Rabu, 11 Maret 2020

Masalah Misterius Hilangnya Pilot Australia Yang Diculik Ufo

Ilustrasi/momentumaustralia.org.au
Sebuah pesawat hilang tanpa bekas, dan pilotnya lenyap tanpa pernah didapatkan. Sebelum pilot dan pesawatnya hilang entah ke mana, sang pilot sempat melaporkan sesuatu yang mencengangkan pada menara kendali. Bisa jadi, ini perkara terkait UFO yang paling misterius, paling asing, sekaligus paling menarik hati fikiran.

Frederick Valentich Jr. adalah laki-laki yang mungkin dilahirkan untuk menjadi pilot. Ketika berusia 20 tahun, dia tidak cuma sudah jago mengemudikan pesawat, tetapi bahkan sudah menjadi pelatih/instruktur para kandidat pilot. Kaprikornus, dalam urusan pesawat dan penerbangan, Frederick Valentich Jr. telah tak perlu diragukan. Saat berada dalam pesawat di udara, dia tahu apa yang harus dijalankan.

Pada 21 Oktober 1978, Frederick melayang sendirian memakai pesawat Cessna bermesin satu, dari Melbourne ke King Island, untuk suatu penerbangan carter (penjemputan). 

Baru beberapa menit terbang, dia melapor ke menara kontrol di Melbourne, bahwa sebuah pesawat terbang dengan empat lampu gemerlapan ada di depannya. Padahal, waktu itu tidak ada pesaswat lain yang melayang ke arahnya, dan menara kendali pun memutuskan tidak ada pesawat apa pun yang mereka lihat di radar.

Tapi Frederick berkeras, dan ia menyampaikan pada menara kendali, “Bentuknya panjang, dan ia (pesawat ajaib itu) makin mendekat!” 

Suara Frederick tersebut terekam di menara kendali, dan belakangan menjadi salah satu bukti penting. 

Beberapa dikala kemudian, Frederick terdengar berteriak, “Ya Tuhan, itu bukan pesawat!”

Setelah itu terdengar benturan keras, dan Frederick beserta pesawatnya lenyap. 

Peristiwa itu terkenal di dunia, bahkan dimuat di beberapa media di Indonsia. Majalah Tempo, edisi 11 November 1978, juga menampung gosip tersebut, dan berikut ini sebagian kutipannya. 

“Juru bicara Departemen Perhubungan Australia, yang merespon peristiwa itu, menduga pilot Frederick Valentich mengalami disorientasi sampai ia terbang 180 derajat terbalik. Dalam posisi terbang terbalik, mampu jadi dia melihat refleksi bayangan pesawatnya sendiri di laut yang berminyak, dan menyangkanya suatu piring terbang.

“Kendati demikian, Ken Williams, juru bicara itu, tak menolak sama sekali kemungkinan penculikan dari angkasa luar. Ayah penerbang itu sendiri, Guido Valentich, bersikeras. ‘Anak saya seorang instruktur penerbang, dan pikirannya cukup waras,’ kata Guido. 

“Makanya dia tak percaya Frederick sampai tersesat dan terbang terbalik. Juga seorang penerbang swasta lainnya, Arthur Schutt, tak mampu mendapatkan bahwa Frederick keliru menafsirkan bayangan pesawatnya sendiri sebagai benda melayang yang tak diketahui alias BETA. 

“Pacar Frederick, Rhomda Rushton, yang empat tahun lebih muda, lain lagi reaksinya. Katanya terhadap wartawan UPI di Melbourne, ‘Saya tahu Fred masih hidup. Kita secepatnya akan melihatnya kembali.’ 

“Lalu, di mana penerbang dengan pesawat Cessna 182 itu sekarang? ‘Itu diam-diam,’ kata gadis itu, yang mengaku sudah melaporkan apa yang diketahuinya terhadap pejabat Departemen Perhubungan Australia. 

“Sementara itu, pencarian kepada pesawat Cessna dilaksanakan segera, sehabis kabar hilangnya pesawat itu tersiar. Enam pesawat SAR resmi dikerahkan selama empat hari, tetapi mereka hanya memperoleh satu genangan minyak di maritim akrab kawasan Cessna itu menghilang. Genangan itu dikabarkan berasal dari sebuah mesin disel.” 

Tempo dan banyak media lain di Indonesia serta dunia, rata-rata cuma mengabarkan insiden hilangnya Frederick bareng pesawatnya, tapi mereka tidak menindaklanjuti isu dan banyak sekali kejadian yang terjadi lalu. Padahal, hilangnya Frederick beserta pesawatnya hanya awal dari sesuatu yang kelak sangat mencengangkan.

Insiden Frederick Valentich

Peristiwa hilangnya Frederick dalam penerbangan tersebut kemudian diketahui dengan istilah Insiden Frederick Valentich, dan menjadi insiden terkait UFO yang paling signifikan di Australia.

Dalam upaya penelusuran yang dikerjakan, sama sekali tak ditemukan jejak pesawat yang dikemudikan oleh Frederick Valentich, hingga risikonya departemen pengusutan dan tranportasi menutup kasus, dengan menyimpulkan bahwa perkara ini tak pernah terpecahkan.

Yang menawan untuk dicatat, pada waktu Frederick lenyap sehabis melaporkan adanya “pesawat abnormal”, pada waktu yang serupa juga ada banyak masyarakat yang melaporkan penampakan serupa. Karenanya, meski pihak otoritas tidak pernah menyatakan laporan “penampakan pesawat gila” yang dinyatakan Frederick pada menara kontrol, media-media Australia dan penduduk di sana telah menghubung-hubungkan hilangnya Frederick dengan UFO.

Menanggapi hal itu, Ken Williams, juru bicara Departemen Transportasi, menyampaikan kepada Associated Press bahwa “sangat lucu, sebab semua orang menghubungkan hilangnya Valentich dengan UFO”.

Berdasarkan kronologi peristiwa, Valentich berangkat dari Moorabbin pada pukul 18.19 waktu lokal, dan menelepon Unit Pelayanan Penerbangan Melbourne untuk memberitahukan penerbangannya pada mereka. Dia melapor kembali ketika mencapai Cape Otway pada pukul 19.00, dan rekaman catatan tidak memberikan bahwa ia melaporkan sesuatu yang hebat sebelum mencapai Cape Otway.

Baru setelah terbang di atas Cape Otway, Frederick melaporkan sesuatu terkait kemunculan pesawat asing di dekatnya.

Pada pukul 19.06, Service Officer Melbourne, Steve Robey, menghubungi Frederick, terkait laporan tersebut, dan menyatakan bahwa di ketinggian terbangnya (sekitar 5.000 kaki atau 1.524 meter) tidak ada penerbangan lain selain penerbangan yang dilakukan pesawatnya.

Frederick lalu melaporkan bahwa beliau menyaksikan sebuah pesawat besar tak diketahui , yang tampak diterangi empat lampu sangat terang. Dia tidak mampu menentukan jenis pesawat apa itu, tetapi menyatakan bahwa pesawat itu telah berlalu sekitar 1.000 kaki (300 meter), dan bergerak dengan kecepatan tinggi.

Dalam laporannya, Frederick mengatakan pesawat itu mendekati pesawatnya. Pukul 19.09, Steve Robey meminta Frederick untuk mengonfirmasi ketinggian, sebab ia tidak dapat mengidentifikasi pesawat misterius yang gres saja melalui itu. Frederick menggambarkan pesawat itu, dengan menyampaikan bahwa pesawat itu “panjang”, tetapi melaju sungguh cepat, sehingga beliau kesusahan menggambarkannya lebih rinci.

Percakapan lewat transmisi radio itu berlangsung sekitar 30 detik. Selama waktu itu, Steve Robey berupaya meminta asumsi ukuran pesawat. Frederick kemudian kembali mengatakan bahwa pesawat itu “melintas” di atasnya, dengan permukaan logam mengilap dan lampu hijau di atasnya.

Steve Robey menjajal mengumpulkan informasi lebih lanjut tentang pesawat tak diketahui dan lokasinya, karena Frederick melaporkan bahwa kini pesawat misterius itu mendekat dari barat daya. Pukul 19.12, Frederick melaporkan bahwa dia mengalami dilema mesin, dan masih akan melanjutkan perjalanan ke King Island.

Ada keheningan sejenak, lalu suara Frederick kembali terdengar, mengatakan dengan terkejut, “Benda itu melayang, dan itu bukan pesawat!” 

Bersamaan dengan itu, 17 detik lalu, terdengar suara bising, dan diidentifikasi sebagai bunyi benda keras yang tergores... kemudian hilang kontak.

Pencarian dan penyelamatan

Pada pukul 19.33, upaya penelusuran segera dikerahkan. Saat itu secepatnya diketahui bahwa pesawat Frederick Valentich tidak mendarat di King Island sebagaimana yang dijadwalkan. 

Hingga 25 Oktober 1978, penelusuran tidak memperoleh apa pun. Kira-kira di akrab kawasan hilangnya pesawat Frederick, didapatkan tumpahan materi bakar, tapi belakangan diketahui itu bukan bahan bakar angkutanpenerbangan.

Yang mengherankan, tidak ada jejak pesawat yang ditemukan. Padahal, pesawat yang dikemudikan Frederick dilengkapi empat jaket dan sinyal radio darurat, dan dirancang untuk bertahan selama beberapa menit kalau menghadapi keadaan darurat.

Laporan penampakan

Setelah isu hilangnya Frederick Valentich terdengar publik, sejumlah orang mengaku telah menyaksikan kegiatan yang tidak lazimdi tempat hilangnya pesawat. Di antara 20 laporan yang masuk, orang-orang mengklaim telah menyaksikan suatu cahaya hijau di langit, dan satu orang saksi yang berada sekitar Apollo Bay, Victoria, menyatakan melihat lampu hijau, dan ada suatu pesawat dalam posisi menukik tajam.

Menurut para pengamat UFO, info itu sungguh penting, karena laporan Frederick terhadap menara kontrol dan laporan para saksi mata dari pihak masyarakat mempunyai isi yang serupa, yaitu eksistensi pesawat dan cahaya hijau.

Pada 1982, laporan lengkap tentang hilangnya Frederick mulai dipublikasikan secara rinci ke publik, dan sejak itu berbagai teori, spekulasi, sekaligus kontroversi, bermunculan. Berikut yaitu beberapa teori yang menjajal menjelaskan hilangnya Frederick bareng pesawatnya.

Pertama, terlepas dari UFO, mampu jadi Frederick sengaja menetralisir diri, apa pun karena. Dengan memperhitungkan perjalanan antara 30 sampai 45 menit ke Cape Otway, pesawat itu masih mempunyai cukup bahan bakar untuk terbang 800 kilometer. Artinya, dalam jarak 800 kilometer tersebut, Frederick bisa mendaratkan pesawatnya di mana pun, kemudian dia menghilang.

Memang bisa jadi kenyataannya mirip itu. Namun, kalau memang begitu yang terjadi, kemudian di mana kira-kira pesawat itu sekarang berada? Frederick mungkin bisa menghilang begitu gampang. Tapi menetralisir pesawat pasti bukan pekerjaan mudah. Kapan pun waktunya, pesawat itu niscaya akan ditemukan. Tapi nyatanya, hingga bertahun-tahun, tidak ada yang melaporkan inovasi pesawat.

Kedua, bisa jadi Frederick kebingungan sehingga terbang terbalik, dan cahaya yang beliau lihat adalah cahaya pantulan pesawatnya sendiri di air. Hal ini juga pernah dikonfirmasi oleh otoritas penerbangan, bahwa pesawat Cessna mempunyai sayap yang tinggi dengan sistem gravitasi, yang menciptakan model penerbangan secara terbalik telah tidak baku lagi di tahun itu.

Ketiga, mampu jadi pesawat Frederick mengalami dilema mesin, dan menabrak maritim. Kemungkinan ini bisa terjadi, sebab Selat Bass—daerah pesawat Frederick terbang di atasnya—memiliki arus yang cukup berpengaruh dan deras. Selain dilema mesin, teori lain menyebut mampu jadi pesawat Frederick tersambar petir.

Akhirnya, yang tak bisa dihindari, yakni teori-teori terkait UFO. Karena, bagaimana pun, sebelum hilang, Frederick sempat melaporkan adanya sesuatu yang asing, dan bertepatan dengan itu ada banyak laporan perihal penampakan cahaya abnormal di langit.

Lima tahun lalu

Suatu malam di bulan Agustus 1982, bersahabat desa Iman, Primorskiy-krai, Far East, Rusia, terjadi sesuatu yang mencengangkan. Malam itu, Letkol Igor Valerianovich Kazantsev, komandan detasemen penjaga perbatasan di bersahabat dusun Iman, menerima laporan dari seorang pria mencurigakan yang ditangkap oleh prajurit dari unit di erat perbatasan Soviet-Cina. 

Pria gila itu memberikan dokumen yang memberikan bahwa namanya yaitu Saryche. Dia juga memperlihatkan surat dari seorang akademisi bernama Vsevolod S. Troitskiy, koresponden anggota Akademi Ilmiah Uni Soviet, sekaligus Ketua Komisi untuk Studi Fenomena Anomali. Orang asing itu menyatakan bahwa ia terlibat dalam observasi UFO.

Setelah menunjukkan dokumennya untuk mengenalkan diri, laki-laki asing itu menyatakan bahwa beliau mendapatkan suatu botol hitam gila berbentuk kapsul, pada ketinggian 1.204 meter di atas permukaan maritim. Begitu dibuka, kapsul itu berisi suatu gulungan yang isinya teks dalam bahasa Inggris, dan ditulis dengan sebuah tinta/zat berwarna oranye. 

Pria abnormal itu mengaku, dia berencana menenteng kertas serta botol kapsul aneh itu terhadap Vsevolod S. Troitskiy untuk diteliti bersama.

Letnan Kolonel Valerianovich Kazantsev melihat kertas yang dimaksud, dan berikut ini sebagian isinya:

“Saya Frederick Valentich. Saya ditangkap bersama pesawat Cessna-182 oleh UFO, pada 21 Oktober 1978, 145 mil selatan Melbourne. Karena waktu yang sangat terbatas dan ancaman ekstrem untuk negara saya, ini yang terpenting; apa yang aku lihat ialah di luar imajinasi saya. 

“Kemudian aku hingga pada kesimpulan bahwa ada beberapa aspek yang menghipnotis jiwa saya. Pertama, realitas UFO dan pilot mereka, kedua tentang ajuan mereka bagi saya untuk menjadi pilot salah satu pesawat mereka. 

“Pesawat UFO yang saya kendalikan mesti melakukan pekerjaan di kapal kargo (cargo ship). Semua pesawat yaitu milik sebuah peradaban yang terletak di rasi Pleiades, dan mewakili sebuah organisasi antar 6 peradaban dari Orion, Swan, dan konstelasi Big Dog; sistem tata surya kita juga bagian dari itu. 

“Seperti kita, mereka juga makhluk organik, menghirup oksigen, dan tubuh mereka sama meningkat . Tugas utama kami ialah mencuri oksigen dari bumi. Bayangkan 2 penerbangan per minggu dikerjakan untuk mengambil oksigen. 

“Saya menawarkan kapsul ini untuk Kedutaan Besar Australia, biar diberikan kepada para ilmuwan, untuk melakukan observasi lebih lanjut.”

Berita itu sempat bocor dan menjadikan kegemparan di golongan para penggemar UFO. Tetapi, kemudian, entah dengan argumentasi apa pun, isu atau peristiwa ajaib itu ditutup dengan efektif, dan seluruhnya diklasifikasikan dalam TOP SECRET.

Kaprikornus, di mana Frederick Valentich kini hidup? Tidak ada yang tahu. Di mana botol kapsul abnormal yang didapatkan itu kini berada? Tidak ada yang tahu. Di mana surat yang disebut ditulis Frederick Valentich kini disimpan? Tidak ada yang tahu.


Sumber https://www.belajarsampaimati.com/


EmoticonEmoticon