mouse pada objek. Perlu dikenang bahwa semua berita ialah data namun tidak semua data ialah info.

Baca juga: Macam-macam Sumber Data SIG

Ruang dipakai untuk aneka macam berita berhubungan dengan lokasi, baik untuk gosip kartografi, informasi teknologi, maupun berita rekayasa. Berbeda dengan perumpamaan "geografi" dimana pengertiannya lebih ditekankan pada gosip gejala-tanda-tanda permukaan bumi yang berkaitan pada kedatangan serta aktivitas insan, dalam konteks keruangan, lingkungan maupun kawasan.

Informasi geografis ialah info mengenai kenampakan permukaan bumi, sehingga gosip tersebut mengandung bagian posisi geografis, relasi keruangan (spasial relationship), atribut, dan waktu. Dibawah ini disuguhkan beberapa pemahaman SIG menurut para ahli yang dirangkum dari beberapa sumber.

Pengertian SIG Menurut ESRI
Pengertian SIG atau definisi SIG menurut ESRI, 1990 dalam Purnomo, Heri; Tentang Teori Kompleks menyebutkan bahwa SIG ialah sistem komputer yang menanggulangi serta menggunakan data yang menggambarkan tempat-daerah dipermukaan bumi.

Pengertian SIG Menurut Barus Wiradisastra
Pengertian SIG ataupun definisi SIG menurut Barus Wiradisastra (2000) menyebutkan bahwa SIG adalah sebuah tata cara isu yang dirancang untuk melakukan pekerjaan dengan data bereferensi spasial atau berkoordinat geografi. Dengan kata lain SIG adalah suatu metode basis data berkemampuan khusus untuk menanggulangi data bereferensi keruangan (spasial) serentak dengan seperangkat operasi kerja.

Baca juga: Jenis-jenis Data Spasial SIG

Pengertian SIG Menurut Purwadhi
Pengertian SIG atau definisi SIG menurut Purwadhi (2001) menyebutkan bahwa SIG adalah sebuah tata cara yang mengurus perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software), dan data, serta dapat mendayagunakan tata cara penyimpanan, pengolahan, maupun analisis data secara simultan, sehingga dapat diperoleh informasi berhubungan dengan faktor keruangan.

Pengertian SIG Menurut Setiawan Iwan
Pengertian SIG ataupun definisi SIG menurut Setiawan, Iwan (2011) mengatakan SIG ialah sebuah metode yang berorientasi terhadap letak geografis di atas permukaan bumi, berbasis komputer yang mempunyai kesanggupan mengolah, memanipulasi serta menampilkan data spasial maupun attribut.

Pengertian SIG Menurut GIS Consorsium Aceh-Nias
Pengertian SIG atau definisi SIG menurut "GIS Consortium Aceh-Nias" menyampaikan bahwa SIG yaitu sebuah tata cara yang berisikan perangkat keras, perangkat lunak, data geografis, dan sumberdaya manusia yang bekerja bareng secara efektif untuk memasukan, menyimpan, memperbaiki, memperbaharui, mengorganisir, memanipulasi, mengintegrasikan, mengecek ataupun menampilkan data dalam suatu informasi berbasis geografis.

 atau dalam istilah luarnya Geographic Information System  Inilah Pengertian SIG Menurut Para Ahli
Gambar beberapa nama perangkat lunak SIG serta basis data vektor dan raster.

Sobat , dari beberapa pemahaman SIG di atas, mampu kita lihat seluruhnya merujuk pada keyword "letak geografis" sehingga inilah yang membedakan SIG dari tata cara-sistem lainnya, dimana semua isu yang disuguhkan akan selalu berorientasi kepada lokasi/koordinat tertentu di atas permukaan bumi (keruangan).

Sebagai teladan, pengelolaan sumberdaya alam, kota atau jaringan listrik semuanya terkait pada dilema ruang. Ruang ialah daerah dimana sumberdaya alam, proyek atau kegiatan itu berada, mirip desa, daerah pedoman sungai, kabupaten ataupun negara.

Pada dasarnya setiap isu selalu berkaitan dengan ruang (lokasi relatif di atas permukaan bumi), jadi tidak berlebihan kalau dikatakan bahwa kebutuhan informasi keruangan ialah satu hal mutlak dibutuhkan oleh semua orang, sehingga berita apapun bisa dihidangkan dalam Sistem Informasi Geografis.

Baca juga: Software Sistem Informasi Geografis

Sistem Informasi Geografis bukanlah sebuah sistem komputer untuk menciptakan peta, meskipun SIG dapat membuat peta pada beragam skala, proyeksi, dan bermacam-macam warna. SIG yakni perangkat analitis. Kelebihan utama dari perangkat SIG yakni kemampuannya untuk mengidentifikasi relasi spasial antara bermacam-macam fitur peta.

Sistem Informasi Geografis menghubungkan data spasial dengan info geografis perihal fitur-fitur tertentu pada peta. Informasi tersebut disimpan sebagai atribut dari fitur. Sebagai teladan, sebuah fitur kotak pada suatu peta mewakili tambak/kolam tidak akan memberi info apapun kecuali lokasinya.

Untuk mengetahui ikan apa yang sedang dipelihara dan umurnya berapa, diharapkan tindakan kueri pada basis data terkait. Melalui penggunaan gosip dari basis data tersebut suatu prediksi ihwal berapa banyak ikan nantinya mampu dipanen mampu dilaksanakan.

Sistem Informasi Geografis ialah suatu pengelolaan basis data. Konsep basis data sangat penting bagi SIG alasannya adalah inilah ialah pembeda utama SIG dengan perangkat lunak pemetaan atau pengolahan gambaran. Ada tiga desain sederhana yang perlu dipahami bila ingin mengetahui bagaimana pengertian SIG serta fitur SIG dikelola, ialah "Apa?", "Bagaimana Disimpan?", serta "Bagaimana Terhubung?" dengan fitur yang lain. Konsep basis data dapat menunjukkan beragam kesanggupan.
Sumber https://www.geologinesia.com/

Pengendalian Metode Berita Relevansinya Dengan Sig

Pengendalian tata cara informasi yaitu acara-kegiatan yang dikerjakan Manajer Sistem lnformasi untuk menyakinkan bahwa pengendalian-pengendalian di dalam tata cara teknologi inforrnasi masih tetap dilaksanakan dan masih efektif dalam menangkal bahaya dan gangguan kepada metode info. Tujuan dari metode informasi tidak akan mengena jikalau metode ini terganggu, sehingga tata cara informasi harus mempunyai pertahanan kepada bahaya dan gangguan tersebut, dan pertahanan ini haus dilaku kan terus menerus.

Pengendalian di tata cara teknologi info terbagi menjadi dua kalangan, yakni :
1. Pengendalian Secara Umum (General Contnols)
2. Pengendalian Aplikasi (Application Controls)

Pengendalian Secara Umum

Pengendalian secara biasa merupakan pengendalian-pengendalian sistem teknologi info yang paling luar yang mesti dihadapi apalagi dahulu oleh pemakai sistem informasinya. Pengendalian secara biasa terdiri dari :
1. Pengendalian organisasi
2. Pengendalian dokumentasi
3. Pengendalian kerusakan perangkat keras
4. Pengendalian keselamatan fisik
5. Pengendalian keselamatan data

Pengendalian Organisasi

Perencanaan yang bagus dan organisasi sistern inforrnasi yang berfungsi seperti yang dibutuhkan ialah pengendalian organisasi yang baik. Pengendalian organisasi ini mampu tercapai jikalau ada pemisahan peran dan pemisahan tanggung jawab yang tegas.

Pemisahan ini dapat berupa pemisahan peran dan tanggung jawab di antara departemen dan pemisahan tugas dan tanggung jawab di dalam departemen tata cara berita itu sendiri.
Fungsi-fungsi utama dalam departemen tata cara berita mesti dipisahkan peran dan tanggung jawabnya. Fungsi-fungsi utama yang perlu dipisahkan peran dan tanggung jawabnya yakni :
1. Bagian pengontrol data
2. Bagian yang mempersiapkan data
3. Bagian operasi komputer
4. Bagian pustaka data
5. Bagian pemrograman dan pengembangan tata cara
6. Bagian sentra informasi

Bagian pengontrol data (data control section) berfungsi sebagai penengah antara departemen sistem info dengan departemen lainnya. Bagian ini berfungsi mendapatkan data dari departemen yang lain, mengagendakannya, membuat batch control total, memantau jalannya pengolahan data, memonitor koreksi kesalahan selama pengolahan data dan mendistribusikan output kepada pemakai yang berhak.

Bagian yang menyiapkan data (data preparation section) berfungsi untuk menyiapkan data, melengkapinya (contohnya memperbesar dangan aba-aba-aba-aba yang diharapkan) dan memverifikasi kebenarannya, sehingga siap untuk dimasukkan ke dalam metode.

Bagian yang mengoperasikan data (data processing section) ialah bab yang berfungsi mengolah data sampai dihasilkan laporan. Personil bab ini disebut Computer Operator dan melakukan pekerjaan sesuai dengan mekanisme yang tertulis di dalam manual pengoperasian.


Bagian penyimpan data (data library section) berfungsi mempertahankan ruangan penyimpanan data yang disebut dengan perpustakaan data. Perpustakaan data (data library) ialah kawasan dimana data dan acara disimpan dalam media simpanan luar. Personil bab ini disebut Pustakawan (Librarian).

Tujuan utama dari fungsi perpustakaan data ini yakni untuk pemisahan tugas dan tanggung jawab antara bab yang menyimpan data dengan bagian yang hendak menggunakannya untuk operasi, sehingga mampu menangkal orang yang tidak berhak untuk mengaksesnya.

Bagian pemrograman dan pengembangan tata cara berfungsi didalam pembuatan acara dan pengembangan tata cara berita. Personil bab ini disebut dengan Programmer dan System Analyst. Bagian ini harus dipisahkan dengan bagian operasi dan dihentikan teriibat dalam pengoperasian secara pribadi alasannya mampu mengganti acara yang dipergunakan untuk maksud-maksud negatif.

Bagian sentra informasi dibuat dengan maksud untuk membantu para manajernya menciptakan program aplikasi sendiri untuk keperluan end user compufing atau end user development.

Pengendalian Kerusakan Perangkat Keras

Proses pembuatan data dapat terusik bila terjadi kerusakan perangkat keras yang mampu menjadikan kemacetan proses. Untuk mencegah hah ini, maka dapat dijalankan dengan pengendalian perangkat keras, menyediakan perangkat keras cadangan dan berbelanja asuransi.

Pengendalian perangkat keras komputer ialah pengendalian yang sudah dipasang di dalam komputer itu (built in) oleh pabrik pembuatnya. Pengendalian ini dimaksudkan untuk mendeteksi kesalahan atau tidak berfungsinya perangkat keras (hardware malfunction).


Menyediakan perangkat keras cadangan merupakan ha1 yang sangat tidak murah. Sebagai alternatif menggunakan perangkat keras cadangan, beberapa organisasi memakai processor cadangan. Jika processor utama rusak, maka processor kedua sebagai processor cadangan akan digunakan, sehingga proses pengolahan data tidak terusik. Sistem komputer mirip ini disebut Dual processor computer atau Fault tolerant computer.

 Pengendalian sistem informasi adalah kegiatan Pengendalian Sistem Informasi Hubungannya dengan SIG
Gambar perangkat keras sebuah sistem isu.

Pengendalian Keamanan Data

Menjaga integritas dan kemanan data merupakan pencegahan kepada keamanan data yang tersimpan di tabungan luar semoga tidak hilang, rusak dan diakses oleh orang yang tidak berhak. Cara-cara pengendalian keamanan data:
1). Menggunakan data log
Agenda (Log) dapat digunakan pada proses pengolahan data untuk memonitor, mencatat dan mengidentifikasi data. Kumpulan data yang akan dimasukkan ke departemen metode berita sebaiknya dicatat terlebih dahulu oleh data control group.

File dan acara yang diharapkan pada operasi pengolahan data juga mesti dicatat oleh librarian di library log. Dengan demikian segala sesuatu yang dapat mensugesti pergeseran data dapat diketahui, diidentifikasi dan dilacak.

Disamping data log, dapat juga dipakai transaction log, adalah sebuah file yang mau berisi nama-nama pemakai komputer, tanggal, jam, tipe pengolahannya, lokasi, dsb wacana penggunaan metode informasi yang pertu diketahui.

2). Proteksi File
Beberapa alat atau teknik tersedia untuk menjaga file dari penggunaan yang tidak benar yang mampu mengakibatkan rusak atau tergantinya data dengan nilai yang tidak benar, diantaranya yaitu cincin proteksi pita magnetik, write-protect tab, label ekternal dan label internal, serta read-only storage.

3). Pembatasan Pengkasesan (acces restriction)
Tujuan sekuriti yang penting yakni untuk mencegah personil yang tidak berwenang untuk dapat mengakses data. Pengaksesan harus dibatasi untuk mereka yang tidak berhak dengan cara:
- Isolasi fisik; Data yang penting mampu secara fisik diisolasi dari penggunaan personil-personil yang tidak berhak.
- Otorisasi dan kenali; Tiap-tiap personil yang berhak mengakses data telah diotorisasi dan diberi pengenal (diidentifikasi) dengan menunjukkan password kepada personil.
- Otomatic lockout; Untuk menangkal seseorang mencoba-coba password berulang-ulang, lazimnya mencoba password cuma diberikan peluang tiga kali.
- Pembatasan pemakaian
- Mengunci keyboard.

4). Data Backup dan Recovery
Pengendalian back-up dan recovegt diperiukan untuk be rjaga-jaga bila file atau database mengalami kerusakan, kesalahan data, atau kehilangan data. Back-up yakni salinan dari file atau database di daerah yang terpisah. Recovery ialah file atau database yang telah diperbaiki dari kerusakan, kesalahan atau kehilangan datanya.

Ada 5 tipe penyebab yang dapat mengakibatkan kesalahan, kerusakan atau kehilangan data:
- Disebabkan oleh kesalahan acara (acara error)
- Disebabkan oleh kesalahan perangkat lunak sistem (systems software error)
- Disebabkan oleh kegagalan perangkat keras (hardware failure)
- Disebabkan oleh kesalahan prosedur (procedural error)
- Disebabkan oleh kegagalan lingkungan (environmental failure)

Pengendalian Aplikasi

Pengendalian aplikasi ialah pengendalian yang dipasang pada pengolahan aplikasinya. Pengendalian aplikasi terdiri dari :
1. Pengendalian-pengendalian Masukan (Input Control)
2. Pengendalian-pengendalian Pengolahan (Processing Control)
3. Pengendalian-pengendalian Keluaran (Output Controls).

Pengendalian-pengendalian Masukan (Input Control)

Pengendalian masukan memiliki tujuan untuk meyakinkan bahwa data transaksi yang valid sudah lengkap, terkumpul semuanya serta bebas dari kesalahan sebelum dikerjakan proses pengolahannya.
Data input yang akan dimasukkan ke dalam komputer mampu melibatkan dua tahap, yakni:
a. Data Capture (Penangkapan data) merupakan proses mengidentifikasikan dan mencatat kejadian aktual yang tejadi akibat transaksi yang dikerjakan oleh organisasi.
b. Data Entry (Pemasukan data) merupakan proses membacakan atau memasukkan data ke dalam komputer.

 Pengendalian sistem informasi adalah kegiatan Pengendalian Sistem Informasi Hubungannya dengan SIG
Gambar gambaran data entry pada sebuah sistem info.

Pada tahap data capture dapat dijalankan pengendalian sebagai berikut :
1). Nomor urut tercetak pada dokumen dasar; Dokumen dasar harus diberi nomor urut yang sudah tercetak. Tujuan dari pengendalian ini ialah untuk mengetahui kalau ada dukumen yang hilang.
2). Ruang maksimum untuk masing-msing field di dokumen dasar; Dokumen dasar dirancang sedemikian rupa sehingga tidak ada field data yang meleset, yang dapat dilaksanakan dengan menawarkan ruang maksimum untuk masing-masing field data, sehingga keunggulan digit atau abjad mampu terlihat. Pengendalian ini ialah pengendalian untuk kebenaran data.
3). Kaji ulang data; Personil yang mengisi dokumen dasar mesti mengkasji ulang kembali data yang dicatatnya, dengan cara meneliti kembali kelengkapan dan kebenaran datanya.
4). Verifikasi data; Dokumen dasar yang sudah diisi oleh seorang personil dapat diverifikasi kelengkapan dan kebenarannya oleh personil yang yang lain.

Pengendalian pada tahap pemasukkan data berbentukpengecekan yang sudah terprogram di dalam acara aplikasi dan disebut dengan Prograamed check (pengecekan program).  Pengendalian yang ada di programmed check mampu berupa:
1). Echo check; Data yang diketikkan pada keyboard untuk dimasukkan ke komputer akan ditampilkan (echo) pada layar terminal.  Dengan demikian operator dapat membandingkan antara data yang diketikkan dengan data yang sebaiknya dimasukkan. Program dibuat sedemikian rupa dengan memberikan kesempatan pada operator untuk memperbaiki bila data yang diketikkan salah.

2). Existence check; Kode yang dimasukkan daripada daftar arahan-instruksi yang valid dan telah diprogram.

3). Matching check; Pengecekan ini dilaksanakan dengan membandingkan instruksi yang dimasukkan dengan field di file induk bersangkutan.

4). Field check; Field dari data yang dimasukkan diperiksa kebenarannya dengan mencocokkan nilai dari field data tersebut dengan tipe field-nya, apakah bertipe numerik, alphabetic, atau tanggal.

5). Sign check; Field dari data yang bertipe numerik dapat diperiksa untuk memilih apakah sudah berisi dengan nilai yang memiliki tanda yang benar, positif atau negetaif.

6). Relationship check atau logical check; Hubungan antara item-item data input mesti sesuai dan msuk nalar. Pengecekan ini berfungsi untuk memeriksa kekerabatan antara item-item data input yang dimasukkan ke komputer. Kalau tidak masuk nalar, maka akan ditolak oleh komputer.

7). Limit check atau reasonable check; Nilai dari input data diperiksa apakah cukup berargumentasi atau tidak. Contohnya adalah tanggal digitasi yang terjadi adalah 30 Februari 2011 ialah tidak berargumentasi.

8). Range check; Nilai yang dimasukkan dapat dipilih supaya tidak keluar dari jangkauan nilai yang telah ditentukan.

9). Self-checking digit check; Self-checking digit check ialah pengecekan untuk menyelidiki kebenaran dari digit-digit data yang dimasukkan. Pengecekan ini dipakai alasannya adalah operator condong melakukan kesalahan memasukkan digit-digit data.

10). Sequence check; Sequence check mengusut urutan dari record data yanag dimasukkan dengan cara membandingkan nilai-nilai field record tersebut dengan nilai field record sebelumnya yang terakhir dimasukkan.

11). Label check; Untuk menghindari kesalahan penggunaan file, maka label internal yang ada di tabungan luar mampu diperiksa untuk dicocokkan dengan yang seharusnya dipakai.

12). Batch control total check; Batch control total check lazimnya dipraktekkan pada pengelolaan data dengan sistem batch processing.

13). Zero-balance check; Bila transaksi yang dimasukkan merupakan nilai-nilai yang saling mengimbangi, misalnya nilai-nilai debet dan nilai-nilai kredit, maka nilai-nilai tersebut mesti imbang atau kalau dikurangkan selisihnya harus nol. Zero balance check akan melaksanakan pengecekan selisih antara dua sisi tersebut mesti imbang.

Pengendalian-pengendalian Pengolahan

Tujuan dari pengendalian-pengendalian pengolahan ialah untuk mencegah kesalahan-kesalahan yang terjadi selama proses pembuatan data yang dilaksanakan sesudah data dimasukkan ke dalam komputer. Kesalahan pengolahan mampu terjadi karena acara aplikasi yang dipakai untuk mengolah data mengandung kesalahan. Kesalahan-kesalahan yang umumnya disebabkan oleh kesalahan dalam acara yaitu:
1). Overflow; Overflow terjadi bila proses pembuatan mengandung perkiraan yang alhasil terlalu besar atau terlalu kecil, sehingga tidak muat untuk disimpan di memori komputer. Jika terjadi overflow, maka hasil dari proses pengolahan data menjadi tidak sempurna lagi.
2). Kesalahan akal acara; Kesalahan ini ialah kesalahan yang berbahaya dan susah untuk dilacak, alasannya adalah kesalahan nalar acara tidak mampu ditunjukkan oleh komputer dan tetap akan didapatkan hasilnya, namun dengan hasil yang salah.
3). Logika acara yang tidak lengkap.
4). Penanganan pembulatan yang salah; Permasalahan pembulatan terjadi jikalau tingkat ketepatan yang dikehendaki dari perkiraan arithmatika lebih kecil dari tingkat ketepatan yang terjadi.
5). Kesalahan akhir kehilangan atau kerusakan record.
6). Kesalahan urutan data.
7). Kesalahan data di file pola (reference file).
8). Kesalahan proses serentak; Kesalahan proses bersamaan (concurency) terjadi jika suatu file di dalam basis data dipergunakan oleh lebih dari seorang pemakai dalam network.

Pengendalian-pengendalian Keluaran

Keluaran (output) yang ialah produk dari pengolahan data dapat dihidangkan dalam bentuk hard copy dan soft copy. Pengendalian-pengendalian keluaran dimaksudkan untuk dipraktekkan pada kedua macam bentuk keluaran tersebut. Dalam bentuk hard copy keluaran yang paling banyak dilakukan ialah berupa laporan yang dicetak memakai printer.

Untuk menciptakan laporan yang berupa hard copy mampu dilakukan melalui beberapa tahapan, yakni :
1) Tahap menyediakan media laporan
2) Tahap memproses program yang rnenghasilkan laporan
3) Tahap pembuatan laporan di printer file
4) Tahap pengumpulan laporan
5) Tahap mencetak laporan di media kertas
6) Tahap mengkaji ulang laporan
7) Tahap pernilahan laporan
8) Tahap distribusi laporan
9) Tahap kaji ulang laporan oleh pemakai laporan
10) Tahap pengarsipan laporan
11) Tahap pemusnahan laporan yang sudah tidak diharapkan

Pengendalian-pengendalian keluaran yang dapat dilaksanakan untuk masing-masing tahap keluaran yakni selaku berikut :
1) Pengendalian pada tahap penyediaan media laporan; Pengendalian terhadap penyimpanan media laporan ini dapat dikerjakan dengan cara selaku berikut :
- Menyelenggarakan metode penyimpanan media laporan tercetak
- Pengendalian terhadap pengaksesannya
- Pemberian nomor urut 
- Penyimpanan cap pengakuan yang terpisah

2) Pengendalian pada tahap pemrosesan acara penghasil laporan; Pengendalian pada proses acara yang digunakan untuk mencetak laporan merupakan pengecekan-pengecekan yang telah dipasang di dalam program. Pengendalian ini bermaksud untuk menjamin kebenaran dan kelengkapan inforrnasi yang dicetak di dalam laporan.

3) Pengendalian pada tahap pengerjaan printer file; Kemungkinan suatu laporan tidak langsung dicetak ke printer, namun direkam terlebih dahulu ke file, karena disebabkan oleh beberapa hal, seperti :
- Menunggu printer yang sedang dipakai oleh proses yang lain.
- Bentuk dan isi laporan akan dimodifikasi kembali.
- Kalau printer file digunakan, maka harus dijalankan pengendalian-pengendalian sebagai berikut: Isi dari printer file tidak mampu diubah oleh orang lain yang tidak berhak, printer file tidak disalin oleh orang lain yang dihentikan melihat isi laporan, dan printer file hanya dicetak untuk keperluan yang sah saja dan dihapus jikalau sudah tidak dibutuhkan.

4) Pengendalian pada tahap pencetakan laporan; Pengendalian pada tahap ini memiliki dua tujuan utama untuk meyakinkan bahwa yang dicetak hanya sejumlah tembusan yang dibutuhkan saja dan menangkal isi dari laporan tidak terbaca oleh orang lain yang tidak berhak.

5) Pengendalian pada tahap pengumpulan laporan; Setelah laporan dicetak, maka mesti dikumpul kan segera oleh staf bab pengendalian. Semua laporan mampu diletakkan terlebih dahulu di kawasan yang khusus dan terkunci sebelum didistribusikan. taporan dihentikan ditinggal di ruang komputer secara sembarang pilih, sebab dapat hilang atau terbaca oleh orang lain yang tidak berhak.

6) Pengendalian pada tahap kaji ulang laporan; Sebelum laporan didistribusikan dan dipakai oleh pemakai laporan, maka laporan-laporan tersebut harus bebas dari kesalahan serta harus mencerminkan isu yang tidak menyesatkan. Untuk itu laporan sebelum didistribusikan mesti diperiksa kembali atau dikaji ulang kepada kesalahan yang tampak, misalnya field yang mengandung nilai yang tidak masuk nalar, cetakan yang tidak benar, data yang hilang atau tidak terbaca, dsb.

7) Pengendalian pada tahap pemilahan acara; Jika laporan berisikan beberapa halaman atau berisikan beberapa jenis untuk beberapa pemakai yang berbeda, maka laporan tersebut perlu untuk dipilah dalam kelompok-golongan tertentu. Staf bab pengendalian barus turut memantau dan memeriksa bahwa laporan-laporan tersebut telah lengkap, tidak ada yang hilang dan tidak difotokopi atau disalin. Kemudian laporan yang telah dipilah harus langsung didistribusikan.

8) Pengendalian pada tahap distribusi laporan; Pengendalian yang mampu dipraktekkan pada tahap ini adalah :
- Laporan dapat diberi tanggal kapan dibuat, sehingga distribusi yang terlambat mampu dikenali oleh pemakainya.
- Dibuat daftar distribusi siapa-siapa pun yang berhak untuk menerima laporan, sehingga distribusi tidak keliru ke pihak lain yang tidak berhak.
- Untuk laporan yang penting, mesti dibentuk daftar penerimaan yang ditandatangani oleh si penerima laporan selaku bukti bahwa laporan sudah didistribusikan dan diterima dengan benar dan lengkap.

9) Pengendalian pada tahap kaji ulang oleh pemakai; Penerima laporan semestinya mengkaji ulang isi dari laporan yang ditetimanya sebelum menggunakannya untuk mendeteksi kesalahan yang mungkin ada. Pemakai laporan harus memperlihatkan umpan balik kepada bab Sistem Informasi kepada kesalahan atau ketidaksesuaian serta perbaikan lebih lanjut kepada laporan yang digunakannya, sehingga untuk di kemudian hari laporan mampu tebih efektif.


10) Pengendalian pada tahap pengarsipan laporan; Jika laporan telah tidak dipakai lagi oleh pemakai laporan pada sebuah ketika tertentu, namun masih penting untuk dipakai di periode mendatang, maka laporan tersebut harus diarsip dengan baik. Pengarsipan laporan harus aman, tidak mudah dijangkau oleh orang lain yang tidak berhak.

11) Pengendalian pada tahap pemusnahan laporan; Bila laporan telah tidak dipakai lagi selamanya, maka laporan mesti dimusnahkan. Pemusnahan laporan hams benarbenar dilakukan tak berbekas, yang mampu dilakukan dengan dibakar atau dihancurkan dengan alat pengracik kertas. Laporan yang berupa soft copy, informasi ditampilkan pada layar terminal. Pengendalian yang dilaksanakan pada laporan yang berupa soft copy meliputi :
a) Pengendalian pada berita yang ditansmisikan
Pengendalian ini dimaksudkan agar orang yang tidak berhak tidak mampu menyadap di tengah jalur untuk info yang diantarkan. Kalau transmisi gosip menggunakan jalur telekomunikasi, maka mampu dilaku kan dengan menyandikan (encryption) berita yang ditransrnisikan. Kalau pengantaran gosip sifatnya lokal dengan rnenggunakan kabel, maka jalur kabel mesti diawasi semoga penyadapan ka bel (wiretapping) mampu dicegah.

b) Pengendalian pada tampilan di layar terminal
Pengendalian ini memiliki kegunaan untuk mencegah mereka yang tidak berhak untuk dapat melihat inforrnasi yang ditampilkan di layar terminal. Pengendalian ini mampu dijalankan dengan beberapa cara :
- Menempatkan masing-masing terminal di ruangan yang terpisah. 
- Menampilkan inforrnasi yang penting dan tidak mau terlihat orang lain dengan tampilan intensitas rendah (low intensity) di layar terminal, sehingga tidak mudah dibaca dari jarak jauh. 
- Meletakkan terminal yang menghadap ke tembok, sehingga tidak gampang tampakbagi mereka yang melalui.

Sumber https://www.geologinesia.com/

Selasa, 17 November 2020

Penyusunan Rencana Sig (Metode Berita Geografis)

Membuat suatu Sistem Informasi Geografis (SIG) sangat memerlukan perencanaan mendetail serta bermanfaat. Ada beberapa hal perlu diperhatikan sebelum melaksanakan perencanaan SIG yakni : mengapa harus menciptakan penyusunan rencana SIG, siapa yang merencanakan, apa yang dijadwalkan, kapan dijadwalkan, serta dimana direncanakan.

Mengapa harus membuat Perencanaan SIG

Perencanaan yang baik merupakan kunci berhasil SIG
Perencanaan baik akan menuju kesuksesan. Perencanaan jelek akan berujung kegagalan. Sudah sangat sering, pekerjaan gagal dikarenakan perencanaan jelek, apakah anda melakukan pekerjaan dalam metode atau membuat suatu sistem informasi geografis seadanya, anda harus mengintegrasikan penyusunan rencana yang cukup untuk membangun metode gosip geografis, kalau tidak pekerjaan tidak sesuai dengan keinginan.


Perencanaan yang bagus mengefektifkan biaya
Implementasi dan pemeliharaan metode isu geografis (SIG) memerlukan ongkos cukup mahal. Hal ini menjadi pemborosan jika tidak membuat produk berfaedah bagi organisasi. SIG mampu dengan segera menunjukkan nilainya kalau tersedia aliran arus kerja, dan dengan SIG membuat produk berita berfaedah. Anda akan mencar ilmu bagaimana mengevalusai faedah suatu tata cara jikalau dikaitkan dengan biayanya. Dengan cara mirip ini dapat dengan gampang membenarkan pembiayaan perencanaan dan pelaksanaan SIG terhadap atasan kita.

Mengetahui apa yang diharapkan dari SIG ialah hal mendasar dalam proses perencanaan
Sering terjadi, sebuah organisasi memutuskan bahwa mereka ingin memakai SIG, kemudian menganjurkan budget dan disetujui; anggaran ini dipergunakan untuk membeli teknologi, menciptakan data, dan menyediakan personilnya tanpa tahu persis kebutuhan dari tata cara. Ketika mencoba untuk berbagi metode informasi geografis tanpa mengetahui kebutuhannya apalagi dahulu, maka tidak cuma mencampakkan-buang waktu dan energi namun uang juga. Anda berangkat dengan kesalahan teknologi serta kebutuhan tak tercukupi. Anda mesti menentukan keperluan SIG dari organisasi dengan dari awal menetapkan proses perencanaannya.

Aplikasi-aplikasi SIG sungguh banyak, jadi penting untuk menetapkan kriteria khusus dan maksudnya sejak dari awal. Dengan begitu kita mampu terhindar dari kesemrawutan yang dihasilkan dari mencoba untuk menciptakan sebuah sistem tanpa prioritas. Metodelogi metode berita geografis menunjukkan bagaimana menguraikan dan membuat prioritas kebutuhan SIG dari institusi serta mempersiapkan suatu tata cara yang tepat.

Siapa yang Merencanakan

Perencanaan SIG dipandu oleh pemimpin perencanaan dan juga melibatkan manajer tingkat senior dan pengguna. Manajer SIG mengambil tugas utama dalam proses perencanaan, tetapi dilarang berjalan sendiri. Manajer SIG harus memperhatikan hikmah dan informasi dari manajer pembuat keputusan lebih tinggi dalam seluruh proses.

Kehilangan tunjangan dari manajemen bisa menjadikan kegagalan. Untuk menyingkir dari terjadinya hal mirip itu, maka pengambil keputusan harus diajak dalam proses penyusunan rencana. Pengguna sistem ini juga mesti diajak terlibat pribadi dalam proses perencanaan. Jika tidak ada keterlibatan dari mereka tata cara akan selsai dengan tidak menyanggupi keperluan penggunanya.

Apa yang Direncanakan

Semua bagian Sistem Informasi Geografis mesti dijadwalkan, meliputi : produk informasi, software, hardware, mekanisme, data dan orang-orangnya. Komponen utama yang harus direncanakan, meliputi :
Produk berita
Output apa diinginkan dari sebuah Sistem Informasi Geografis ? Apakah dalam bentuk map, laporan, graf atau kombinasinya? Data apa dibutuhkan untuk membuat informasi ini. Awal dalam proses perencanaan, harus menentukan dan menguraikan dengan terang produk isu yang dikehendaki organisasi dari SIG. Sekali produk info sudah ditetapkan, maka kita mampu mengawali menjawab pertanyaan penyusunan rencana berafiliasi dengan bagian SIG lainnya.


Software
Fungsi software bagaimana diharapkan untuk keperluan menciptakan produk berita? Apa yang perlu dijalankan? Pada sistem operasi apa software tersebut bisa dilakukan? Apakah adaptasi software diperlukan? Seberapa sering upgrade software diharapkan?.

Hardware
Apa hardware yang dipunyai organisasi ketika ini, apakah itu mendukung dalam penerapan SIG ? Apakah tipe dari infrastruktur jaringan diperlukan oleh organisasi? Bagaimana memastikan hardware tetap efektif dalam menghadapi perkembangan tekologi isu?.

Prosedur
Bagaimana sinkronisasi SIG dengan adanya mekanisme organisasi untuk menciptakan suatu produk berita? Bagaimana mengatasi metode atau modelnya?.

Data
Data macam apa untuk input SIG untuk membuat produk berita yang dikehendaki? Dimana data tersebut didapatkan, atau bagaimana membuat data tersebut? apa format data yang ingin dipakai? pada tingkat akurasi dan skala peta apa diharapkan?.

Personil
Diperlukan personil seperti apa? apakah harus menghadirkan tenaga baru untuk menjalankan hal tersebut? jenis pelatihan apa diperlukan untuk mengerjakan SIG oleh personil tersebut?.

 Membuat sebuah Sistem Informasi Geografis  Perencanaan SIG (Sistem Informasi Geografis)
Gambar ilustrasi penyusunan rencana SIG.

Kapan Direncanakan

Perencanaan SIG merupakan suatu proses keberlanjutan. Proses penyusunan rencana dapat terus berlanjut bahkan sesudah entri data akhir dijalankan. Sistem Informasi Geografis mampu dengan cepat terlihat balasannya pada suatu organisasi. Segera setelah implementasi akan tampakbagaimana sistem ini memiliki kegunaan dan orang mampu melihat dan mengidentifikasi hal-hal lain yang mereka inginkan pada bidangnya masing-masing.


Ketika hal ini terjadi, kita harus menyaksikan kembali bab-bab dari proses penyusunan rencana untuk mengakomodir keperluan ini. Kemungkinan akan ada pesanan khusus untuk penyusunan rencana SIG; Akan ada perintah melalukan sesuatu selama perencanaan SIG.

Dimana Direncanakan

Perencanaan SIG tidak dilaksanakan hanya sebatas di kantor saja. Perencanaan SIG mewajibkan kita untuk berjumpa dengan orang lain pada metode institusi. Si perencana akan banyak bertemu dengan orang yang memerlukan gosip dari pemberlakuan metode dan belajar bagaimana mereka memanfaatkan berita ini untuk membantunya dalam pekerjaan.

Hal ini juga ialah suatu potensi untuk belajar lebih jauh. Fundamental operasi bisnis terjadi di lembaga kita saban hari. Dengan pemahaman arus kerja harian mampu menyebabkan perencanaan SIG menjadi lebih mantap, sehingga dapat menciptakan pembaharuan-pembaharuan untuk forum.

Sumber https://www.geologinesia.com/