Sabtu, 29 Februari 2020

Masalah Penemuan Tengkorak Yang Membingungkan

Kasus Penemuan Tengkorak yang Membingungkan Kasus Penemuan Tengkorak yang Membingungkan
Ilustrasi/asikinaja.com
Dengan teknologi yang ada kini, kita bisa membayangkan—lewat rekonstruksi—seperti apa rupa seseorang, dengan menggunakan tengkoraknya. Karena itulah, kita bisa melihat seperti apa rupa Firaun, contohnya, dengan melaksanakan rekonstruksi terhadap tengkoraknya. Teknologi ini pula yang digunakan saat ada penemuan-inovasi tengkorak abnormal, atau tengkorak yang terpendam di tanah sejak ribuan tahun lalu.

Sayangnya, teknologi canggih itu rupanya belum mampu menjawab misteri tengkorak yang didapatkan di Danish Sealand.

Pada Juli 2007, beberapa pekerja melaksanakan penggalian dengan tujuan untuk mengubah pipa yang terpendam di dalam tanah. Mereka melakukan pekerjaan di tempat Olstykke, yang masuk daerah pulau Danish Sealand, Denmark. Pada waktu mereka menggali tanah untuk mengganti pipa di dalamnya itulah, mereka menemukan sebuah tengkorak yang terpendam di sana.

Semula, inovasi tengkorak itu dianggap hal biasa, sebab kejadian itu bisa terjadi di mana pun, dan mampu dibilang tidak ada istimewanya. Karenanya, pada waktu itu, inovasi tengkorak itu hanya sekadar menghiasi beberapa media lokal selaku info yang juga dimakan masyarakat setempat.

Pada 2010, dongeng inovasi tengkorak itu kembali mengemuka, setelah beberapa peneliti dari Veterinary Medicine kesengsem melakukan observasi kembali, dan teka-teki tengkorak itu mulai terlihat. Awalnya, mereka—sebagaimana orang-orang lain biasanya—mengira tengkorak itu milik insan yang hidup di era kemudian. Tapi sepertinya tidak sesederhana itu.

Ketika para peneliti melaksanakan riset kepada tengkorak tersebut, tergolong melaksanakan rekonstruksi untuk menyaksikan mirip apa rupa pemilik tengkorak, mereka tercengang. Wujud yang mereka hasilkan dari tengkorak itu tidak mirip manusia sebagaimana umumnya, dan semenjak itu perumpamaan Tengkorak Sealand mulai populer.

Berdasarkan penuturan para pekerja yang dulu mendapatkan tengkorak tersebut, mereka memperoleh tengkorak itu di bawah tanah, di atas terusan pipa yang mau diganti. Penemunya menyampaikan, beliau sempat menduga yang dia dapatkan yakni tulang kuda. Karena dia dan teman-temannya waktu itu tengah mengganti pipa di daerah seorang jagal kuda, dia pun tak aneh ketika menemukan tengkorak itu. 

Namun, sehabis ia membersihkan tengkorak tersebut, ia baru menyadari bahwa tengkorak itu mirip tengkorak manusia, jadi dia dan teman-temannya melakukan pencarian atas tulang-tulang lainnya, dengan maksud semoga “makam” si pemilik tengkorak dan kerangka itu bisa dipindahkan ke kawasan lain. Tapi mereka tidak mendapatkan tulang atau kerangka apa pun, cuma tengkorak itu saja.

Dalam pencarian waktu itu, yang mereka dapatkan justru tulang belulang binatang, kapak batu, dan perlengkapan dari zaman Neolitik. Tidak satu pun tulang yang berkaitan dengan tengkorak tersebut ditemukan di area itu. 

Belakangan, tengkorak misterius itu dibawa ke Niels Bohr Institute di Copenhagen. Hasil observasi menyimpulkan, tengkorak tersebut berasal dari tahun 1200 dan 1280 sebelum Masehi. 

Tengkorak tersebut didapatkan di atas pipa tua, yang mengindikasikan bahwa tengkorak dikubur sesudah tahun 1900, dan hal itu juga menjadi isyarat mengapa bagian tulang lainnya tidak ditemukan, alasannya adalah mungkin dikubur di tempat lain.

Yang membingungkan dari tengkorak itu yaitu bentuknya yang tidak seperti tengkorak manusia, tapi juga bukan tengkorak hewan. Tengkorak Sealand berskala 1,5 kali lebih besar dari tengkorak Homo sapiens, utamanya pada bab mata yang sungguh besar. Permukaan tengkoraknya yang halus menawarkan bahwa makhluk ini sudah beradaptasi pada lingkungan yang acuh taacuh, dan matanya yang besar mungkin menawarkan bahwa makhluk ini adalah makhluk malam.

Sebagian orang beropini bahwa tengkorak tersebut mungkin milik sejenis primata yang hidup pada abad lampau. Hal itu bisa dilihat pada bagian gigi yang seperti susunan gigi primata. Namun, pendapat itu disangsikan, alasannya adalah ciri-cirinya tidak sesuai dengan jenis-jenis primata yang sudah diketahui .

Yang paling menawan adalah dikala tengkorak itu direkonstruksi sampai menampakkan wujud utuhnya, dengan tampang dan kepala secara utuh. Yang terlihat bukan tampang insan atau rupa hewan, melainkan lebih seperti citra alien! Dengan kepala yang besar, dan sepasang mata yang besar.

Kaprikornus, mungkinkah tengkorak itu milik makhluk asing—entah apa—yang dahulu pernah hidup di bumi sampai dikala kematiannya? Pertanyaan itu tampaknya tak terjawab. Setidaknya, belum.


Sumber https://www.belajarsampaimati.com/


EmoticonEmoticon