Jumat, 06 Maret 2020

Perkara Kehadiran Alien Dari Planet Misterius

Ilustrasi/wvxu.org
Kisah ini mungkin asing, terdengar seperti cerita rekaan yang tak masuk akal, tetapi bukti-bukti asli terkait cerita ini jauh lebih ajaib dan lebih tak masuk nalar. 

Kisah abnormal dan misterius ini bermula pada 6 Februari 1966 di Madrid, Spanyol. Pada hari itu, seorang laki-laki bernama Jordan Pena melaporkan telah melihat sebuah objek melayang tak diketahui . Berdasarkan penuturannya, objek itu berbentuk bundar dan mempunyai tiga kaki. Yang ajaib, pada permukaan objek itu terdapat sebuah simbol berupa tiga garis vertikal yang dihubungkan sebuah garis horizontal.

Jordan Pena melaporkan kesaksian itu pada kantor polisi, dan saat itu juga membuat kegemparan sesudah ceritanya dimuat di surat kabar. Tapi peristiwa penampakan itu rupanya hanya awal dari serangkaian kejadian asing dan misterius yang lalu menyusul.

Dokumen-dokumen misterius

Tidak lama sesudah laporan Jordan Pena timbul ke permukaan, Fernando Sesma—seorang peneliti UFO yang tinggal di Spanyol—menerima sejumlah dokumen yang disebut berasal dari sebuah ras luar angkasa, dari planet Ummo. 

Bingung dengan kehadiran dokumen misterius itu, Fernando Sesma menelepon rekan-rekannya yang juga bergelut dengan persoalan UFO, dan ternyata mereka juga menerima kiriman serupa. Sebagian mereka menerima kiriman dokumen sebagaimana yang diterima Fernando Sesma, sebagian lain juga mendapatkan foto-foto terkait UFO.

Dalam waktu satu tahun kemudian, sejumlah orang berlawanan—yang pada umumnya bertempat tinggal di Madrid—menerima sekitar 150 dokumen lain, yang terdiri dari 1.000 halaman, yang juga disebut berasal dari kaum Ummo. Setiap dokumen itu mempunyai lambang tiga garis vertikal yang terhubung garis horizontal.

Dokumen-dokumen misterius yang diklaim dari kaum Ummo itu masih muncul di tahun-tahun berikutnya, dan diterima oleh bermacam-macam pihak. Beberapa orang bahkan mendapatkan surat yang terkesan langsung, seperti yang diterima ilmuwan Perancis, Jean Pierre Petit.

Dalam surat yang dikirim terhadap Petit, kaum Ummo menyatakan bahwa mereka sebenarnya sudah mendarat di Bumi pada Maret 1950, di daerah Digne Les Bains, di Prancis selatan. Selain itu, mereka juga menceritakan cara mereka mendapatkan planet Bumi, bagaimana mereka mendarat, dan jenis bahasa yang mereka gunakan.

Tidak cuma melalui surat, kaum Ummo juga menyelenggarakan kontak lewat telepon. Pada 28 November 1966, seorang insinyur bernama Enrique Villagrassa Novoa menerima telepon dari seseorang yang menyebut dirinya sebagai “ekstraterestrial”. Mereka mengatakan selama dua jam mengenai topik-topik yang bekerjasama dengan dunia teknik, dan tampaknya sang penelepon memiliki pengetahuan yang bagus mengenai topik itu.

Kemudian, yang menghebohkan, pada 1967 kaum Ummo menyatakan akan muncul ke hadapan publik.

Pendaratan pesawat induk 

Pada animo semi 1967, lewat surat dan dokumen-dokumen yang mereka kirim ke banyak orang, kaum Ummo mengumumkan bahwa mereka mengalami kesulitan untuk menyesuaikan diri dengan keadaan Bumi. Lalu menginformasikan pesawat induk mereka akan mendarat pada 1 Juni di pinggiran kota Madrid, untuk menjemput kaum Ummo yang ada di Bumi, sambil menenteng beberapa insan Bumi yang terpilih ke planet mereka.

Sejumlah orang yang tinggal di Madrid dihubungi oleh kaum Ummo melalui surat atau telepon, biar turut menyaksikan insiden itu.

Pada 1 Juni 1967, pesawat itu disebut betul-betul mendarat, dan disaksikan oleh sejumlah orang. Sejak itu, timbul foto-foto yang disebut selaku foto pesawat induk kaum Ummo. Belakangan, foto-foto itu dianggap hoax oleh sebagian peneliti. Tetapi dokumen-dokumen lain, yang disebut berasal dari kaum Ummo, masih menjadi subjek penelitian beberapa pihak.

Isi dokumen-dokumen Ummo

Di abad kini, para peneliti UFO mungkin telah tak menganggap serius dokumen-dokumen Ummo. Apalagi foto-foto yang menyertai dokumen-dokumen itu juga mencurigakan. Meski begitu, jikalau memang semua permasalahan terkait Ummo yaitu hoax, beberapa peneliti mengakui dokumen atau surat-surat Ummo cenderung lebih rumit dibanding suatu hoax biasa.

Kalau memang dokumen-dokumen itu hanya suatu lelucon (atau hoax), maka eksistensi ribuan dokumen dengan isi yang cukup rumit menawarkan adanya suatu perjuangan yang sungguh-sungguh hebat untuk menciptakan rekayasa tersebut. Membaca dokumen-dokumen itu, siapa saja baiklah kalau penulisnya—siapa saja beliau—niscaya sudah melakukan upaya yang hebat serius.

Dalam dokumen-dokumen yang tersebar di berbagai pihak, kaum Ummo menceritakan bahwa mereka mendarat di Bumi pada 1950, untuk meneliti kondisi Bumi. Tujuan mereka adalah mempelajari biosfer, atmosfer, dan kebudayaan Bumi. Ada 4 laki-laki dan 2 perempuan yang kemudian ditinggal di planet Bumi untuk melakukan observasi ini. Mereka menyewa rumah di dekat situ, dan segera membuat ruang bawah tanah untuk dijadikan markas.

Bagaimana mereka menemukan Bumi? Dalam catatan di dokumen itu, mereka mendapatkan planet Bumi secara kebetulan, alasannya pesan radio dalam bentuk Morse (beberapa sumber menyebutnya bukan Morse, melainkan sinyal radio), yang diantaroleh sebuah kapal Norwegia pada 5 Februari 1934. Baru pada 1948, mereka menangkap sinyal tersebut di frekuensi 413,44 megacycles, yang kemudian menuntun mereka ke suatu planet yang mereka sebut Ooyagaa (Bumi).

Sinyal Morse itu ternyata memerlukan waktu sekitar 14 tahun untuk sampai ke planet Ummo.

Yang asing di sini, para peneliti mendapatkan keberadaan kapal Norwegia dan sinyal Morse yang diantarternyata memang ada dan benar!

Paparan dalam dokumen itu melanjutkan, setelah mereka mendapatkan planet Bumi, kaum Ummo terkejut dengan adanya kehidupan yang mempunyai kecerdasan tinggi di Bumi, dan memutuskan untuk memeriksa. Makara mereka mengirim sebuah tim kecil untuk mulai mempelajari keadaan Bumi lebih mendalam.

Mereka juga menerangkan sistem planet yang mereka huni, tergolong gravitasi, orbit, jumlah perputaran, dan ukurannya. Menurut mereka, planet Ummo berjarak 14 tahun cahaya dari planet Bumi, dan mengorbit bintang yang disebut wolf 424, serta memiliki kebudayaan yang lebih renta dibanding Bumi, dengan teknologi yang juga lebih canggih.

Walaupun kesengsem dengan kehidupan di planet Bumi, kaum Ummo berjanji tidak akan mengusik evolusi sosial yang sedang berproses di Bumi.

Dalam 15 surat, mereka menerangkan begitu detail perihal kondisi planet mereka, dengan banyak gambar. Bahkan mereka menceritakan hingga kehidupan sehari-hari, mirip perumahan mereka, persediaan makanan, pendidikan, psikologi, perkawinan, pemerintahan, sampai konsep mereka perihal Tuhan.

Bukan itu saja, ada beberapa subjek ilmu wawasan yang juga dibahas di dalamnya, mirip astrofisika, kosmologi, network theory, biologi, hingga evolusi.

Sebagian ilmuwan yang mempelajari dokumen-dokumen itu menganggap beberapa informasi sains di dalamnya sebagai pseudosains, sementara sebagian yang lain dianggap sebagai berita yang akurat.

Sampai di sini, pertanyaan yang mengemuka yaitu; siapa yang membuat dokumen-dokumen itu? Apakah benar alien dari planet yang disebut Ummo telah membuat dan mengantardokumen-dokumen itu? 

Saat ini, ada sekitar 1.300 halaman dokumen Ummo yang telah dikenali (dikumpulkan dari pihak-pihak yang menerima kiriman dokumen itu). Namun diperkirakan masih banyak lagi dokumen yang tersebar di aneka macam individu di dunia, sampai diperkirakan total ada 160.000 halaman dokumen Ummo secara keseluruhan.

Kesulitan utama dalam meneliti dokumen ini adalah para penerimanya, yang kemungkinan tidak membagikan info yang mereka dapatkan. Bahkan ada akseptor dokumen Ummo yang enggan menginformasikan ke publik, sebab mungkin takut ditertawakan.

Pada Juni 2003, sebuah buku tentang Ummo terbit, berjudul Ummo, Real Extraterrestrials. Penerbitan buku itu pun misterius, karena penulisnya memakai nama samaran, yaitu Jean Pollion. Nama itu tidak mampu dilacak dan tidak bisa didapatkan di mana pun. Yang terperinci, dalam buku itu, Jean Pollion menuliskan analisis dan fatwa-aliran terkait kaum Ummo. Tapi identitas bekerjsama Jean Pollion masih belum dimengerti, sampai kini.

Sekali lagi, kita bertanya-tanya, siapakah yang membuat dokumen-dokumen misterius, yang disebarkan pada banyak orang itu? Tuduhan hoax mungkin gampang dilancarkan, tetapi tuduhan itu akan membentur sesuatu yang abnormal, yaitu tumpukan ribuan lembar dokumen yang ditulis dengan sungguh serius. 

Siapa pun pembuatnya niscaya telah bersusah payah dengan sama serius, yang mampu jadi perlu waktu bertahun-tahun. Untuk suatu hoax, jikalau memang itu ditujukan sebagai hoax, itu betul-betul hoax yang sangat menyedot energi dan waktu, dengan hasil yang tak terperinci.

Sebagian orang berspekulasi bahwa dokumen-dokumen Ummo yakni bab dari teori konspirasi yang dibuat oleh badan belakang layar mirip CIA atau KGB, meskipun motivasinya tidak bisa ditentukan.

Sementara Mike Dash, seorang penulis yang sering membicarakan extraterrestrial, menyatakan bahwa dokumen-dokumen Ummo mungkin sudah dibuat oleh suatu kalangan sosialis untuk menerbitkan pandangan-pandangan radikal mereka, yang mustahil mampu dipublikasikan secara legal ketika itu, sebab Spanyol sedang berada di bawah kekuasaan Jenderal Franco yang diktator.

Ada pula yang memperkirakan dokumen-dokumen itu dibentuk oleh golongan-kelompok sekte keagamaan. Namun masalahnya, di dalam dokumen tersebut tidak ditemukan adanya keyakinan dari kelompok kegamaan manapun.

Spekulasi lain lagi menyebut bahwa dokumen-dokumen misterius itu mungkin dibuat sekelompok mahasiswa atau ilmuwan dan filsuf, meski mereka juga tidak mampu menyebut nama kelompok mahasiswa atau filsuf yang terlibat.

Yang terakhir, sebagian orang berspekulasi bahwa dokumen-dokumen itu bekerjsama dibuat oleh Jordan Pena, laki-laki yang pertama kali melaporkan penampakan UFO, yang belakangan menjadi permulaan kemunculan dokumen-dokumen misterius tersebut. Spekulasi ini dikuatkan oleh klaim Jordan Pena bahwa dialah yang sudah membuat kegemparan perihal Ummo, dengan menawarkan laporan penampakan UFO. 

Namun, beberapa orang yang mengenal Jordan Pena secara eksklusif mengakui, jika Jordan Pena tidak memiliki latar belakang dan kapasitas intelektual untuk menciptakan dokumen-dokumen Ummo yang begitu rumit.

Kaprikornus, siapakah yang membuat dokumen-dokumen itu? Sampai sekarang, pertanyaan itu tak pernah terjawab. Dokumen-dokumen itu ada, tetapi tak seorang pun mampu menjelaskan asal usulnya.


Sumber https://www.belajarsampaimati.com/


EmoticonEmoticon