Rabu, 04 Maret 2020

Masalah Konkret Reinkarnasi Di India Yang Membingungkan

Ilustrasi/tribunnews.com
Konsep reinkarnasi diketahui oleh umat Hindu sebagai bentuk “kelahiran kembali” dari periode lalu. Bahwa dikala kita mati, kelak akan terlahir kembali menjadi wujud yang berbeda, meski mungkin kita tidak mengenang kurun lalu kita sebelumnya. Karenanya, meski reinkarnasi dipercaya ada, khususnya oleh umat Hindu, kita sukar mendapatkan buktinya secara terperinci.

Meski begitu, ada satu kasus reinkarnasi yang faktual dan sangat aneh. Kasus ini bahkan sempat terkenal di zamannya, melibatkan seorang anak kecil bernama Shanti Devi.

Shanti Devi lahir di Delhi, India, pada 1930-an. Sejak kecil, beliau terlihat mirip bayi-bayi biasa. Ketika usianya makin bertambah dan sebaiknya mulai suka berceloteh, Shanti Devi terkesan sangat pendiam. Dia jarang memperdengarkan bunyi. Namun, risikonya, pada usia 4 tahun, dikala ia mulai banyak berbicara, ucapan-ucapannya mengejutkan banyak orang.

Mula-mula, ketika ucapannya sudah mulai terdengar terang, Shanti Devi kerap berkata pada orang tuanya, “Ini bukan rumah saya sebenarnya! Nama saya Ludgi! Saya punya suami dan anak pria di Mathura! Saya mesti kembali pada mereka!” 

Itu ucapan anak berusia 4 tahun. Terlepas betapa abstrak dan tidak jelasnya perkataan tersebut, semua orang tentu mengerti tidak ada anak 4 tahun menyampaikan ucapan semacam itu. Tetapi orang bau tanah Shanti Devi, mirip lazimnya orang India di tempat tinggalnya, mempercayai rancangan reinkarnasi.

Makara, tiap kali anak mereka mulai meracau dan mengatakan bahwa “itu bukan rumahnya”, bahwa dia “punya suami dan anak laki-laki”, orang tuanya pun akan menenangkan, “Itu era lalumu, Nak. Tapi kamu telah terlahir kembali sekarang. Kaprikornus lupakan masa lalumu, kau sedang bersama kita sekarang.”

Shanti Devi, mirip lazimnya anak berusia 4 tahun lain, sulit ditenangkan. Dia terus menerus mengatakan terhadap siapa saja, yang hendak mendengarkannya, bahwa dia punya keluarga sendiri di Mathura, bahwa dia punya suami dan bawah umur.

Berbeda dengan ocehan anak kecil lain yang sering tidak terang juntrungnya atau tidak nyambung, ocehan Shanti Devi begitu runut dan jelas, seperti ocehan orang yang nalarnya telah matang. Dari ocehan-ocehannya, orang tuanya pun alhasil mampu mengerti bahwa Shanti Devi dulunya seorang perempuan berjulukan Ludgi, mempunyai seorang suami dan tiga anak. Ia dan keluarganya tinggal di Mathura, dan beliau meninggal saat melahirkan anaknya yang ketiga.

Mendengar kisah yang runut dan terang semacam itu, orang tua Shanti Devi pun ingin tau. Maka mereka mencoba mengecek ke Mathura, untuk menandakan apakah ocehan putri mereka memang benar, atau cuma ocehan anak kecil. Hasilnya sangat mencengangkan.

Ternyata, semua yang diocehkan Shanti Devi memang benar, bahkan akurat. Di Mathura memang pernah ada perempuan bernama Lugdi Devi, yang meninggal beberapa tahun sebelumnya, saat melahirkan anak ketiga.

Bukti permulaan itu menciptakan orang renta Shanti Devi makin ingin tau. Mereka kemudian mengajak putri mereka ke Mathura, untuk menyaksikan apa yang akan terjadi. 

Di Mathura, Shanti Devi mampu pribadi menunjuk “bekas rumahnya”, dan dia mampu tahu bahwa rumah itu dahulu berlawanan. Kenyataannya, rumah yang ditinggali suami dan anak-anak Ludgi Devi memang sudah diperbaiki. Lebih dari itu, Shanti Devi juga bisa menggambarkan seperti apa bentuk rumahnya dulu, sebelum diubah mirip kini, dan informasi itu dikonfirmasi oleh suami Ludgi Devi serta para tetangga yang mengenali.

Yang lebih gila, dan yang semakin menawarkan bahwa Shanti Devi memang reinkarnasi Ludgi Devi, beliau mampu menerangkan siapa pun nama-nama kerabatnya, dari pihaknya maupun dari pihak suaminya, juga mengetahui beberapa belakang layar keluarga mereka yang tidak mungkin dikenali oleh orang luar.

Selama di Mathura, Shanti Devi mendapat setidaknya 24 pertanyaan terkait Ludgi Devi dan keluarganya, dan anak berusia 4 tahun itu bisa menjelaskannya dengan runtut sekaligus akurat.

Kenyataan itu pun saat itu juga menghebohkan India. Para ilmuwan dan peneliti, yang penasaran dengan fenomena itu, berusaha melakukan penyelidikan dan observasi, dan dongeng itu menjadi perkara reinkarnasi paling terkenal sepanjang sejarah modern. Tidak cuma para ilmuwan dan peneliti, pemerintah setempat bahkan sampai membentuk tim khusus untuk menyelidiki perkara itu, untuk pertanda bahwa fenomena tersebut bukan sekadar tipuan.

Kenyataannya, kisah itu memang bukan tipuan, dan kasatmata terjadi, dan itulah anehnya. Sture Lonnerstrand, seorang jurnalis Swedia, bahkan hingga menghabiskan lumayan banyak waktunya di India demi menyimak ocehan Shanti Devi, merekam semua ceritanya, dan memverifikasi semua gosip yang dituturkan gadis kecil itu. 

Ia mendapatkan bahwa semua yang dikatakan Shanti Devi, terkait kehidupan masa lalu seorang perempuan bernama Ludgi Devi, memang benar dan akurat. Meski begitu, bagaimana fenomena asing semacam itu mampu terjadi, tampaknya masih akan jadi misteri.


Sumber https://www.belajarsampaimati.com/


EmoticonEmoticon