![]() |
| Ilustrasi/theparisreview.org |
Jack Weiner, Jim Weiner, Chuck Rak, dan Charlie Foltz, yakni empat laki-laki yang mengalami kejadian gila, sulit dijelaskan, bahkan susah diandalkan. Peristiwa itu adalah... diculik alien!
Kalau kita mengalami kejadian diculik alien, kemungkinan besar orang-orang yang mendengarnya tidak akan yakin. Tepat mirip itulah yang dialami oleh empat pria tersebut. Mereka mencoba menceritakan peristiwa yang mereka alami, tapi tidak ada yang percaya. Lebih dari itu, keempat orang itu juga tidak mampu menjelaskan secara rincian dan urut mengenai peristiwa yang mereka alami, selain hanya pecahan-cuilan ingatan yang tidak terperinci.
Karena menyadari bahwa mereka mustahil menceritakan dongeng gila itu pada orang lain, mereka pun jadinya memendamnya sendirian. Tapi ternyata hal itu memiliki pengaruh pada psikis mereka. Selama bertahun-tahun, Jack Weiner sering terganggu oleh mimpi buruk.
Mimpi buruk yang dialaminya sering serupa—berupa serpihan-serpihan dongeng yang pernah dia alami bersama tiga temannya—lalu ia terbangun dengan keringat cuek.
Jack Weiner juga tidak berani menceritakan mimpi-mimpi jelek itu pada semua orang, kecuali terhadap istrinya, Mary. Peristiwa itu terjadi pada 1988.
“Aku sering mengalami mimpi buruk,” tutur Jack Weiner pada Mary, “mimpi buruk yang betul-betul tidak mampu kujelaskan. Aku menemukan diriku di sebuah ruangan yang sangat cerah menyala. Aku tak tahu di mana atau mengapa aku ada di sana. Di sebelah kiriku, aku mampu melihat adikku, Jim, Chuck Rak, dan Charlie Foltz, duduk di dingklik. Mereka semua telanjang.
“Aku bertanya-tanya mengapa mereka tidak membantuku, karena saya merasa mirip dalam bahaya. Dan saat saya menjajal mencari tahu, aku menyaksikan sesosok bayangan gelap timbul dari cahaya jelas di depanku. Setelah itu saya terbangun, dan mendapati tubuhku sarat keringat.”
Jack Weiner dan Jim Weiner ialah saudara kembar. Jack menanyakan pada Jim, apakah ia mengalami mimpi yang serupa, dan Jim menyatakan ia juga dihantui mimpi serupa. “Selalu ada hal-hal yang sama di dalam mimpi itu,” ujar Jim. “Makhluk aneh, rasa tak berdaya, yang akhirnya terpotong datang-tiba ketika saya terbangun.”
Dalam setiap mimpi yang dialami Jack dan Jim Weiner, senantiasa ada dua sahabat mereka, Charlie Foltz dan Chuck Rak, di dalamnya. Mereka berdua sudah berteman dengan Jack dan Jim semenjak era sekolah dasar. Jack dan Jim pun mengajukan pertanyaan-tanya, apakah mimpi buruk tersebut memiliki hubungan dengan perjalanan berkemah yang pernah mereka lakukan bareng , 12 tahun sebelumnya?
Kisah kemah di Hutan Allagash
Pada Agustus 1976, Jack Weiner, Jim Weiner, Chuck Rak, dan Charlie Foltz, berkemah di Hutan Allagash, yang terbentang seluas ribuan hektar di negara bagian Maine, utara Amerika Serikat, dan mereka menghabiskan waktu dua ahad di sana.
Malam pertama berkemah, tidak terjadi apa-apa. Namun, pada malam kedua, mereka mendapati sesuatu yang aneh. Mula-mula, Jim melihat benda terperinci di langit, dan memberitahu teman-temannya.
Belakangan, Jim menceritakan, “Benda itu cuma mengambang di atas puncak pohon, tidak bergerak ke arah mana pun. Aku mengamatinya melalui teropong sekitar 15 sampai 30 detik, dan tiba-tiba benda itu pergi. Ada sesuatu yang aneh ketika benda itu pergi, sesuatu yang tidak beres, tapi waktu itu saya benar-benar tidak memikirkannya.”
Meski ada insiden tersebut, Jack dan teman-temannya masih tetap berada di Maine. Sampai pada hari keempat, sesuatu yang ajaib kembali muncul. Waktu itu, mereka memutuskan untuk memancing ikan pada malam hari di danau. Mereka pun membuat api unggun untuk menandai perkemahan mereka.
Seusai memancing, mereka turun dari kano, dan mulai melangkah di darat. Pada saat itulah, Chuck Rak menyadari bahwa mereka tidak sendirian. Belakangan Chuck Rak menceritakan, “Aku merasa ada seseorang menatapku dari belakang, dan saya berbalik. Tiba-datang saja, aku menyaksikan bola cahaya yang besar, bersinar. Bola cahaya besar itu terlihat persis seperti yang kami lihat dua malam sebelumnya.”
Cahaya itu bergolak, seperti miniatur matahari. Luar lazimcerah. Bahkan cahayanya bisa menyalakan puncak pohon mirip siang hari, dan cahaya itu benar-benar diam, tak bergerak.
Charlie Foltz, yang berpikir mereka mungkin dalam bahaya, mencoba mengantarpesan darurat (SOS) lewar cahaya senternya. Ia menceritakan, “Ketika cahaya itu datang mendekat dan kian dekat, aku panik dan menjatuhkan senterku. Yang kupikirkan hanyalah bagaimana caranya saya mampu kembali ke perkemahan. Aku tidak melihat lagi ke belakang.”
Menurut Jack Wainer, “Aku ingat menyaksikan benda itu dari balik bahuku, mencoba memantau, sebab cahaya itu datang dari arah belakang. Cahaya itu sungguh bersahabat, dan tak berapa usang sudah ada di atas kami. Kami berpikir tidak mampu lari lagi.”
Kemudian, datang-tiba, cahaya itu melesat sungguh jauh, sangat cepat, dan dalam beberapa detik hanya seperti salah satu cahaya bintang di langit malam. Mereka pun kemudian melangkah menuju ke perkemahan.
Keempat orang itu sepakat bahwa mereka berada di danau kurang dari 20 menit. Api unggun yang tadi mereka nyalakan semestinya masih menyala, bahkan untuk berjam-jam ke depan. Namun yang mereka jumpai hanya tinggal bara api, seolah mereka telah meninggalkan perkemahan selama semalam.
Usaha pemecahan dilema
Tahun demi tahun berlalu. Mereka menceritakan pengalaman gila itu terhadap sobat-sobat dan keluarga, bahwa mereka sudah melihat penampakan UFO, namun tidak ada yang sungguh-sungguh percaya. Bahkan mereka sendiri risikonya mulai tidak mempercayai kejadian itu. Bisa saja mereka cuma berhalusinasi.
Lalu Jim dan Jack Weiner mulai mengalami mimpi jelek. Kenangan atas insiden itu seperti depresi di bawah sadar mereka, dan sekarang ingatan itu menyembul kembali dalam rangkaian mimpi jelek. Akhirnya, Jim menelepon seorang peneliti UFO, berjulukan Ray Fowler, dan meminta bantuannya.
Ray Fowler bersedia menolong Jim dan sobat-temannya. Ia menyarankan agar empat pria itu menjalani hipnoterapi, untuk memperjelas apa yang bekerjsama terjadi malam itu. Akhirnya, di bawah imbas hipnotis, mereka menceritakan insiden yang mengejutkan. Ternyata mereka telah diculik UFO.
Di bawah efek hipnotis, masing-masing pria itu menceritakan pengalaman dari sudut pandang berbeda, tetapi memiliki kesamaan. Mereka berkata bahwa mereka diambil oleh pesawat yang bercahaya. Alien, yang ada di dalamnya, memaksa mereka untuk telanjang. Dan kemudian alien itu mengambil sampel kulit, darah, urin, dan sperma, dari masing-masing mereka.
Berikut ini adalah rekaman pengalaman mereka, ketika berada di bawah dampak hipnotis.
Jim Weiner: “Mereka... mereka... mereka tidak tahu apa yang mereka kerjakan. Aku merasa mirip ingin... yang pertama tiba mendekatiku... aku ingin mencekiknya. Aku tidak senang hal-hal mirip ini. Aku tidak acuh dari mana mereka berasal. Mereka seharusnya tidak melaksanakan hal mirip ini pada orang-orang.”
Jack Weiner: “Mereka di sana. Wajah mereka tepat di wajahku. Aku tidak tahu kenapa. Aku tak mau tahu. Aku tak mau tahu apa yang mereka inginkan. Mereka menyampaikan sesuatu. Dalam kepala, aku mendengar mereka berkata, ‘Jangan takut. Lakukan apa yang kita katakan. Lakukan saja apa yang kita katakan’.”
Charlie Foltz: “Ruangan ini seperti ruangan seorang dokter. Aku merasa acuh taacuh di sini, mirip ruangan dokter yang cuek. Mereka menempatkan sebuah panel di atas dadaku. Kemudian mereka mengikis kulit lengan dan dada, kaki dan paha. Kita tidak sebaiknya ada di sini. Aku hanya... saya hanya terus berpikir, ‘Aku ingin kembali ke perkemahan’.”
Chuck Rak bahkan bisa melihat apa dilakukan alien kepada Charlie: “Aku menyaksikan beberapa jenis perangkat di badan Charlie. Mereka mempunyai... ini tampak mirip keperakan, tampaknya mirip... seperti memiliki kurva di atasnya. Ini hampir mirip... mirip sesuatu yang menyebalkan. Seperti dia masih sakit. Kita... kita tidak bisa membantunya. Yang mampu kita kerjakan hanya mengawasinya.”
Pandangan para ahli
Bagaimana pun, bagi orang-orang yang skeptis, dongeng ihwal penculikan alien terdengar tidak masuk logika. Beberapa dari mereka mengajukan teori, termasuk seorang psikolog, Dr. William Cohn, bahwa gambar-gambar atau film horor mungkin telah menyebabkan pikiran orang-orang untuk berkhayal tentang penculikan UFO.
“Gejala ini merupakan pengaruh media,” kata Dr. William Cohn. “Orang-orang mendengar tentang kasus-perkara serupa di TV. Mereka pikir mungkin mereka mempunyai pengalaman yang sama dengan yang terjadi di media.”
Meski begitu, Dr. John Mack, seorang psikiater dan penulis, mengatakan, “Biasanya, kejadian seperti ini dialami orang-orang yang tidak kepincut pada kasus-masalah penculikan, tidak pernah membaca info atau perkara-masalah seperti ini, tidak terbiasa dengan makhluk asing, dan kemudian terkejut ketika mereka mendengar orang lain mempunyai pengalaman-pengalaman mirip ini, atau ada isi isu di media yang membicarakan perkara seperti ini.”
Ray Fowler, peneliti yang mempelajari kasus yang dialami Jack Weiner dan teman-temannya, yakin bila empat pria itu memang telah diculik alien, dan masuk ke dalam pesawat UFO. Tapi iman itu, bagaimana pun, sukar dibuktikan, alasannya satu-satunya bukti yang ada hanyalah akreditasi dari empat orang tersebut, dan tidak ada satu alien pun yang mengonfirmasi kisah itu.
Akhirnya, perkara penculikan alien ini masih tetap misterius, sampai sekarang.

EmoticonEmoticon